Produk Unggulan Lapas Dobo Mencuri Perhatian, Ikan Balowo & Pompong Jadi Andalan di Bazar UMKM - globaltimurnn.com


Kamis, 09 April 2026

Produk Unggulan Lapas Dobo Mencuri Perhatian, Ikan Balowo & Pompong Jadi Andalan di Bazar UMKM

Foto : Produk Unggulan Lapas Dobo Mencuri Perhatian, Ikan Balowo & Pompong Jadi Andalan di Bazar UMKM

Ambon
, Globaltinurnn.com – Keikutsertaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dobo dalam ajang Bazar UMKM Warga Binaan se-Maluku bukan sekadar pameran biasa. Ini adalah bukti nyata transformasi dan keseriusan dalam membina narapidana agar memiliki keterampilan dan bekal hidup yang nyata.

 

Di halaman Lapas Kelas II Ambon, Jumat (10/04/2026), stand milik Lapas Dobo tampak menonjol dengan menampilkan produk-produk khas hasil olahan warga binaan.

 

Kepala Lapas Kelas III Dobo, Pieter J. Lessy, menjelaskan bahwa pihaknya membawa dua produk unggulan yang menjadi kebanggaan, yaitu Ikan Balowo dan Pompong.

 

Produk ini bukan hanya sekadar makanan, melainkan representasi dari potensi daerah dan kearifan lokal yang dikembangkan melalui program pembinaan keterampilan di dalam lapas.

 

“Kami mengembangkan dua unit usaha kecil menengah (UKM) ini dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Ini membuktikan bahwa di balik jeruji besi, kreativitas dan produktivitas terus tumbuh,” ujar Pieter.

 

Bagi Pieter, tujuan utama dari seluruh pembinaan ini sangat jelas: mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri.

 

“Harapan kami, kapasitas produksi bisa terus ditingkatkan. Sehingga ketika mereka nanti bebas, mereka tidak pulang dengan tangan kosong, melainkan membawa bekal keterampilan yang bisa dijadikan mata pencaharian,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang membangun karakter dan kemampuan ekonomi.

 

Melihat antusiasme dan dampak positif yang dihasilkan, Pieter berharap kegiatan bazar seperti ini tidak hanya berlangsung sesaat.

 

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun. Ini sangat penting untuk mempromosikan hasil karya mereka, memperluas pasar, serta membuka peluang ekonomi baru,” harapnya.

 

Dukungan dari Kementerian terkait juga terus diupayakan agar program pemberdayaan ini semakin kuat.

 

Melalui partisipasi ini, diharapkan stigma negatif masyarakat perlahan berubah. Bahwa lembaga pemasyarakatan adalah tempat pembinaan, dan warga binaan adalah manusia yang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk berubah dan berkembang menjadi lebih baik. (Za) 

 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT