
Foto : Miris,,, Pembongkaran Tenda Gereja Di Murnaten Mencidrai Nama Nama Baik Organisasi Gereja
Murnaten, Globaltimurnn.com - Bukan sekadar tenda yang roboh di Desa Murnaten hari ini. Yang runtuh adalah simbol toleransi yang nyaris tak bersisa.
Peristiwa pukul 02.00 WIT. Pembongkaran dan penghancuran tenda yang rencananya digunakan untuk pengorganisasian jemaat GMAHK, Bukanlah ledakan amuk massa spontan.
Ini adalah klimaks dari kebencian diam-diam yang dipupuk oleh ketidaktahuan teologis, dibungkus narasi takut pembangunan gedung, dan dilegitimasi via secarik surat keberatan yang kini menjadi bukti paling ironis dalam liputan ini.
Dalam foto terlampir, tertulis judul tegas:
PERNYATAAN KEBERATAN UNTUK PROSES PELEMBAGAAN TEMPAT ADVENT JANG KE-57 DIDAERAH MISI MALUKU WILAYAH DESA MURNATEN.
Kata pelembagaan terdengar megah, namun kegiatan yang direncanakan Hanyalah pengorganisasian jemaat kecil tidak lebih dari perkumpulan doa dan studi Alkitab di bawah tenda. Tidak ada peletakan batu pertama. Tidak ada bangunan permanen.
TERTANDA TIBAKU, Pemerintahan Desa Murnaten, Jematan GPLM Murnaten, Pihak Pendidikan Utama Desa Murnaten, Ini bukan sekadar tiga lembaga, Ini adalah eksekutif desa, lembaga adat / gereja arus utama, dan otoritas pendidikan.
Ketiganya bersepakat memblokir satu kegiatan rohani yang tidak merugikan siapa pun, Tidak satupun pasal dalam UU tentang Pengelolaan Rumah Ibadat yang dilanggar, Ini hanya pengorganisasian jemaat sebuah hak konstitusional yang dijamin Pasal 29 UUD 1945. Maka surat ini adalah kertas kosong bermaterai ketakutan.
MENGAPA GMAHK “DIBENCI”?
GMAHK tidak aneh tanpa alasan, Mereka berpegang pada tiga landasan Alkitab yang justru paling konsisten dengan Perjanjian Lama dan Baru, Inilah yang membuat mereka ironisnya paling Alkitabiah di antara gereja-gereja Kristen, namun paling sering dituduh sesat.
1. PEMELIHARAAN HARI SABAT (HARI KETUJUH)
Dasar Alkitab Kejadian 2:2-3; Keluaran 20:8-11; Markus 2:27 (Sabat diadakan untuk manusia). Yang terjadi: Yesus sendiri memelihara Sabat (Lukas 4:16). Para rasul juga (Kisah Para Rasul 17:2). Gereja Katolik secara terbuka mengakui bahwa mereka memindahkan Sabat ke Minggu atas otoritas gereja, bukan Alkitab (lihat The Convert’s Catechism, 1913).
Inti masalahnya GMAHK mengembalikan ibadah pada perintah Allah yang tidak pernah dicabut. Masyarakat yang terbiasa beribadah Minggu merasa disalahkan dan rasa bersalah itu sering berubah menjadi kebencian.
2. TIDAK MEMAKAN MAKANAN HARAM (Imamat 11)
Dasar Alkitab Imamat 11:1-47; Ulangan 14:3-21; Yesaya 66:17. Yang terjadi, Daging babi, darah, hewan melata, dan binatang buas tidak dikonsumsi. Ini bukan agama baru, melainkan hukum kesehatan Allah yang terbukti ilmiah.
3. MEMPRAKTIKKAN KASIH SEPERTI YESUS
Dasar Alkitab: Matius 25:35-40 Aku lapar dan kamu memberi Aku makan; 1 Yohanes 3:18 Jangan mengasihi dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan.
Yang terjadi: GMAHK memiliki sistem kesehatan, pendidikan, dan aksi bencana yang terstruktur. Di banyak daerah, mereka membangun klinik gratis dan sekolah untuk semua kalangan.
Mengapa dibenci: Karena kasih yang nyata sering membuat resah mereka yang nyaman dengan agama seremonial. Kasih tanpa pamrih adalah tuduhan diam-diam terhadap agama yang kaku.
Jika warga benar-benar anti pembangunan gedung, mengapa mereka tidak menggugat balai desa, sekolah, atau rumah ibadah yang sudah berdiri? Jawabannya: Karena yang mereka tolak bukan bangunan, melainkan keberadaan kelompok yang berbeda.
Di tengah tenda yang dihancurkan, GMAHK justru menunjukkan konsistensi kasih alkitabiah yang menjadi ciri khasnya. Roma 12:20 Jika seterumu lapar, berilah dia makan, jika haus, berilah dia minum.
Ajaran Advent: Tidak ada pembalasan, Tidak ada provokasi, Tidak ada perlawanan fisik.
Faktanya di lapangan, Tidak ada bentrokan. Jemaat mundur dengan tenang. Inilah kekuatan sejati Advent: Mereka tidak membalas kebencian dengan kebencian.
Masyarakat Murnaten menolak pengorganisasian jemaat Advent karena menganggap mereka berbeda dan mengancam. Namun justru perbedaan itu kasih tanpa kekerasan, kepatuhan pada semua perintah Allah, dan hidup sehat adalah berita terbaik yang pernah ingin dibawa Advent ke desa itu.
Tenda di Murnaten tidak hanya dirobohkan oleh tangan-tangan takut akan sak semen. Ia dirobohkan oleh ketakutan terhadap kebenaran Alkitab yang lebih murni sebuah kebenaran yang mengembalikan Sabat, memurnikan meja makan, dan menghidupkan kasih tanpa drama. (GW)