
Foto : Jangan Biarkan Digital Merusak Budaya! Walikota Ambon Tegaskan: Media Sosial Harus Santun dan Beretika
Ambon, Globaltinurnn.com – Menanggapi viralnya video seorang TikTokers berinisial G asal Ambon yang mengandung unsur vulgar dan menimbulkan keresahan masyarakat, Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengeluarkan seruan tegas agar warga lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Walikota saat ditemui awak media di Gereja Silo pada Minggu, (08/02 2026), dengan menekankan bahwa ruang digital bukanlah wilayah bebas tanpa aturan melainkan ruang publik yang dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak di bawah umur.
“Kita punya akar budaya dan norma sosial yang patut dijaga. Tidak ada alasan untuk menyebarkan konten yang vulgar atau merusak nilai-nilai yang kita junjung tinggi di Ambon dan Maluku,” jelas Bodewin dengan nada tegas.
Pemerintah Kota Ambon telah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebarkan imbauan resmi terkait larangan penyebaran konten pornografi maupun konten yang menyalahi norma sosial-budaya. Imbauan ini selaras dengan ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang berlaku di tanah air.
Menurut Walikota, kecepatan menyebarkan konten bukanlah tujuan utama dalam dunia maya. “Media sosial bukan kompetisi siapa yang paling cepat membuat hal jadi viral, melainkan tentang siapa yang mampu menjaga ruang digital tetap sehat dan penuh rasa hormat,” tegasnya.
Bodewin berharap, seluruh elemen masyarakat bisa bersinergi menjunjung tinggi adat istiadat dan nilai lokal, sehingga Ambon dan Maluku tidak dikenal sebagai daerah yang menghasilkan konten negatif di dunia maya melainkan justru menjadi teladan dalam berinteraksi secara santun dan beradab di ruang digital.
Tak hanya mengimbau masyarakat, Pemerintah Kota juga mendorong aparat keamanan untuk melakukan penegakan hukum sesuai prosedur jika ditemukan pelanggaran dalam penyebaran konten tidak pantas. “Proses hukum akan berjalan sesuai aturan, namun yang paling utama adalah kita bangun kesadaran kolektif untuk menjaga keharmonisan dan martabat budaya kita,” pungkasnya.
Semoga kesadaran bersama ini mampu menjadi benteng yang kokoh menjaga nilai-nilai luhur Maluku di tengah derasnya aliran informasi di era digital saat ini. (Za)