Stok Pangan & BBM Aman Jelang Ramadhan-IdulFitri, Pemprov Maluku Minta Warga Jangan Panik Beli - globaltimurnn.com


Jumat, 13 Februari 2026

Stok Pangan & BBM Aman Jelang Ramadhan-IdulFitri, Pemprov Maluku Minta Warga Jangan Panik Beli

Foto : Stok Pangan & BBM Aman Jelang Ramadhan-IdulFitri, Pemprov Maluku Minta Warga Jangan Panik Beli

Ambon
, Globaltimurnn.com – Tak perlu khawatir akan kekurangan kebutuhan pokok Pemerintah Provinsi Maluku menjamin ketersediaan bahan pangan dan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi sangat aman menjelang Ramadhan dan IdulFitri 1447 Hijriah, bahkan hingga dua bulan setelah hari raya suci tersebut, jumat, (13/02/2026). 

 

Kepastian ini disampaikan Asisten II Sekda Provinsi Maluku, Kasrul Selang, selaku juru bicara pemerintah daerah, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Maluku pada Jumat siang. Ia menegaskan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh perangkat daerah untuk menjaga ketahanan pangan tetap terjaga dengan baik.

 

"Belanjalah secara bijak dan sesuai kebutuhan saja! Jangan ada yang tergoda menumpuk barang karena stok sudah dipastikan cukup dan mudah dijangkau. Tujuan kita adalah agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan hati yang tenang tanpa khawatir tentang kebutuhan sehari-hari," tegas Kasrul. 

 

Menjelang Ramadhan, pemerintah memperkirakan kebutuhan pangan masyarakat akan naik antara 12 hingga 20 persen. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan harga, telah dibentuk satuan tugas (satgas) pengendalian harga, keamanan, dan distribusi pangan yang akan melakukan pengawasan mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat.

 


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Fadillah Attamimi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi mendalam terhadap komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga, berdasarkan tren dari tahun 2024 hingga awal 2025. Meski ada empat momen besar keagamaan yang akan datang Tahun Baru Imlek, Ramadhan, IdulFitri, dan satu acara penting lainnya namun Ramadhan dan IdulFitri dinilai sebagai periode yang paling berdampak pada lonjakan konsumsi.

 

"Satu bulan sebelum Ramadhan, kita mengantisipasi 11 komoditas yang cenderung naik harga, seperti beras, sayur hijau, wortel, kacang panjang, kacang buncis, mentimun, dan minyak goreng. Sedangkan satu bulan setelah IdulFitri, perlu diwaspadai harga cabai rawit, cabai merah, tomat, ikan, telur, bawang putih, susu kental manis, dan ikan asap," jelas Fadillah.

 

Data minggu pertama Februari 2026 menunjukkan bahwa bawang merah dan beras masih berada di atas rata-rata harga tiga tahun terakhir, meskipun sudah menunjukkan tren penurunan. Sementara itu, harga telur, cabai merah, dan cabai rawit tercatat relatif stabil.

 

Dari 15 komoditas yang diatur melalui Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP), 11 komoditas dijual sedikit di atas harga acuan. Namun, komoditas seperti beras medium, beras SPHP, beras medium non-SPHP, dan daging sapi masih berada di bawah batas HET dan HAP.

 

Untuk kebutuhan Februari 2026 saja, Maluku diperkirakan membutuhkan sekitar 23.500 ton beras dan 1.649 ton minyak goreng. Setelah melakukan perhitungan neraca pangan antara kebutuhan dan ketersediaan stok, hasilnya menunjukkan bahwa beras, daging sapi, telur, bawang, dan minyak goreng berada pada garis aman hingga dua bulan setelah Ramadhan.

 

"Mengenai cabai merah dan cabai rawit yang tercatat di bawah batas aman dalam perhitungan stok, ini disebabkan sifat komoditas yang mudah rusak dan pasokannya bersiklus cepat. Jadi stok di pasar akan terus diperbarui setiap beberapa hari, jadi tidak perlu khawatir," jelas Fadillah.

 

Untuk membantu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemprov Maluku juga akan menggelar kegiatan pasar murah sebanyak tujuh kali hingga menjelang Hari Raya, dengan fokus utama di Kota Ambon.

 

Tak hanya pangan, stok BBM juga dipastikan aman. Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku, Abdul Haris, menyampaikan data per 10 Februari 2026 yang menunjukkan kondisi stok sangat memastikan:

 

1, Minyak tanah : Tersedia 221.082,6 kiloliter dengan konsumsi rata-rata 299 kiloliter per hari cukup hingga 81 hari ke depan atau akhir April 2026.


2, Solar subsidi : Tersedia 14.625 kiloliter dengan ketahanan sekitar sembilan hari, namun pasokan akan diperbarui setiap minggu melalui kapal pengangkut yang rutin melakukan dropping.


3, Pertalite : Tersedia 8.101 kiloliter dengan ketahanan sekitar 51 hari atau hingga awal April 2026.


4, LPG : Tersedia 206 metrik ton dengan distribusi rata-rata 8 metrik ton per hari cukup hingga 25 hari ke depan dan masih mencukupi untuk IdulFitri.

 

"Jika menemukan kekosongan BBM di titik tertentu, jangan langsung panik beli Segera laporkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat agar bisa dilakukan koordinasi dan ekstra dropping dengan segera," pinta Abdul Haris.

 

Pemerintah Provinsi Maluku berharap dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, instansi vertikal, distributor, dan seluruh masyarakat, stabilitas harga serta ketersediaan pangan dan energi akan tetap terjaga dengan baik selama periode Ramadhan hingga IdulFitri. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT