globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Selasa, 06 Oktober 2026

Sosialisasi Hukum Laut, Diskum Kodaeral IX Perkuat Pemahaman Mahasiswa tentang Wewenang TNI AL

Oktober 06, 2026


Ambon
, globaltimurnn.com - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX melalui Dinas Hukum (Diskum) Kodaeral IX memperkuat pemahaman hukum mengenai tugas dan kewenangan TNI Angkatan Laut dalam penegakan hukum di laut melalui kegiatan Sosialisasi Hukum Laut yang digelar di Gedung Manggala Loka Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku, Rabu (7/10/2026).


Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus forum untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antara praktisi hukum, aparat penegak hukum, serta kalangan akademisi, khususnya dalam meningkatkan literasi dan pemahaman mengenai hukum laut.


Sosialisasi diikuti mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pattimura dan prajurit TNI AL dari Kodaeral IX. Selain memberikan wawasan praktis mengenai penerapan hukum di laut, kegiatan ini juga diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya hukum laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia.


Kepala Dinas Hukum (Kadiskum) Kodaeral IX Kolonel Laut (H) Harjanto, S.H., M.H., mewakili Komandan Kodaeral lX, Laksda TNl Hanarko Djodi Pamungkas, S.H.,M.H. dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah edukasi hukum, tetapi juga bagian dari upaya membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih erat antara institusi TNI AL dengan dunia akademik.



Menurutnya, interaksi antara praktisi dan akademisi hukum penting untuk memperkaya pemahaman mengenai dinamika hukum laut, sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan wawasan hukum bagi generasi muda.


Senada dengan hal tersebut, Asisten Pidana Militer (Aspidmil) Kejati Maluku Kolonel Chk Satar M. Hutabarat, S.H., M.H., menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. 


Ia berharap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pattimura dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih dekat praktik penegakan hukum serta para praktisi yang berkecimpung langsung dalam bidang hukum laut.



Sementara itu, Dosen Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Pattimura Armelia Febriyanty Waas, S.H., M.H., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. 


Menurutnya, forum seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif praktis yang melengkapi pemahaman teoritis yang diperoleh di lingkungan akademik.


Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi dan mengabdikan ilmu pengetahuan yang dimiliki bagi kepentingan pertahanan negara, termasuk melalui berbagai jalur pengabdian kepada bangsa dan negara.


Dalam kegiatan tersebut, Kadiskum Kodaeral IX Kolonel Laut (H) Harjanto, S.H., M.H., bertindak sebagai pemateri dengan membawakan materi “Wewenang dan Tugas TNI Angkatan Laut sebagai Penegak Hukum di Laut.”


Materi yang disampaikan mencakup landasan hukum, ruang lingkup tugas dan kewenangan TNI AL, serta pelaksanaan penegakan hukum di laut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 


Paparan tersebut juga memberikan gambaran mengenai peran TNI AL dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut serta menghadapi berbagai bentuk pelanggaran hukum di laut sesuai kewenangan yang diberikan oleh undang-undang.


Melalui kegiatan ini, Kodaeral IX menegaskan komitmennya untuk terus membangun pemahaman hukum yang baik, baik di lingkungan internal maupun masyarakat akademis. Sinergi antara TNI AL, aparat penegak hukum, dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kesadaran hukum sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Danpomal Kodaeral IX, Kakuwil Kodaeral IX, Aspidmil Kejati Maluku beserta dua staf dan tiga dosen Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Pattimura. (Rdks) 

Selengkapnya

Wagub Maluku Buka Bakti TNI AD untuk Rakyat di MBD, Perkuat Sinergi Percepatan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Oktober 06, 2026


MBD
, globaltimurnn.com – Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, memimpin langsung Upacara Pembukaan Kegiatan Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat Tahun 2026, yang berlangsung di Lapangan Kalwedo, Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Rabu (7/10/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Darat, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah dengan tantangan geografis seperti Maluku.


Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, Wagub menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam XV/Pattimura, atas inisiatif dan komitmen dalam menyelenggarakan kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat di Maluku.


“Kegiatan ini adalah wujud nyata pengabdian TNI kepada negeri, sekaligus penegasan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. Sinergi ini menjadi kunci dalam mendukung percepatan pembangunan, menguatkan rasa kepedulian, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah,” ujar Vanath.


Menurutnya, berbagai sasaran strategis yang dilaksanakan melalui kegiatan Bakti TNI AD memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Sasaran tersebut antara lain peningkatan konektivitas antarwilayah, penyediaan akses air bersih, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, penataan lingkungan yang bersih dan sehat, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.


“Semua ini akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat Maluku dan semakin mengokohkan kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menjaga ketahanan wilayah,” katanya.


Wagub menegaskan, sebagai provinsi kepulauan dengan wilayah yang tersebar serta kondisi geografis yang kompleks, pembangunan Maluku membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh komponen bangsa.


“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama untuk mempercepat pembangunan,” tegasnya.


Kolaborasi tersebut, lanjut Vanath, diharapkan mampu membuka akses pelayanan dasar dan menghadirkan manfaat pembangunan hingga ke wilayah-wilayah terdepan, terluar dan tertinggal di Provinsi Maluku.


Pemerintah Provinsi Maluku, kata Wagub, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Bakti TNI AD untuk Rakyat sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.


“Sinergi seperti inilah yang menjadi kekuatan besar dalam memperkuat persatuan, memperkokoh ketahanan nasional, sekaligus mewujudkan Maluku yang semakin maju, adil dan sejahtera,” ujarnya.


Wagub juga mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan, sekaligus menjaga dan memelihara berbagai hasil pembangunan yang telah diwujudkan.


Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai nilai luhur yang menjadi identitas dan kekuatan bangsa Indonesia.


“Semoga pengabdian yang dilakukan melalui kegiatan ini menjadi amal kebajikan bagi seluruh pihak yang terlibat dan membawa keberkahan bagi kemajuan Provinsi Maluku,” harapnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irdam XV/Pattimura, Kasrem 151/Binaiya, Asisten Perencanaan (Asren), Perwira Pembantu Madya Sistem Logistik, Wakil Asisten Teritorial, Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Danyonif TP) 913/Wadwana Sakti, Wakil Bupati Maluku Barat Daya, Ketua DPRD MBD, Kapolres MBD, Dandim 1511/Pulau Moa, Kajari MBD, Sekda MBD yang diwakili Asisten Pemerintahan, Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda, pimpinan perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, Camat Moa, para lurah, serta kepala desa se-Pulau Moa. (Rdks) 

Selengkapnya

Bahas Penataan Pertambangan, Lewerissa dan Dirjen Gakkum ESDM Perkuat Koordinasi Pusat-Daerah

Oktober 06, 2026


Ambon
  globaltimurnn.com — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama Direktur Jenderal Penegakan Hukum Energi dan Sumber Daya Mineral (Dirjen Gakkum ESDM), Dr. Rilke Jeffri Huwae, S.H., M.H., melakukan audiensi dan koordinasi terkait penegakan hukum serta penataan aktivitas pertambangan di Provinsi Maluku, Rabu (7/10/2026).


Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Lantai 6 Kantor Gubernur Maluku dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Abdullah Asis Sangkala, M.Si., Johan Johanis Lewerissa, serta anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku. Hadir pula unsur Forkopimda, yakni Dirkrimsus Polda Maluku Kombes Pol. Budi Priyanto, S.I.K., M.Si., Asisten Operasional Kasdam XV/Pattimura Kolonel Inf. Nuryanto, S.A.P., serta Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Datuk Rosihan Anwar, S.H., M.H.


