
Foto : SDN 75 Passo Hidupkan Toleransi Lewat Buka Puasa Bersama
Ambon, Globaltimurnn.com – Di tengah warna-warni kehidupan beragama di Kota Ambon, sebuah cerita kecil namun penuh makna menghiasi dunia pendidikan di Kecamatan Baguala. SD Negeri 75 Passo, yang mayoritas siswa dan guru beragama Kristen, mengajak tiga siswa Muslim serta tiga guru Muslim P3K-nya untuk meramaikan buka puasa bersama pada Kamis (05/03/2026).
Berlangsung di halaman sekolah yang terletak di Jalan Aipda Karel Satsuit Tubun, kegiatan ini bukan sekadar makan bersama ketika matahari terbenam. Lebih dari itu, ia menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan menanamkan nilai menghargai perbedaan sejak dini pada setiap anak didik.
Kepala Sekolah Sus Kristianti, S. Pd, mengungkapkan bahwa semangat inklusif ini sudah direncanakan tahun lalu, meskipun saat itu belum ada siswa Muslim di sekolah. "Tahun lalu kami sudah coba gelar, tapi belum ada anak-anak yang berpuasa. Sekarang ada tiga orang, dan meskipun jumlahnya tidak banyak, kami ingin mereka merasa diterima dan jadi bagian dari keluarga besar sekolah ini," ujarnya dengan nada hangat menggunakan dialek Ambon khasnya.
Dari total sekitar 220 siswa di sekolah tersebut, tiga siswa Muslim menjadi bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang. "Beta selalu bilang sama anak-anak, semua guru di sini adalah 'mama katong,' datang untuk menyayangi semua tanpa membeda-bedakan agama atau suku," tambahnya.
Kebersamaan lintas agama juga terlihat pada setiap perayaan hari besar. Para guru Muslim tak pernah absen saat sekolah merayakan Natal, baik tingkat sekolah maupun kecamatan. Sebaliknya, saat ada acara keagamaan Islam, seluruh komunitas sekolah juga turut mendukung dan memberikan dukungan.
Henny Ely, S.Pd, salah satu guru Muslim di sekolah, mengaku sangat bersyukur dengan suasana yang hangat tersebut. "Katong sangat Berterima kasih pada kepala sekolah dan semua rekan guru. Di sini, kita tidak melihat Kristen atau Islam kita hanya satu keluarga yang saling menjaga," ucapnya dengan senyum hangat.
Ia menambahkan bahwa semangat kebersamaan ini sudah mulai terpancar pada para siswa. "Anak-anak sudah belajar untuk menghargai teman-temannya yang berbeda keyakinan. Mereka bahkan saling mengingatkan saat ada acara penting satu sama lain," jelasnya.
Lewat kegiatan sederhana ini, SDN 75 Passo membuktikan bahwa toleransi bukan hanya pelajaran di buku teks, melainkan nilai yang hidup dan terasa di setiap sudut sekolah menjadi cerminan nyata semangat orang basudara yang menjadi daya tarik Kota Ambon. (Za)

