Investasi Berkah, Sultra Sejahtera : OJK, BEI, Dan Kemenag, Dorong Literasi Pasar Modal Syariah Di Kota Kendari - globaltimurnn.com


Sabtu, 24 Januari 2026

Investasi Berkah, Sultra Sejahtera : OJK, BEI, Dan Kemenag, Dorong Literasi Pasar Modal Syariah Di Kota Kendari

Foto : Investasi Berkah, Sultra Sejahtera : OJK, BEI, Dan Kemenag, Dorong Literasi Pasar Modal Syariah Di Kota Kendari

Kendari
, Globaltimurnn.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bersinergi dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari, menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah. Rabu (21/1/26) 


Kegiatan tersebut terselenggara bertempat di Aula Gedung Kementerian Haji Kota Kendari.


Kegiatan ini diikuti oleh 76 peserta yang merupakan ASN pada lingkup kantor Kementerian Agama Kota Kendari.


Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, yang dalam kesempatan tersebut sambutannya disampaikan oleh Manajer Madya PEPK dan LMSt OJK Sulawesi Tenggara, Desiyani Patra Rapang, menyampaikan bahwa minat investasi masyarakat di Sulawesi Tenggara terus menunjukkan tren yang positif. 


Hal ini tercermin dari data per November 2025, dimana jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulawesi Tenggara telah mencapai 157.693 rekening, atau tumbuh sebesar 40,68 persen secara tahunan (year-on-year). 


“Pertumbuhan investor yang signifikan di Sulawesi Tenggara merupakan sinyal positif bagi penguatan inklusi keuangan daerah. Namun demikian, peningkatan partisipasi masyarakat di pasar modal juga harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai terkait risiko dan keamanan berinvestasi,” ujar Desiyani.


OJK Sulawesi Tenggara menekankan pentingnya penerapan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. 


Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan legalitas entitas yang menawarkan produk investasi serta menilai kewajaran imbal hasil yang dijanjikan, guna terhindar dari berbagai modus investasi ilegal seperti skema ponzi hingga duplikasi nama perusahaan berizin.


Lebih lanjut disampaikan bahwa berdasarkan data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), total kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal di Sulawesi Tenggara mencapai Rp21,8 miliar. 


Kota Kendari menjadi wilayah dengan laporan aktivitas keuangan ilegal tertinggi, yaitu sebanyak 579 laporan, dimana total kerugian mencapai Rp10,7 miliar. 


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi terkait kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal sangat diperlukan.


Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Hj. Marni, yang menyampaikan apresiasi kepada OJK Sulawesi Tenggara atas inisiatif dan sinergi yang terjalin dalam penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah. 


Kemenag Sulawesi Tenggara menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai upaya peningkatan literasi keuangan syariah, khususnya di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).


Kepala Kantor BEI Sulawesi Tenggara, Bayu Saputra, juga turut hadir dan menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir maupun ragu untuk berinvestasi di pasar modal syariah, termasuk kekhawatiran terkait aspek kehalalan. 


Pasar modal syariah di Indonesia telah melalui proses seleksi dan pengawasan oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan OJK, baik dari sisi kegiatan usaha emiten maupun rasio keuangan.


Penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal Syariah ini merupakan upaya peningkatan literasi dan inklusi pasar modal syariah sekaligus dukungan terhadap implementasi program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kota Kendari. 


Dengan sinergi antara OJK, BEI, dan Kemenag, diharapkan partisipasi masyarakat terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (V374)


Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT