
Foto : Pria 67 Tahun Akhiri Hidupnya Dengan Melompat Dari JMP, Diduga Depresi Akibat Takut Akan Dilaporkan Ke Polisi
Ambon, Globaltimurnn.com - Satu warga Jl. Bunga Wijaya Kusuma Lrg. Bonsai RT 007 RW 003 Kel. Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Prov. Sulawesi Tenggara, yang USW berdomisili pada Kos-Kosan Ibu Linda Natalia Talahatu, RT 003/RW 005 Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, melompat dari JMP dengan mengunakan baju kaos warna hitam dan celana levis pendek warna biru.
Pria 67 tahun tersebut diketahui bernama Frans Juzuph alias La Bosa, yang pekerjaan keseharian-nya adalah sebagai buru harian lepas.
Insiden bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 19 : 30 Wit, petang kemarin.
Menurut keterangan Saksi Zahman yang dalam penjelasannya" awalnya saksi dan beberapa teman saksi sementara memancing ikan dibawah JMP, beberapa saat kemudian saksi bersama beberapa temannya mendengar suara orang berteriak yang kemudian terdengar bunyi hempasan air laut, saksi bersama teman-temannya sempat mengira bahwa itu sampah yang dibuang oleh orang dari atas JMP, akan tetapi saksi dan teman-temannya tidak percaya bahwa itu sampah dan saksi bersama teman-temannya kemudian berinisiatif untuk menyebar dibawah JMP untuk mencari sumber suara tersebut.
Beberapa saat kemudian salah satu teman saksi Mardo berteriak bahwa telah menemukan korban.
Teman-teman saksi kemudian tidak berani untuk mengangkat korban dari dalam air laut, dan kemudian saksi yang mengangkat korban dari air laut ke perahu saksi dan saksi sempat mengecek denyut nadi korban, akan tetapi korban tidak ada denyut nadi lagi, Saksi kemudian mengevakuasi jenazah ke pesisir pantai (darat) Desa Galala.
Informasipun menyebar cepat, dan dalam waktu singkat tiba di TKP Bhabinkamtibmas Desa Galala saat mendapat laporan dari warga via tlp, dan segera bersama Babinsa Desa Galala menuju pesisir pantai Desa Galala (bawah JMP) untuk menjemput jenazah dan kemudian mengevakuasi jenazah ke gedung serbaguna Desa galala sambil menunggu mobil Ambulance RS. Bhayangkara Ambon.
Kemudian Kapolsek Sirimau bersama Pers Piket Polsek Sirimau tiba di gedung serbaguna Desa Galala.
Tak lama kemudian Mobil Ambulance dari RS. Bhayangkara Ambon tiba di gedung serbaguna Desa Galala, kemudian Kapolsek Sirimau, Bhabinkamtibmas Desa Galala bersama Babinsa Desa Galala mengangkat jenazah ke dalam mobil Ambulance.
Jenazah dilarikan ke RS. Bhayangkara guna di tempatkan pada ruang Pemulasaran Jenazah RS. Bhayangkara Ambon.
Belum diketahui secara pasti korban mengakhiri hidupnya (bunuh diri) dengan cara melompat dari atas JMP, akan tetapi diduga korban mengakhiri hidupnya (bunuh diri) karena depresi.
Saat ini jenazah sementara berada di ruang Pemulasaran RS. Bhayangkara Ambon sambil menunggu pihak keluarga.
Pada Jenazah tidak ditemukan identitas, kemudian tim Inafis Polresta Ambon bersama Bhabinkamtibmas Desa Galala mengecek ke alamat jenazah (Kos-Kosan), dan ditemukan identitas jenazah berupa KTP.
Keterangan tambahan kaitannya dengan Kematian Korban Bunuh Diri dengan cara diduga melompat dari Jembatan Merah Putih Ambon yakni" Menurut salah satu warga sekitar yang kenal dengan korban yang juga adalah pemilik kos - kosan Linda Natalia Talahatu (71) mengungkapkan" Sebelum kematian Korban sekira pukul 18.05 WIT, saksi sementara berada dirumah dan mendengar cerita dari ponakanya yang masih anak anak Aisa Fania Nazila (9).
Dalam cerita itu menceritakan bahwa" ia sudah beberapa dicabuli oleh korban setelah mendengar cerita ponakanya, pemilik kos langsung keluar rumah dan mendatangi tempat jualan korban dan menyampaikan bahwa kenapa mencabuli anak kecil dan akan melaporkan perbuatanya ke pihak Kepolisian, setelah itu ia kembali ke rumah.
Setelah kembali, tak lama kemudian sekitar Pukul 20.35 Wit, pemilik kos mendapat informasi dari warga sekitar ada sosok orang tua ditemukan di perairan laut Galala diduga lompat dari Jembatan Merah Putih dan Jenazah Korban telah dibawah ke RS. Bhayangkara Ambon dengan Ambulance.
Mendengar informasi itu, pemilik kos bergegas ke RS Bhayangkara, dan setibanya di Rumah Sakit saat mengecek dan melihat Korban diruangan Pemulasaran Jenazah ternyata betul Korban merupakan orang yang dikenalinya yang telah mencabuli ponakanya. Tutup saksi (Rdks)