𝐏𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫/𝐌𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐬𝐰𝐚 𝐓𝐞𝐰𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐬𝐭𝐢𝐰𝐚 𝐆𝐚𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐫𝐢 𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐥𝐦𝐚𝐡𝐞𝐫𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚 - globaltimurnn.com



Senin, 05 Januari 2026

𝐏𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫/𝐌𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐬𝐰𝐚 𝐓𝐞𝐰𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐬𝐭𝐢𝐰𝐚 𝐆𝐚𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐫𝐢 𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐥𝐦𝐚𝐡𝐞𝐫𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

Foto : 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫/𝐌𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐬𝐰𝐚 𝐓𝐞𝐰𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐬𝐭𝐢𝐰𝐚 𝐆𝐚𝐧𝐭𝐮𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐫𝐢 𝐝𝐢 𝐇𝐚𝐥𝐦𝐚𝐡𝐞𝐫𝐚 𝐔𝐭𝐚𝐫𝐚

𝐓𝐎𝐁𝐄𝐋𝐎, Globaltimurnn.com - Sosok seorang Mayat laki-laki telah ditemukan tewas akibat gantung diri di Desa MKCM Komplek Daeo, Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Selasa (06/01/2026). Korban yang ditemukan tidak bernyawa adalah Falentinus Bara alias Falen (21 tahun), seorang Pelajar atau Mahasiswa.

 

Menurut keterangan ayah korban, Agustinus Bara (58 tahun, tukang kayu), korban pergi meninggalkan rumah pada Senin (05/01/2026) pukul 12.00 WIT tanpa memberitahu tujuan. Ia baru pulang kerja malam pukul 20.00 WIT dan langsung tidur, sehingga tidak mengetahui kapan korban pulang. Pada Selasa pukul 10.15 WIT, ia mengetuk pintu kamar korban namun tidak ada jawaban. 


Setelah melihat melalui jendela dan sela pintu, ia menemukan korban dalam posisi tergantung dan meminta bantuan tetangga Medi Dodungo untuk mendobrak pintu. Saat pintu terbuka, korban sudah tidak bernyawa.

 

Ibu korban, Agustina Dodungo (36 tahun, PNS), mengaku pergi mengajar di SD Negeri 2 Desa Gamsungi pukul 07.00 WIT dan kemudian menghadiri pemakan di Desa MKCM. Ia mendapatkan pemberitahuan dari seorang teman untuk segera pulang, dan tiba di rumah menemukan banyak keluarga dan tetangga berkumpul serta korban terbujur kaku di tempat tidur.

 

Saksi pertama, Dian Dodungo (22 tahun, pelajar/mahasiswi), menyatakan bahwa pada Senin sore pukul 16.00 WIT, korban datang ke rumahnya untuk mengambil durian dan memberitahu rencana mengantarkannya ke pacarnya di Desa Wari. Korban juga menyampaikan bahwa ia sedang menghadapi masalah dan berniat mengakhiri hidup. Ia menasehati korban untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, namun korban tetap pergi.

 

Saksi kedua, Medi Dodungo (31 tahun, petani), mendengar tangisan ayah korban pukul 10.20 WIT saat akan pergi ke kebun. Ia langsung menghampiri dan membantu mendobrak pintu kamar, menemukan korban dalam posisi tergantung. Ia kemudian memanggil keluarga dan tetangga untuk membantu menurunkan korban.

 

Saksi ketiga, Eby Pawengkep (21 tahun, pelajar/mahasiswi, pacar korban), mengungkapkan bahwa pada Senin pukul 08.30 WIT, korban marah dan mengancamnya dengan pisau. Malam hari, korban datang mabuk setelah mengkonsumsi minuman keras, menyampaikan tuduhan bahwa ia memiliki pacar lain. 


Korban juga menyatakan tidak sanggup menahan tekanan hubungan yang tidak disetujui orang tuanya, berniat mengakhiri hidup dengan gantung diri, dan mengajaknya untuk bersama-sama bunuh diri. Ia mengirim pesan WhatsApp pukul 21.30 WIT, namun korban hanya membacanya tanpa membalas hingga tengah malam.

 

Pantauan Media Globaltimurnn.com bahwa motif bunuh diri korban kemungkinan akibat stres berat dikarenakan hubungan asmara yang tidak disetujui orang tua dan keluarga, serta tekanan psikologis yang membuat korban merasa tidak ada jalan lain. Korban juga memiliki ketergantungan emosional yang kuat pada pacarnya dan merasa tidak memiliki dukungan dari orang lain. Pihak keluarga korban tidak menginginkan penindakan lanjutan dari kepolisian dan telah membuat surat pernyataan penolakan otopsi. ( 𝐆𝐈𝐎 ).

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT