
Foto : Branding Baru MAJU 86 Pada Kegiatan Pembinaan Kemandirian Lapas Namlea, Jadi Perhatian Media Antara
Namlea, Globaltimurnn.com - Kegiatan Program Pembinaan Kemandirian Pengolahan Minyak Kayu Putih khas Pulau Buru oleh Warga Binaan Lapas Namlea, kini semakin menjadi perhatian publik dan khalayak luas. Produk kebanggaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea itu juga menjadi daya tarik salah satu media nasional yakni Media Antara, yang datang meliput langsung proses kegiatan kemandirian pengolahan/ penyulingan minyak kayu putih oleh warga binaan, Jumat (30/04/2026).
Kedatangan pihak media Antara disambut hangat Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Mustapa La Abidin.
"Kehadiran media nasional di Lapas Namlea untuk meninjau langsung proses produksi produk unggulan ini menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus menegaskan bahwa Minyak Kayu Putih 86 telah dikenal lebih luas hingga ke tingkat nasional," ujar Mustafa.
Sepanjang peliputan, ia menjelaskan Minyak Kayu Putih 86 merupakan produk hasil dari pembinaan kemandirian dengan memadukan salah satu ciri khas lokal Kabupaten Buru yakni Minyak Kayu Putih. Dengan memberdayakan warga binaan, ia mengatakan kegiatan penyulingan minyak kayu putih ditujukan untuk mengembangkan skil dan keterampilan warga binaan sebagai bekal pada saat bebas dan kembali masyarakat nanti.
"Kami pekerjakan 10 warga binaan yang sudah memenuhi persyaratan dimana telah berstatus asimilasi dan sudah menjalani 1/2 masa pidana. Sejauh ini, kami telah menghasilkan 30 sampai 40 liter minyak dari awal produksi hingga sekarang. Selain itu, kami juga bagikan upah kepada warga binaan sebagai premi dari hasil kerja yang mereka lakukan. Untuk pemasarannya belum secara luas, masih di internal kita dan biasanya dipamerkan pada even-even tertentu seperti IPPAFest pada 2025 lalu," jelasnya.
Ia menambahkan kini Minyak Kayu Putih 86 telah memiliki lokal branding baru dengan akronim Maju Lapanam (Minyak Andalan Jadi Unggulan Lapas Namlea).
“Kami akan segera menggunakan brand baru, yaitu Maju Lapanam, sebagai nama dari produk ini. Penamaan tersebut merupakan bentuk inovasi yang diharapkan mampu mendorong kemajuan sekaligus meningkatkan citra produk unggulan kami, yakni minyak kayu putih yang dikenal sebagai ‘Emas Hijau’ dari Pulau Buru,” tambah Mustafa.
Menurut Produser Video Feature di Lembaga Kantor Berita Nasional Antara, Nanien Yuniar, kegiatan pembinaan pembuatan minyak kayu putih 86 tersebut menarik sekaligus penting.
“Pemilihan aktivitas penyulingan minyak kayu putih ini sangat relevan dengan kondisi di Pulau Buru, sehingga potensi skill ini bisa diimplementasikan nantinya pun besar. Siapa tahu minyak kayu putih 86 bisa semakin berkembang dan mungkin kelak tak hanya untuk kebutuhan internal, tapi bisa diperjualbelikan untuk umum,” ujarnya. (Za)

