
Foto : Menuju Satu Abad GPM Persidangan Ke 44 GPM Silo Padukan Pelayanan Umat dengan Membangun Ambon Bersama Pemerintah Kota
Ambon, Globaltinurnn.com - Persidangan Ke 44 Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Silo Tahun 2026 bukan hanya sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum emas untuk menyusun peta jalan pelayanan gereja yang lebih kokoh, serta menjalin sinergi erat dengan Pemerintah Kota Ambon dalam membangun kota yang lebih baik.
Digelar pada Minggu (08/02/2026) di Ruang Ibadah Gereja Silo, acara yang diikuti oleh 205 peserta dari berbagai unsur jemaat mulai dari majelis, sektor pelayanan, hingga pendeta domisili menghadirkan berbagai pembahasan krusial, mulai dari penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Jemaat (APBJ) hingga merespons tantangan yang dihadapi umat dan masyarakat.
Dengan tema "Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM" dan subtema "Layanilah Umat dengan Tekun sesuai Kasih Allah" berdasarkan ayat 1 Petrus 5:10, persidangan ini telah melalui tahapan persiapan matang, pemahaman tema pada 26 Januari 2026, uji publik Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) pada 29 Januari 2026, serta dua kali pra-sidang pada 31 Januari 2026.
Christian Louhenapessy, Ketua Panitia Persidangan yang terdiri dari 80 orang dan dilantik sejak April 2025, menegaskan bahwa gereja harus hadir secara nyata di tengah realitas kehidupan masyarakat. "Kita dipanggil untuk tidak hanya berdiam diri, melainkan menjadi bagian solusi bagi berbagai persoalan yang ada," ucapnya.
Sementara itu, Pdt. S.D. Kesaulya dari Majelis Pekerja Klasis GPM Kota Ambon yang membuka sidang mengemukakan bahwa persidangan jemaat adalah bentuk ketaatan terhadap konstitusi gereja dan pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Kepala Gereja. Ia juga mengapresiasi penyusunan RPPJ 2026-2030 yang menjadi arah pelayanan lima tahun ke depan setelah melalui proses panjang dan transparan.
Hadir secara khusus, Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengajak jemaat GPM Silo untuk bersinergi menghadapi tantangan kota, termasuk pemotongan anggaran daerah sebesar Rp162 miliar dan penurunan TPP ASN. "Kita harus beradaptasi dan bekerja sama.
Ambon membutuhkan kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan, lingkungan hidup, dan keamanan agar investor datang dan kesejahteraan umat meningkat," tegasnya. Ia juga mendorong gerakan keluarga menanam, melaut, dan memasarkan, serta partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan kota.
Acara ini juga menjadi momen khusus karena merupakan persidangan terakhir bersama Ketua Majelis Jemaat GPM Silo, Pdt. D. Picauly, yang telah mengakhiri masa tugasnya pada tahun 2025. Apresiasi hangat disampaikan kepada seluruh pelayan dan umat yang telah mendukung pelayanan jemaat.
Diharapkan, hasil persidangan ini akan memberikan dampak nyata dalam memperkuat iman umat, meningkatkan kesejahteraan, serta membangun Ambon yang aman, damai, dan berkeadilan. (Za)
