
Foto : Sinergi Pemuda, Tokoh, dan Forkopimda: Deklarasi Damai Desa Kira dan Duma di Galela Barat
Halut, Globaltimurnn.com - Perbatasan Desa Kira dan Desa Duma di Kecamatan Galela Barat Kabupaten Halmahera Utara menjadi saksi bisu kembalinya semangat persaudaraan melalui acara Deklarasi Damai yang digelar pada Jumat pagi (10/4/2026). Acara ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat dan pejabat daerah guna mengakhiri konflik antar kelompok remaja di wilayah tersebut.
Harapan Pemuda, Kedamaian Bukan Sekedar Seremonial. Perwakilan pemuda dari kedua desa menyampaikan harapan yang sama yakni perdamaian abadi. 𝗦𝗱𝗿. 𝗡𝗮𝗳𝗶𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗞𝗶𝗿𝗮 menegaskan agar deklarasi ini terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari dan warga tidak mudah terhasut provokasi. Sementara itu, 𝗦𝗱𝗿. 𝗥𝗼𝗯𝗶𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗮𝗺𝗮𝘂 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗗𝘂𝗺𝗮 dengan jujur menyebut bentrokan sebagai tanda kemunduran generasi dan memohon perhatian serius dari orang tua sebagai "guru pertama" di rumah untuk mengontrol anak-anak mereka.
𝗞𝗮𝗽𝗼𝗹𝗿𝗲𝘀 𝗛𝗮𝗹𝘂𝘁, 𝗔𝗞𝗕𝗣 𝗘𝗿𝗹𝗶𝗰𝗵𝘀𝗼𝗻 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿𝗶𝗯𝘂, 𝗦.𝗛., 𝗦.𝗜.𝗞 mengungkapkan keprihatinannya atas terjadinya empat kali tawuran (tarkam) dalam sepuluh bulan terakhir yang dipicu salah paham remaja. Ia mengajak semua pihak bergandengan tangan dan menawarkan dukungan bagi ide kreatif pemuda. Senada dengan itu, 𝗗𝗮𝗻𝗿𝗮𝗺𝗶𝗹 𝟭𝟱𝟬𝟴/𝟬𝟮-𝗚𝗮𝗹𝗲𝗹𝗮, 𝗞𝗮𝗽𝘁𝗲𝗻 𝗜𝗻𝗳. 𝗦𝘂𝗵𝗮𝗿𝗻𝗼, menekankan pentingnya disiplin bagi anak usia sekolah, termasuk larangan berkeliaran di atas jam 10 malam guna menghindari kesalahpahaman.
𝗪𝗮𝗸𝗶𝗹 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗛𝗮𝗹𝘂𝘁 𝗗𝗿. 𝗞𝗮𝘀𝗺𝗮𝗻 𝗛𝗶 𝗔𝗵𝗺𝗮𝗱, 𝗦.𝗔𝗴., 𝗠.𝗣𝗱 menekankan kembali nilai sejarah bahwa Islam dan Kristen adalah satu kesatuan di Galela, berkaca pada perjuangan Yasin Gamsungi bersama sahabat-sahabat Kristennya. Ia mengingatkan bahwa nilai tertinggi peradaban adalah kemanusiaan dan kasih sayang, serta semangat Merah Putih harus tetap menjadi pemersatu generasi muda.
Pesan Tegas 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗛𝗮𝗹𝘂𝘁 𝗗𝗿. 𝗣𝗶𝗲𝘁 𝗛𝗲𝗶𝗻 𝗕𝗮𝗯𝘂𝗮, 𝗠.𝗦𝗶, menutup rangkaian sambutan dengan rasa bangga atas inisiatif pemuda. Ia mengapresiasi masyarakat Galela yang tetap objektif melihat konflik ini sebagai masalah kelompok, bukan masalah agama.
"Jika ada yang berbuat salah, amankan, jangan ikut-ikutan. Bijaklah dalam menggunakan media sosial agar tidak menjadi aktor penyebar isu provokatif," tegas Bupati. Ia juga menginstruksikan pihak kepolisian untuk menindak tegas secara hukum setiap pelaku penyebab tarkam demi menjaga masa depan daerah.
Acara diakhiri dengan pembacaan naskah deklarasi oleh Camat Galela Barat yang diikuti seluruh warga, penandatanganan petisi, dan penampilan kolaborasi Tarian Lalayon sebagai simbol kuatnya kebersamaan yang telah kembali terjalin. (𝐆𝐈𝐎).

