Ibadah Buka Usbu Lapas Saparua, Firman Tuhan Kuatkan Hati Warga Binaan - globaltimurnn.com


Selasa, 24 Februari 2026

Ibadah Buka Usbu Lapas Saparua, Firman Tuhan Kuatkan Hati Warga Binaan

Foto : Ibadah Buka Usbu Lapas Saparua, Firman Tuhan Kuatkan Hati Warga Binaan

Saparua
, Globaltimurnn.com – Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua melaksanakan ibadah Buka Usbu yang dihadiri warga binaan, pegawai, staf, serta peserta magang Kemnaker Batch II Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan guna memperkuat mental dan spiritual warga binaan, Senin (23/02/2026).


Ibadah berlangsung tertib dengan rangkaian prosesi yang diawali lagu pembuka, doa pembuka, serta pujian bersama. Selanjutnya dilaksanakan doa pembacaan Alkitab sebelum pembacaan firman Tuhan, dilanjutkan renungan singkat, lagu pengiring persembahan syukur, doa syafaat, pujian penutup, dan doa berkat sebagai akhir ibadah.


Firman Tuhan yang diambil dari Injil Lukas 6:43-45 dibacakan oleh J.P, warga binaan Lapas Saparua. Saat membacakan ayat tersebut, ia menyampaikan, “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari rumput duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya meluap dari hatinya,” ucapnya.


Melalui renungan yang disampaikan, peserta ibadah diajak memahami bahwa kualitas hidup seseorang merupakan cerminan dari kondisi hati. Perubahan perilaku dimulai dari pembenahan hati, sehingga setiap perkataan dan tindakan mampu menghasilkan buah yang baik dalam kehidupan sehari-hari.


Staf Pembinaan Lapas Saparua, Florianty Talakua, menegaskan pentingnya kegiatan kerohanian dalam proses pembinaan. “Ibadah seperti ini bukan sekadar rutinitas, tetapi ruang untuk membangun kesadaran. Kami berharap setiap warga binaan benar-benar menghayati firman yang didengar, sehingga ada perubahan sikap yang nyata dalam keseharian,” ungkapnya.


Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, turut menyampaikan komitmennya dalam mendukung pembinaan spiritual di lingkungan lapas. “Pembinaan tidak hanya menyentuh aspek keterampilan, tetapi juga mental dan rohani. Kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapat kesempatan memperbaiki diri, sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka membawa nilai-nilai kebaikan yang sudah ditanamkan selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.


Melalui pelaksanaan ibadah Buka Usbu ini, Lapas Kelas III Saparua terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas sebagai fondasi utama perubahan diri warga binaan. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT