globaltimurnn.com

Deskripsi gambar

Kamis, 22 Oktober 2026

Cegah Gangguan Keamanan, Rutan Ambon Sita Silet, Paku, dan Gunting saat Sidak Blok Anggrek

Oktober 22, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Memastikan lingkungan hunian tetap aman dan tertib, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menggelar inspeksi mendadak (sidak) di kamar warga binaan. Dalam pemeriksaan di Blok Anggrek, Kamis (22/10/2026), petugas menemukan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan, yakni silet, paku, dan gunting.
Temuan tersebut langsung diamankan petugas sebagai langkah pencegahan terhadap kemungkinan penyalahgunaan barang yang dapat membahayakan keselamatan warga binaan maupun petugas.


Sidak ini dipimpin Kepala Subseksi Bimbingan Kerja (Kasubsi Bimker), Ode Ena, bersama jajaran petugas pengamanan. Pemeriksaan difokuskan pada Kamar 1, Kamar 2, Kamar 3, dan Kamar 4 di Blok Anggrek.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Rutan Ambon memperkuat pengawasan internal, meningkatkan deteksi dini, serta mencegah peredaran barang-barang yang tidak diperbolehkan berada di lingkungan hunian.


Dalam pelaksanaannya, petugas memeriksa sejumlah bagian kamar, mulai dari tempat tidur, lemari penyimpanan, barang pribadi warga binaan, hingga area lain yang berpotensi digunakan untuk menyimpan barang terlarang.


Penggeledahan dilakukan secara terkoordinasi dengan mengedepankan sikap profesional dan humanis serta berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) pengamanan yang berlaku.


Dari hasil pemeriksaan, silet, paku, dan gunting ditemukan dan kemudian diamankan untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan internal Rutan Ambon.


Keberadaan benda-benda tersebut menjadi perhatian petugas karena berpotensi disalahgunakan dan menimbulkan risiko terhadap keamanan serta ketertiban di dalam lingkungan pemasyarakatan.


Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Meta Putra, menegaskan bahwa sidak rutin merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan seluruh blok dan kamar hunian tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali.


Menurutnya, pengawasan yang dilakukan secara konsisten diperlukan untuk menekan potensi pelanggaran sekaligus memperkuat sistem pengamanan di lingkungan rutan.


“Sidak rutin ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan Ambon. Kami ingin memastikan seluruh blok dan kamar hunian terbebas dari barang-barang terlarang yang dapat menimbulkan gangguan keamanan,” ungkap Meta Putra.


Ia menambahkan, setiap temuan dalam kegiatan penggeledahan menjadi bahan evaluasi bagi jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas pengamanan.


Bagi Meta Putra, sidak tidak semata-mata berorientasi pada penemuan barang terlarang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengevaluasi efektivitas pengawasan serta mencegah potensi gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.


Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kerja, Ode Ena, menjelaskan bahwa pemeriksaan di Blok Anggrek merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi kamar hunian tetap aman serta meningkatkan kedisiplinan dalam mematuhi aturan.


“Penggeledahan kali ini kami fokuskan pada Blok Anggrek, mulai dari Kamar 1 hingga Kamar 4, dengan dukungan petugas pengamanan. Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan sejumlah barang terlarang berupa silet, paku, dan gunting. Seluruh barang tersebut langsung diamankan oleh petugas karena berpotensi disalahgunakan dan dapat mengganggu keamanan serta ketertiban,” jelasnya.


Ode Ena menegaskan, pemeriksaan berkala akan terus menjadi bagian dari pengawasan untuk meminimalkan kemungkinan masuk dan tersimpannya barang-barang yang tidak diperkenankan di dalam kamar hunian.


Selain melakukan penggeledahan, petugas juga memberikan imbauan kepada warga binaan agar mematuhi peraturan, tidak menyimpan barang terlarang, serta bersama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.


Rutan Ambon terus mendorong penguatan koordinasi antara jajaran subseksi dan petugas pengamanan agar pengawasan di setiap blok berjalan optimal dan berkesinambungan.


Melalui sidak rutin tersebut, jajaran Rutan Ambon berharap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini. Barang-barang yang berisiko juga dapat segera diidentifikasi dan diamankan sebelum menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.


Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa keamanan lingkungan pemasyarakatan membutuhkan pengawasan yang konsisten, kedisiplinan petugas, serta kepatuhan seluruh warga binaan terhadap ketentuan yang berlaku.


Dengan pengawasan yang semakin diperkuat, Rutan Kelas IIA Ambon berkomitmen menjaga lingkungan hunian tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan dengan baik. (Za)

Selengkapnya

Produktif dari Balik Lapas, Warga Binaan Lapas Piru Panen 52 Pepaya California dan 15 Ikat Kangkung

Oktober 22, 2026


Piru
, Globaltimurnn.com — Pembinaan di balik jeruji besi tak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan. Hal ini terlihat dari keberhasilan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru memanen 52 buah pepaya California dan 15 ikat kangkung dari kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (22/10/2026).


Panen tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan pertanian dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus sarana produktif bagi warga binaan. Melalui keterlibatan langsung dalam proses perawatan hingga pemanenan, mereka didorong untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.


Kegiatan ini melibatkan warga binaan bersama petugas dan peserta magang. Selain menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian, pengelolaan kebun SAE juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan secara produktif.


Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, mengatakan kegiatan pertanian memberikan pengalaman nyata bagi warga binaan untuk memahami proses budidaya tanaman sekaligus menghargai hasil kerja mereka.


“Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya terlibat dalam proses panen, tetapi juga belajar tentang perawatan tanaman, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam bekerja. Kami terus mendorong agar kegiatan pertanian di SAE menjadi sarana pembelajaran yang produktif,” ujarnya.


Ia menjelaskan, hasil panen yang diperoleh dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas dan sebagian dipasarkan guna mendukung ketersediaan bahan pangan di wilayah Piru.


Dengan demikian, kegiatan berkebun tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga memberikan nilai manfaat secara langsung bagi lingkungan pemasyarakatan dan masyarakat sekitar.


Manfaat pembinaan tersebut turut dirasakan warga binaan yang terlibat langsung dalam kegiatan pertanian. Salah seorang warga binaan berinisial R mengaku senang dapat mengikuti proses perawatan tanaman hingga memasuki masa panen.


Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus mengajarkan pentingnya ketekunan untuk memperoleh hasil yang baik.


“Saya senang bisa ikut merawat tanaman sampai akhirnya dipanen. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa hasil yang baik membutuhkan ketekunan dan tanggung jawab. Semoga keterampilan ini bisa bermanfaat bagi saya ke depannya,” ungkapnya.


Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan, sebab keterampilan praktis di bidang pertanian berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif ketika warga binaan selesai menjalani masa pidana.


Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas Piru, Muh. Ramdhan Basir, menilai panen pepaya California dan kangkung tersebut sebagai salah satu hasil konkret dari pengembangan potensi warga binaan.


Ia menegaskan bahwa pembinaan kemandirian perlu dilaksanakan melalui kegiatan nyata agar warga binaan memperoleh pengalaman kerja yang dapat diterapkan secara positif dalam kehidupan sehari-hari.


“Pembinaan kemandirian perlu dilaksanakan melalui kegiatan nyata agar Warga Binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan secara positif. Hasil panen ini menjadi salah satu wujud pembinaan produktif yang terus kami dorong,” jelasnya.


Menurutnya, pengembangan pertanian di lingkungan lapas perlu terus dilakukan agar kegiatan pembinaan semakin terarah, produktif, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mengembangkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah bebas.


“Kami ingin pembinaan di Lapas Piru tidak hanya membekali Warga Binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menyiapkan keterampilan yang berguna setelah bebas. Melalui kegiatan pertanian, kami turut mendukung ketahanan pangan dan pelaksanaan 15 Program Aksi Kemenimipas secara berkelanjutan,” tegasnya.


Panen 52 pepaya California dan 15 ikat kangkung ini memperlihatkan bagaimana lahan pembinaan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk pangan sekaligus membangun keterampilan warga binaan.


Lapas Piru berupaya menjadikan kegiatan pertanian sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, dengan mendorong keterlibatan aktif warga binaan dalam setiap tahapan produksi. Hasilnya diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menumbuhkan etos kerja, kemandirian, dan kepercayaan diri.


Melalui program tersebut, Lapas Piru terus menyelaraskan pembinaan warga binaan dengan upaya mendukung ketahanan pangan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama berada di dalam lapas dapat menjadi bekal untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan produktif setelah kembali ke masyarakat.


Dari kebun SAE, hasil panen bukan sekadar pepaya dan kangkung, melainkan juga gambaran upaya membangun kemandirian, menumbuhkan harapan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih positif bagi warga binaan. (Za)

Selengkapnya

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Lapas Namlea Pasok 300 Kg Semangka ke SPPG Waplau

Oktober 22, 2026


Namlea
, Globaltimurnn.com — Hasil pembinaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea mulai menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebanyak 300 kilogram semangka hasil budidaya di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Namlea dipasok ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Waplau untuk mendukung kebutuhan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Panen yang berlangsung pada Rabu (21/10/2026) tersebut merupakan hasil kerja keras warga binaan dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya budidaya semangka hibrida jenis Baginda F1.


Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian dalam program pembinaan kemandirian, tetapi juga membuka peluang kerja sama antara Lapas Namlea dan SPPG dalam mendukung penyediaan bahan pangan bagi program prioritas pemerintah.


Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengatakan kegiatan panen tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar menghasilkan produk pertanian. Menurutnya, hasil budidaya warga binaan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.


“Panen semangka kali ini tidak hanya melihat hasilnya, tapi bagaimana kita bisa memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat dan program-program yang diusung pemerintah saat ini, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya.


Marasabessy juga menyampaikan apresiasi kepada SPPG Desa Waplau yang telah membeli hasil panen warga binaan untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan dalam mendukung program MBG.


Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut sehingga hasil pembinaan di dalam lapas mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.


Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Namlea, Sofian Ahmad, menjelaskan bahwa total produksi semangka yang telah memasuki masa panen diperkirakan mencapai satu ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 kilogram telah dipanen dan didistribusikan kepada SPPG Desa Waplau.


Dengan demikian, masih terdapat sekitar 700 kilogram semangka yang berpotensi dipanen dan dipasarkan, bergantung pada kondisi serta hasil panen berikutnya.


Sofian menegaskan bahwa hasil pertanian tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan internal, tetapi juga akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar di lingkungan masyarakat sekitar.


“Masih ada semangka yang belum dipanen dan berikutnya akan kami distribusikan maupun pasarkan kepada masyarakat sekitar,” ungkapnya.


Produksi semangka ini menjadi salah satu bukti bahwa program pembinaan kemandirian warga binaan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pemasaran.


Dukungan terhadap pengembangan pertanian Lapas Namlea juga disampaikan petugas SPPG Desa Waplau, Lili Hukul, yang bertugas sebagai chef dapur. Ia menilai hasil pertanian dari Lapas Namlea berpotensi menjadi salah satu sumber pasokan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG.


Menurutnya, ketersediaan bahan pangan yang dekat dengan lokasi pelayanan dapat membantu mempermudah proses pengadaan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.


“Karena ini baru pertama saya membelinya, mungkin ke depan kita bisa bekerja sama lagi dengan Lapas Namlea untuk memasok sayur maupun buah-buahan lainnya, contohnya seperti ketimun, tomat, cabai, dan lain sebagainya,” tutur Lili.


Ia berharap Lapas Namlea dapat terus mengembangkan budidaya berbagai jenis sayuran dan buah-buahan sehingga kebutuhan bahan pangan SPPG dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan produsen lokal.


Pemasokan 300 kilogram semangka ke SPPG Desa Waplau menjadi langkah positif dalam menghubungkan program pembinaan warga binaan dengan kebutuhan masyarakat. Selain memberikan pengalaman kerja dan keterampilan di bidang pertanian, kegiatan tersebut juga membuka peluang pemasaran hasil produksi.


Melalui pengembangan lahan SAE, Lapas Namlea diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas warga binaan, memperkuat keterampilan bercocok tanam, serta menumbuhkan semangat kemandirian sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.


Sinergi dengan SPPG Desa Waplau pun diharapkan menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan, sehingga hasil pertanian warga binaan tidak hanya berhenti di lahan pembinaan, tetapi mampu masuk ke rantai pasok pangan dan memberikan kontribusi bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.


Dari lahan pembinaan, semangka hasil kerja warga binaan kini ikut mendukung kebutuhan pangan masyarakat. Sebuah langkah produktif yang memperlihatkan bahwa pembinaan di dalam lapas dapat menghasilkan manfaat yang lebih luas. (Za)

Selengkapnya

Berani Bongkar Pelaku Pembakaran Hutan, Camat Nusaniwe Siapkan Hadiah Rp10 Juta

Oktober 22, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Pemerintah Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, mengambil langkah tegas untuk memerangi aksi pembakaran hutan dan lahan. Tak tanggung-tanggung, hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta disiapkan bagi masyarakat yang mampu memberikan informasi akurat disertai bukti kuat untuk mengungkap pelaku pembakaran.


Langkah ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah kecamatan dalam merespons ancaman kebakaran hutan dan lahan yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.


Camat Nusaniwe, Drs. Niel Wattimena, M.M., melalui surat Nomor 364/075/Setcam/X/2026 tertanggal 20 Oktober 2026, telah menyampaikan pemberitahuan kepada para lurah, raja, dan penjabat kepala pemerintahan di wilayah Kecamatan Nusaniwe terkait upaya pengungkapan pelaku pembakaran hutan, lahan, maupun kebun secara sengaja.


Dalam surat tersebut, masyarakat didorong untuk tidak tinggal diam apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan. Informasi dari warga dinilai menjadi salah satu kunci penting untuk membantu pemerintah mengidentifikasi dan mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.


Melalui sayembara ini, warga yang memiliki informasi mengenai dugaan pelaku pembakaran dapat melaporkannya langsung ke Kantor Camat Nusaniwe pada jam kerja. Namun, informasi yang disampaikan harus akurat dan disertai bukti yang valid agar dapat diverifikasi serta ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.


Pemerintah Kecamatan Nusaniwe juga menjamin kerahasiaan identitas masyarakat yang memberikan laporan. Jaminan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada warga sehingga mereka tidak ragu menyampaikan informasi demi kepentingan bersama.


Penyediaan hadiah Rp10 juta ini sekaligus menjadi dorongan agar masyarakat ikut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan warga yang mengetahui kondisi dan aktivitas di lingkungan masing-masing.


Pembakaran hutan dan lahan secara sengaja bukan sekadar persoalan lingkungan. Asap yang dihasilkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.


Karena itu, upaya mengungkap pelaku dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terus berulang. Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terlebih jika tindakan tersebut berpotensi meluas dan membahayakan permukiman maupun kawasan di sekitarnya.


Selain mendorong partisipasi masyarakat, pemerintah kecamatan mengingatkan bahwa tindakan pembakaran hutan dan lahan yang melanggar hukum dapat berujung pada sanksi pidana maupun denda sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Penerapan sanksi terhadap pelaku akan bergantung pada fakta perbuatan, bukti yang ditemukan, serta ketentuan hukum yang relevan.


Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kecamatan Nusaniwe berharap masyarakat semakin peduli terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Warga diharapkan segera menyampaikan informasi apabila mengetahui dugaan tindakan pembakaran, tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri.


Partisipasi masyarakat, dukungan pemerintah, serta penegakan hukum menjadi bagian penting dalam mencegah kerusakan lingkungan yang berdampak luas.


Hadiah Rp10 juta yang disiapkan bukan hanya menjadi pemicu keberanian warga untuk melapor, tetapi juga bagian dari ajakan bersama untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.


Pesannya jelas: jangan biarkan hutan dan lahan terbakar akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab. Saatnya masyarakat berani memberikan informasi yang benar agar pelaku dapat diungkap melalui proses hukum. (Za)

Selengkapnya

Sambut HLN ke-81, PLN Beri Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik bagi Pelanggan di SBB

Oktober 22, 2026


SBB
, Globaltimurnn.com – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku. Dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menghadirkan program promo potongan biaya penyambungan tambah daya listrik sebesar 50 persen. Program ini berlangsung mulai 22 Oktober hingga 4 November 2026.


Melalui program bertema “Energi Berdikari” tersebut, PLN memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk meningkatkan kapasitas listrik sesuai kebutuhan, dengan biaya penyambungan yang lebih terjangkau.


Promo ini menjadi salah satu upaya PLN dalam mendukung kebutuhan listrik masyarakat yang semakin meningkat, baik untuk aktivitas rumah tangga maupun pengembangan usaha produktif.


PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Piru mengajak masyarakat di wilayah Kabupaten SBB untuk memanfaatkan program tersebut selama periode promo masih berlangsung, dengan tetap memperhatikan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.


Seiring perkembangan aktivitas masyarakat, kebutuhan daya listrik di rumah maupun tempat usaha terus mengalami peningkatan. Penggunaan berbagai peralatan elektronik, seperti mesin cuci, kulkas, pompa air, hingga pendingin ruangan, sering kali membutuhkan kapasitas listrik yang lebih besar.


Hal serupa juga dialami pelaku usaha, mulai dari pemilik kios, warung makan, bengkel, usaha kuliner, hingga pengolahan hasil pertanian dan perikanan yang memerlukan pasokan listrik memadai untuk menunjang kegiatan operasional.


Dengan adanya diskon 50 persen biaya penyambungan tambah daya, pelanggan yang memenuhi ketentuan berpeluang melakukan peningkatan kapasitas listrik dengan pengeluaran yang lebih ringan.


Program ini diperuntukkan bagi pelanggan listrik satu fasa dari seluruh golongan tarif yang memenuhi persyaratan promo PLN.


Untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan, PLN menyediakan layanan pengajuan tambah daya melalui aplikasi PLN Mobile. Dengan memanfaatkan layanan digital tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan perubahan daya tanpa harus memulai proses pengajuan secara langsung di kantor pelayanan.


Pelanggan dapat mengunduh aplikasi PLN Mobile melalui Google Play Store bagi pengguna Android maupun App Store bagi pengguna iPhone.


PLN mengimbau masyarakat untuk memeriksa informasi resmi mengenai syarat, mekanisme pengajuan, dan ketentuan promo sebelum melakukan transaksi. Langkah ini penting agar pelanggan mengetahui prosedur yang berlaku serta biaya yang perlu dipersiapkan.


Masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat, termasuk pelanggan di wilayah Piru, Kairatu, Waisarisa, dan wilayah pelayanan lainnya, diimbau segera mengecek kebutuhan daya listrik masing-masing.


Pasalnya, promo diskon 50 persen ini hanya berlangsung hingga 4 November 2026. Pelanggan yang berencana menambah daya diharapkan tidak melewatkan kesempatan tersebut dan segera melakukan pengecekan melalui aplikasi PLN Mobile.


Momentum HLN ke-81 tidak hanya menjadi peringatan perjalanan sektor ketenagalistrikan di Indonesia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pemanfaatan listrik dalam mendukung produktivitas masyarakat.


Melalui semangat “Energi Berdikari”, PLN diharapkan terus menghadirkan pelayanan yang semakin mudah dijangkau, sekaligus mendukung kebutuhan rumah tangga, aktivitas ekonomi, dan pembangunan daerah.


Bagi masyarakat SBB yang ingin memanfaatkan promo ini, informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan mekanisme pengajuan dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile selama periode program berlangsung. (Za)

Selengkapnya

PIRA Kota Ambon Hadir di Tengah Cuaca Tak Menentu, Bagikan 200 Paket Masker dan Produk Protein kepada Warga

Oktober 22, 2026


Ambon
, Globaltimurnn.com — Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui langkah besar. Terkadang, perhatian sederhana yang diberikan pada waktu yang tepat justru memiliki arti penting bagi mereka yang setiap hari beraktivitas di tengah kondisi lingkungan yang kurang bersahabat.


Semangat itulah yang ditunjukkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Kota Ambon melalui aksi sosial dengan membagikan 200 paket bantuan kepada masyarakat, Rabu (22/10/2026).


Kegiatan yang dimulai dari depan Kantor DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku tersebut menjadi wujud nyata kepedulian organisasi perempuan yang bernaung di bawah Partai Gerindra itu terhadap kondisi masyarakat di Kota Ambon, khususnya di tengah cuaca yang belakangan ini kurang bersahabat.


Sebanyak 200 paket dibagikan kepada warga. Setiap paket berisi masker dan sejumlah produk protein yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan serta mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi.


Pembagian bantuan dilakukan di sejumlah titik aktivitas masyarakat, yakni kawasan Pasar Transit, pangkalan ojek di depan Sekolah Polisi Negara (SPN), serta di depan Kantor DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku.


Pemilihan lokasi tersebut memungkinkan bantuan menjangkau masyarakat yang tengah menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk pedagang, pengemudi ojek, dan warga yang melintas di kawasan tersebut.


Di tengah cuaca yang tidak menentu, masyarakat yang bekerja di ruang terbuka menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian. Kehadiran PIRA Kota Ambon melalui pembagian masker dan produk protein ini diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan sederhana sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan dalam menjalankan rutinitas.


