Karya Lapas Namlea Mencuri Perhatian: Dari Minyak VCO Aromatik Hingga Tas Daur Ulang - globaltimurnn.com


Kamis, 09 April 2026

Karya Lapas Namlea Mencuri Perhatian: Dari Minyak VCO Aromatik Hingga Tas Daur Ulang

Foto : Karya Lapas Namlea Mencuri Perhatian: Dari Minyak VCO Aromatik Hingga Tas Daur Ulang

Ambon
, Globaltinurnn.com – Kreativitas tanpa batas ditunjukkan oleh warga binaan Lapas Kelas III Namlea. Dalam ajang Bazar UMKM Pemasyarakatan se-Maluku yang digelar di Halaman Lapas Kelas II Ambon, Jumat (10/04/2026), mereka sukses memukau pengunjung dengan beragam produk inovatif, mulai dari olahan kesehatan hingga kerajinan tangan bernilai seni tinggi.

 

Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, memaparkan bahwa pihaknya membawa berbagai andalan, salah satunya adalah Minyak VCO (Virgin Coconut Oil) hasil olahan sendiri. Yang membuatnya istimewa, minyak kelapa murni ini dipadukan dengan khasiat minyak kayu putih khas Maluku, menciptakan produk alami yang bebas bahan kimia.

 

“Produk ini cukup diminati karena memiliki banyak manfaat kesehatan. Keunggulannya adalah murni olahan alami, sehingga aman dan berkualitas,” jelas Marasabessy kepada awak media.

 

Tidak hanya di bidang kesehatan, warga binaan juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kerajinan tangan. Berbagai jenis tas fungsional berhasil diciptakan dari bahan dasar limbah plastik, mulai dari tas laptop, tas ponsel, hingga tas selempang multifungsi yang bisa diubah menjadi dompet.

 

“Kreativitas mereka sangat berkembang. Selama ada contoh atau referensi desain, mereka mampu menyesuaikan dengan permintaan pasar. Ini membuktikan bahwa kemampuan mereka terus diasah dengan baik,” tambahnya.

 

Satu karya besar lainnya yang menjadi kebanggaan adalah vas bunga hias berbahan besi ulir. Meskipun tidak ditampilkan di bazar karena ukurannya yang besar, produk ini mendapat apresiasi sangat baik karena kualitas pengerjaannya yang rapi dan estetik.

 

Menariknya, karya istimewa ini rencananya akan disumbangkan khususnya kepada Pemerintah Kabupaten Buru. “Nanti akan kami hadiahkan dan dipajang di kantor Bupati sebagai bentuk apresiasi dan simbol sinergi yang baik antara Lapas dan pemerintah daerah,” ujarnya.

 

Melalui ragam karya ini, Marasabessy menegaskan bahwa hal tersebut adalah bukti nyata transformasi. Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi dibekali dengan keterampilan yang produktif.

 

“Harapan kami, melalui pameran seperti ini, produk mereka semakin dikenal luas. Yang terpenting, ilmu dan keterampilan ini menjadi bekal berharga agar kelak saat kembali ke masyarakat, mereka bisa mandiri dan memiliki peluang ekonomi yang cerah,” pungkasnya. (Za) 

 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT