
Foto : Penggabungan SD Negeri 39 dan SMP Negeri 24 Ambon Tunda, Ortu dan Komite SD 39 Tolak, Minta Fasilitas SMP 24 Disetarakan Dulu
Ambon, Globaltimurnn.com – Rencana penggabungan SD Negeri 39 dan SMP Negeri 24 Kota Ambon belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Hal ini muncul setelah Ketua Komite SD 39 bersama orang tua murid mengeluarkan penolakan tegas, dengan alasan fasilitas sekolah mereka saat ini telah dibenahi secara mandiri dan siap mendukung proses belajar mengajar, Senin, (02/03/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Edi Tasso, menjelaskan bahwa orang tua siswa SD 39 sangat aktif dalam membenahi kondisi sekolah. Mulai dari pembuatan taplak meja, perbaikan seng dan plafon, hingga penyediaan speaker di setiap ruang kelas. Bahkan hasil karya siswa juga dipajang di seluruh ruangan untuk mempercantik lingkungan belajar.
“Orang tua di SD 39 benar-benar peduli. Mereka yang langsung menangani perbaikan kerusakan dan melengkapi segala kebutuhan kelas agar anak-anak merasa nyaman,” jelas Tasso.
Sebelumnya, Ketua Komite SMP 24 juga pernah mempermasalahkan perbedaan bunyi lonceng di kedua sekolah. Setelah melalui pertemuan, kedua pihak telah menyepakati untuk menyamakan lonceng dan menyesuaikan jam belajar ke depannya.
Namun persoalan utama tetap berada pada kesiapan fasilitas di SMP 24. pihak SD 39 menyatakan bersedia bergabung hanya jika SMP 24 terlebih dahulu melengkapi dan memperbaiki sarana prasarana agar setara.
“SD 39 meminta agar beberapa hal di SMP 24 diperbaiki dulu, seperti pintu toilet yang rusak, kelengkapan gorden kelas, serta berbagai sarana penunjang pembelajaran lainnya,” ungkap Tasso.
Kepala SD 39 juga menyampaikan adanya trauma masa lalu terkait kondisi bangunan sekolah yang belum memadai, yang menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan soal penggabungan.
Meski demikian, Kadis Pendidikan menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan kedua pihak sekolah. “Kami tidak akan memaksakan kehendak. Jika keduanya sudah siap dan sepakat, maka penggabungan bisa segera dilakukan,” tegasnya.
Tasso juga menambahkan bahwa setiap keunggulan fasilitas yang ada di sekolah harus bisa dijadikan contoh bagi sekolah lain. “Kalau ada yang baik dan mendukung kenyamanan belajar di sebelah, kenapa tidak kita tirukan? Yang paling penting adalah anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang maksimal,” katanya.
Dinas Pendidikan Kota Ambon berharap komunikasi antara kedua sekolah terus berjalan dengan baik, sehingga dapat ditemukan solusi terbaik yang bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan dan kenyamanan belajar seluruh siswa. (Za)