Kegiatan tersebut melibatkan Ketua PIRA Kota Ambon bersama sejumlah pengurus dan anggota. Mereka turun langsung membagikan paket bantuan sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aksi sosial yang menyentuh kebutuhan sehari-hari.


Aksi sosial ini sekaligus menjadi kelanjutan dari semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Perempuan Indonesia Raya (PIRA) yang diperingati pada 13 Oktober 2026.


Memasuki usia ke-18 tahun, PIRA diharapkan semakin matang dalam menjalankan perannya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas anggota, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, dan peningkatan kepedulian sosial.


Ketua PIRA Kota Ambon, Dr. (Cand.) Yashmin Seiff, S.H., MBA., AESTH., Dipl., M.Kn., menegaskan bahwa perjalanan 18 tahun PIRA harus menjadi momentum untuk memperluas kontribusi organisasi agar manfaat kehadirannya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.


Semangat tersebut tidak berhenti pada perayaan seremonial. Sebaliknya, momentum ulang tahun organisasi menjadi pengingat bahwa keberadaan PIRA perlu diterjemahkan ke dalam kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.


Pembagian 200 paket bantuan ini menjadi salah satu bentuk penerapan semangat tersebut. Melalui kegiatan sosial, PIRA Kota Ambon berupaya menunjukkan bahwa kepedulian dapat dimulai dari langkah sederhana, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan hadir secara langsung di tengah kehidupan mereka.


Lebih dari sekadar membagikan bantuan, kegiatan ini juga membawa pesan tentang pentingnya solidaritas dan kebersamaan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, perhatian dan dukungan sosial menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih peduli.

Bagi PIRA Kota Ambon, usia ke-18 bukan hanya penanda perjalanan organisasi, melainkan juga momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian. Semangat perempuan yang berdaya diharapkan berjalan seiring dengan kepedulian terhadap keluarga dan masyarakat.


Melalui aksi sosial tersebut, PIRA Kota Ambon ingin terus mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat nyata bagi warga. Sebab, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan yang sederhana, konsisten, dan dirasakan langsung oleh masyarakat. (Za)

Selengkapnya

Kodaeral IX Kirim Empat Srikandi TNI AL ke Pangkorpasgat Open Menembak Pistol 2026

Oktober 22, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX mengirimkan empat atlet menembak wanita untuk berlaga dalam Pangkorpasgat Open Menembak Pistol 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Lapangan Tembak Korpasgat (Jingga SC), Sulaeman, Bandung, Jawa Barat.


Pelepasan kontingen tersebut dipimpin Inspektur Kodaeral IX, Kolonel Marinir Eko Priyo Handoyo mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H.,M.H. di Loby Depan Mako Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon, Jumat (23/10/2026) dihadiri para Pejabat Utama dan Kepala Satuan Kerja Kodaeral IX.


Empat atlet yang akan mewakili Kodaeral IX ialah Lettu Laut (K/W) dr. Gina Melawati Agustina, Sertu Bek/W Nur Syamsah, Sertu Bah/W Rifdah Syafiqoh Kahar, dan Sertu TTU/W Anggun Wulandari.


Dalam kesempatan tersebut Inspektur Kodaeral IX memberikan motivasi kepada para atlet agar mempersiapkan diri secara optimal, menjaga kebugaran fisik dan kesiapan mental, serta mengerahkan kemampuan terbaik selama pertandingan.


Para atlet juga diharapkan bertanding dengan percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjaga nama baik satuan   TNI Angkatan Laut khususnya Kodaeral lX.


Keikutsertaan empat srikandi Kodaeral IX ini lanjutnya, menjadi bagian dari upaya pembinaan kemampuan dan peningkatan prestasi prajurit, khususnya di cabang olahraga menembak. 


Menurutnya, kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan untuk menguji ketepatan, konsentrasi, disiplin, dan ketenangan atlet dalam menghadapi persaingan.



Selain mengejar prestasi, ajang ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi serta meningkatkan profesionalisme dan semangat kompetisi yang sehat antarprajurit TNI.


Melalui keikutsertaan tersebut, Kodaeral IX berharap keempat atlet mampu menampilkan performa terbaik dan meraih hasil membanggakan, sekaligus membawa nama Kodaeral IX dan TNI Angkatan Laut di tingkat nasional. (Rdks) 

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT