
Foto : Dari Balik Jeruji, Harapan Terus Tumbuh: Warga Binaan Rutan Ambon Produktif Lewat Hidroponik dan Kerajinan Sofa
Ambon, Globaltimurnn.com – Semangat perubahan dan kemandirian terus tumbuh di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon. Melalui program pembinaan berkelanjutan, para warga binaan kini tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga aktif mengembangkan keterampilan produktif yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masa depan mereka, Sabtu (16/05/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan lewat berbagai program pembinaan kemandirian, mulai dari budidaya tanaman hidroponik hingga pelatihan pembuatan kursi sofa yang memiliki kualitas dan nilai jual tinggi. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan Rutan Ambon terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) yang menekankan pentingnya pembinaan produktif bagi warga binaan.
Di area pembinaan pertanian, warga binaan memanfaatkan lahan terbatas menjadi kebun hidroponik yang tertata rapi dan produktif. Berbagai jenis tanaman berhasil dibudidayakan dengan baik melalui perawatan rutin yang dilakukan setiap hari. Hasilnya, tanaman tumbuh subur, segar, dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan sehari-hari.
Program hidroponik tersebut bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, melainkan sarana pembelajaran yang membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kerja warga binaan. Di balik keterbatasan ruang, mereka mampu membuktikan bahwa produktivitas tetap dapat tumbuh melalui kemauan untuk belajar dan berubah menjadi lebih baik.
Tak hanya di sektor pertanian, kreativitas warga binaan juga terlihat melalui pelatihan pembuatan kursi sofa. Dalam program tersebut, warga binaan diajarkan secara langsung mulai dari proses penyusunan rangka, pemasangan busa, pelapisan bahan, hingga tahap akhir finishing. Hasil karya yang dibuat tampil menarik, rapi, dan memiliki kualitas yang layak bersaing di pasaran.
Kegiatan pelatihan ini sekaligus membuka peluang baru bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan usaha setelah menyelesaikan masa pidana. Produk sofa hasil karya mereka bahkan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan pembinaan di Rutan Ambon.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam membentuk warga binaan yang siap kembali ke masyarakat dengan kemampuan dan pola pikir yang lebih baik.
“Pembinaan ini bukan hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun mental, tanggung jawab, dan rasa percaya diri warga binaan. Kami ingin mereka memiliki bekal yang dapat digunakan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujarnya.
Salah satu warga binaan berinisial H.F mengaku sangat antusias mengikuti berbagai kegiatan pembinaan yang ada di dalam rutan. Menurutnya, program tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menumbuhkan harapan untuk memulai kehidupan yang lebih mandiri di masa depan.
“Di sini kami belajar banyak hal baru. Mulai dari merawat tanaman hidroponik sampai membuat sofa. Kegiatan ini membuat kami merasa lebih produktif dan memberi keyakinan bahwa nanti setelah bebas kami bisa membuka usaha sendiri,” ungkapnya.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, Rutan Ambon terus berupaya menghadirkan perubahan positif bagi warga binaan. Tidak hanya menghasilkan karya yang bernilai, program tersebut juga menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk pribadi yang lebih disiplin, kreatif, mandiri, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
Dari balik jeruji, harapan itu terus tumbuh. Semangat untuk berkarya yang ditunjukkan warga binaan menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berubah selalu ada bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk bangkit dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik. (Za)
