Fadhillah Letsoin Berhasil Raih Emas Di Lomba Kecerdasan Olimpyade Matematika Tingkat Nasional, Harumkan Nama Maluku Dan SBB - globaltimurnn.com


Selasa, 03 Februari 2026

Fadhillah Letsoin Berhasil Raih Emas Di Lomba Kecerdasan Olimpyade Matematika Tingkat Nasional, Harumkan Nama Maluku Dan SBB

Foto : Fadhillah Letsoin Berhasil Raih Emas Di Lomba Kecerdasan Olimpyade Matematika Tingkat Nasional, Harumkan Nama Maluku Dan SBB

SBB
, Globaltimurnn.com - Namanya Fadhillah Letsoin, Setiap hari, langkah kakinya menyentuh debu jalan dusun resettlement pulau Osi, Desa Ety, Kabupaten Seram Bagian Barat. 


Fadhillah Letsoin anak kedua dari Jusuf Letsoin dan Rani Mansur, Fadhillah Letsoin potensi akademiknya sudah terasa dari sejak masih berada di bangku SD. 


Dari kelas 1 sampai Kelas 6 Fadhillah Letsoin meraih rengking satu, bahkan masuk ke SMP sejak kelas 1 sampai Kelas 3 pun rengking satu. 


Fadhillah Letsoin dua kali mengikuti lomba sains matematika tingkat Provinsi dan selama dua kali itu berhasil masuk dua besar finalis. 


Udara yang dihirupnya adalah udara pantai dan pegunungan dusun terpencil, dan suara yang mengiringi adalah gemericik sungai kecil dan kicauan burung. 


Di sebuah tempat yang sering disebut tertinggal dalam peta pendidikan nasional demikian pula dalam sistem pembangunan sering dilupakan oleh para pemimpin, di situlah masa depannya ditenun.


Ayahnya, Bapak Uchu Letsoin, dan ibunya Rani Mansur, dengan tangan yang penuh keyakinan, melepaskannya ke gerbang SMP Negeri 2 SBB. Mereka mungkin tidak punya akses ke tutor kelas dunia, atau lembaran kerja berteknologi tinggi. 


Yang mereka miliki adalah tanah yang mengajarkan kesabaran, langit yang mengajarkan tentang luasnya cita-cita, dan hati yang percaya bahwa ilmu adalah cahaya.


Dan cahaya itu bersinar, Ketika kabar tentang Olimpiade Sains sampai ke telinganya, Fadhillah tidak melihatnya sebagai sebuah kompetisi melawan raksasa-raksasa dari kota besar. 


Ia melihatnya sebagai sebuah pintu. Sebuah pintu untuk membuktikan bahwa jarak geografis bukanlah batas kecerdasan, bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penjara bagi imajinasi ilmiah.


Dengan bimbingan para guru hebat di sekolahnya, para pahlawan tanpa jubah yang dengan sumber daya seadanya mencurahkan ilmu dan motivasi Fadhillah melangkah, Dari tingkat sekolah, Kabupaten, provinsi, hingga akhirnya… panggung nasional.


Di sana, di ruang yang sama, ia duduk, Berdampingan dengan siswa-siswa pilihan dari seluruh penjuru Nusantara, yang mungkin telah dilatih dengan metode super, fasilitas mumpuni, dan bimbingan intensif. 


Napasnya sama, detak jantungnya sama, soal di depannya sama, Pada momen itu, segala label "tertinggal" luruh, Yang ada hanyalah kesetaraan di hadapan ilmu pengetahuan.


Dan Fadhillah, anak dusun dari Kawa, tidak hanya duduk setara, Ia unggul, Ia mengukir namanya dengan tinta emas, Medali emas itu bukan hanya sepotong logam, ia adalah sebuah deklarasi.


Deklarasi bahwa kecemerlangan bisa tumbuh di mana saja. Bahwa semangat belajar yang menyala-nyala, ditopang oleh dukungan keluarga yang kokoh dan guru yang penuh dedikasi, adalah formula terhebat yang mampu mengalahkan segala keterbatasan.


Prestasi Fadhillah Letsoin adalah cambuk bagi narasi pesimisme. Ia adalah bukti nyata bahwa di balik gunung, di ujung jalan yang belum sepenuhnya mulus, tersimpan mutiara-mutiara bangsa yang hanya butuh kesempatan untuk bersinar.


Selamat, Nona Manis Fadhillah Letsoin!! Selamat, Bapa Uchu Letsoin dan Mama Rani Mansur, Selamat, para guru SMP Negeri 2 SBB, Kalian telah mengajarkan pada kita semua bahwa Pendidikan bukanlah tentang di mana kamu berdiri, tetapi tentang seberapa jauh mimpi itu melompat dari hatimu, dan seberapa kuat tekadmu untuk mengejarnya.


Dusun Resettlement pulau Osi hari ini tak lagi hanya ada di peta geografis, Ia sekarang tercatat dengan bangga di peta prestasi anak bangsa, Terima kasih telah menjadi inspirasi, Bintang dari Timur itu nyata, dan namanya Fadhillah Letsoin. (Rdks) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT