𝐏𝐞𝐦𝐝𝐚 𝐇𝐚𝐥𝐮𝐭 𝐒𝐚𝐥𝐮𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐊𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐣𝐢𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐋𝐨𝐧𝐠𝐬𝐨𝐫 𝐝𝐢 𝐋𝐨𝐥𝐨𝐝𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚 - globaltimurnn.com


Rabu, 04 Februari 2026

𝐏𝐞𝐦𝐝𝐚 𝐇𝐚𝐥𝐮𝐭 𝐒𝐚𝐥𝐮𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐊𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐣𝐢𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐋𝐨𝐧𝐠𝐬𝐨𝐫 𝐝𝐢 𝐋𝐨𝐥𝐨𝐝𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

Foto :  𝐏𝐞𝐦𝐝𝐚 𝐇𝐚𝐥𝐮𝐭 𝐒𝐚𝐥𝐮𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐭𝐮𝐚𝐧 𝐏𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐊𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐧𝐣𝐢𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐋𝐨𝐧𝐠𝐬𝐨𝐫 𝐝𝐢 𝐋𝐨𝐥𝐨𝐝𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

Halut
, Globaltimurnn.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) terus menunjukkan kepedulian dan komitmen terhadap masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor, khususnya di Kecamatan Loloda Utara. Meskipun status Tanggap Darurat Bencana telah resmi dicabut sejak 21 Januari 2026, perhatian pemerintah daerah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap berlanjut.


Bertempat di Gudang Bulog Gamsungi, Tobelo, Rabu (4/2/2026), mewakili Bupati Halmahera Utara, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Setda Halut, Valentino Leiwakabesy, secara resmi melepas bantuan pangan berupa beras untuk didistribusikan ke Kecamatan Loloda Utara melalui jalur transportasi darat.


Dalam sambutannya, Valentino menyampaikan apresiasi kepada Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Utara yang telah mempersiapkan dan mengamankan pasokan beras bagi masyarakat terdampak bencana.


“Ini merupakan terobosan luar biasa dari Bupati Halmahera Utara yang telah menyurati Badan Pangan Nasional, sehingga ketersediaan beras dapat diakomodir dan disalurkan kepada masyarakat terdampak di Loloda Utara. Kita patut mengucapkan terima kasih kepada Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua,” ujar Valentino.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Halmahera Utara, Aditama Abas, menjelaskan bahwa Badan Pangan Nasional memiliki atensi kuat terhadap daerah-daerah rawan pangan dan rawan bencana. Menindaklanjuti surat dari Bupati Halut, Badan Pangan Nasional mengakomodir bantuan beras tahap pertama sebanyak 15 ton dan tahap kedua 16,5 ton, sehingga total keseluruhan mencapai 31,5 ton untuk Kabupaten Halmahera Utara.


Menurut Aditama, melalui mekanisme Cadangan Pangan Pemerintah Daerah, Bulog menyiapkan beras yang dapat segera diintervensi dan disalurkan apabila terjadi bencana di suatu wilayah.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Halmahera Utara yang telah menyurati Badan Pangan Nasional sehingga bantuan ini dapat direalisasikan,” ungkapnya.


Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Halmahera Utara, Hentje M.L. Hetharia, menambahkan bahwa bantuan beras tersebut disalurkan kepada masyarakat di Kecamatan Loloda Utara yang teridentifikasi rawan pangan, mencakup 12 desa dari Desa Pocao hingga Apulea.


Ia menjelaskan, bantuan diberikan dengan alokasi 10 kilogram beras per kepala keluarga (KK) untuk sekitar 1.700 lebih KK di 11 desa, dengan total kebutuhan beras mencapai 17 ton. Sebelumnya, sebanyak 2 ton telah disalurkan ke Desa Doitia saat pencabutan status tanggap darurat bencana.


Adapun teknis penyaluran dilakukan secara bertahap. Tahap pertama pada Kamis (5/2/2026) meliputi Desa Pocao, Kapa-Kapa, Gisik, Galao, dan Kailupa. Tahap kedua pada Sabtu (7/2/2026) disalurkan ke Desa Momojiu, Asmiro, dan Apulea. Selanjutnya, pada Senin (9/2/2026), bantuan akan disalurkan ke Desa Dorume, Ngajam, dan Wori Moi dengan jumlah yang sama.


“Selain bantuan beras, BPBD Halmahera Utara juga menyalurkan logistik lainnya kepada masyarakat Loloda Utara yang merupakan daerah rawan pangan akibat bencana,” ujar Hentje.


Melalui Kalak BPBD, Bupati Halmahera Utara berharap bantuan pangan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pemerintah daerah menegaskan akan terus memberikan perhatian penuh kepada seluruh warga terdampak bencana. ( 𝐆𝐈𝐎 ).

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT