![]() |
| Foto : Satu Warga Ursana Kilo 7 Dihajar Babak Belur Oleh Sekelompok Pemuda Rumberu, Kades Terkesan Tidak Perduli Dengan Warganya |
Rumberu, Globaltimurnn.com - Satu warga masyarakat Dusun Ursana Kilo 7, Desa Hunitetu Kristoperus Parakate (34), di hajar babak belur, dianiaya, diseret tanpa belas kasihan oleh sejumlah pemuda Desa Rumberu tanpa sebab, tanpa salah, hingga di bawa masuk ke saluran air atau got (drainase).
Insiden ini terjadi sekitar pukul 22 : 00 Wit, malam, bertempat di Desa Rumberu, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat, tepatnya pada rumah keluarga saudaranya yakni mama Tina. Senin 11/04/2026
Penganiayaan dan kekerasan bersama itu, dilakukan oleh pemuda yang adalah masyarakat Desa Rumberu, diketahui sebanyak kurang lebih sebanyak 4 (empat) orang, diduga sudah dipengaruhi miras.
Pelaku yang diketahui bernama Ondi Rumahpasal, Yopi Niak, Alpin Rumahpasal, dan Maikel Maslebu.
Dari informasi yang diterima media ini, awalnya korban saat mengunjungi rumah keluarga-nya dengan tujuan Makan durian, setibanya di rumah keluarga Korban Mama Tina, sekira pukul 22.30 Wit, tiba - tiba datang beberapa pemuda menghampiri korban yang sementara duduk menonton TV dan langsung melakukan penganiyaan secara brutal.
Tidak puas akan pemukulan, kemudian para pemuda menyeret korban keluar dan di injak injak sampai tersungkur ke dalam parit.
Pemilik rumah mama Tina dan suaminya Frangki berusaha melerai dan mengamankan korban yang sudah tersungkur di parit dan mengangkat, selanjutnya mengamankan di dalam rumah.
Tak sampai disitu, salah satu dari para pemuda tersebut Alfin mengancam korban dengan kata kata bernada tajam dan tegas berdialek ambon" Katong tidak takut kepada aparat kemanan Barang dong pangkat apa talalu". Ucap salah satu pelaku pengroyokan
Sementara pemuda lain mengatakan "Katong tidak takut Kamong pung saudara yang merupakan anggota TNI"
Selanjutnya para pemuda tersebut yang melakukan pemukulan kembali ke rumah mereka.
Setelah kejadian penganiayaan tidak ada aparat kemanan baik Polisi maupun TNI yang berada di lokasi sehingga korban tidak dapat melaporkan, sementara Raja Desa Rumberu tidak tinggal di Desa Rumberu dan saat di hubungi selalu tidak di respon, BPD Rumberu saat di laporkan tidak bisa berbuat apa apa dikarenakan para pelaku dinilai selalu berbuat onar di Desa Rumberu.
Sekira pukul 22.30 Wit pihak Keluarga korban melaporkan kejadian kepada Bhabinkamtibmas via TLP, namun Bhabinkamtibmas sementara berada di desa Kairatu.
Keluarga berharap agar pelaku 1x24 segera dapat di tahan oleh pihak berwajib dalam hal ini Polsek Kairatu sehingga tidak dapat memperpanjang situasi.
Asal korban berasal dari Desa persiapan Ursana kilo 7, sehingga situasi saat ini kian memanas antar kedua Desa, desakan masyarakat diketahui mengancam apabila polisi lamban dalam menangani kasus ini maka keluarga korban secara tegas menegaskan bahwa pihak keluarga korban akan mengambil alih
Saat ini korban Masi di amankan di Desa Rumberu pada rumah keluarga korban, aparat keamanan diminta untuk dapat melakukan pengamanan terhadap korban sehingga korban bisa dipulangkan ke rumah di dusun ursana kilometer 7 Desa Honitetu Kecamatan Inamosol.
Hingga berita ini diturunkan pihak yang berwajib dalam hal ini Kepolisian Polsek Kairatu dan Polres SBB belum dapat dihubungi, sehingga belum dapat memberikan keterangan apapun. (V374)