Dari Kementerian ESDM, Dirjen Gakkum Rilke Jeffri Huwae hadir bersama Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Pengawasan Mitigasi Risiko Hukum Sattu Pali, S.H., M.H., Direktur Penindakan Pidana Brigjen Pol. Ma’mun, S.I.K., M.Si., serta Direktur Penyelesaian Sengketa dan Sanksi Administratif Dr. Andri Budhiman Firmanto, S.T., M.Eng. Pertemuan juga dihadiri perwakilan Biro Korwas PPNS Bareskrim Polri, Kabag Banops Kombes Pol. Suryoaji.


Lewerissa mengatakan, audiensi tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyamakan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyikapi persoalan pertambangan di Maluku.


“Kami melakukan audiensi dan koordinasi antara pemerintah daerah, termasuk Forkopimda, DPRD Provinsi Maluku, Wakil Ketua DPRD dan anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, dengan Pak Dirjen Penegakan Hukum Kementerian ESDM bersama tim,” kata Lewerissa.


Menurutnya, pemerintah daerah mendapatkan penjelasan mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum, khususnya dalam upaya penataan dan penertiban aktivitas pertambangan.


Lewerissa menegaskan, penegakan hukum tidak semata-mata ditujukan untuk melakukan tindakan hukum, tetapi juga memastikan agar aktivitas pertambangan ke depan dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan dan kaidah pertambangan yang baik.


“Artinya, harus memiliki izin, memenuhi seluruh persyaratan, dan setelah semuanya terpenuhi, silakan melakukan aktivitas pertambangan,” ujarnya.


Ia menambahkan, negara memiliki kewenangan untuk menegakkan aturan sekaligus memastikan sumber daya alam terlindungi. Namun, menurutnya, langkah tersebut perlu berjalan beriringan dengan upaya memberikan alternatif bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan kehidupan pada aktivitas ekonomi di sektor pertambangan.


“Negara juga harus memberikan alternatif kepada masyarakat. Karena itu, tadi terjadi diskusi dan pertukaran pendapat yang sangat produktif. Ada banyak pemikiran dan masukan yang disampaikan oleh Pak Dirjen yang menurut saya menjadi pencerahan bagi kita semua di Maluku,” kata Lewerissa.


Gubernur menilai, salah satu hal penting dari audiensi tersebut adalah memastikan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat berjalan secara sinergis dan tidak menimbulkan kesan adanya kebijakan yang saling bertentangan.


“Kementerian juga memastikan bahwa audiensi dan koordinasi ini penting untuk memastikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan bersama-sama sebagai satu kesatuan pemerintahan. Tindakan-tindakan penegakan hukum yang dilakukan juga diharapkan dapat mendukung dan memastikan program Pemerintah Provinsi Maluku yang berpihak kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.


Sementara itu, Dirjen Gakkum ESDM Rilke Jeffri Huwae menegaskan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk memastikan langkah penegakan hukum tetap sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah.


“Kementerian ESDM hadir untuk memastikan bahwa apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat berjalan secara sinergis. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah merupakan satu kesatuan pemerintahan,” ujar Rilke.


Ia mengatakan, penegakan hukum yang dilakukan Kementerian ESDM diarahkan untuk mendukung program pemerintah sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat kepada masyarakat.


“Karena itu, tindakan-tindakan penegakan hukum yang dilakukan pada prinsipnya dalam rangka mendukung dan memastikan program pemerintah daerah yang berpihak kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” katanya.


Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan persoalan pertambangan di Maluku, dengan tetap mengedepankan kepastian hukum, tata kelola pertambangan yang baik, perlindungan sumber daya alam, serta kepentingan masyarakat.


Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan plakat dari Pemerintah Provinsi Maluku kepada Dirjen Gakkum ESDM, yang dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari Dirjen Gakkum ESDM kepada Pemerintah Provinsi Maluku. Acara diakhiri dengan foto bersama Gubernur Maluku, Dirjen Gakkum ESDM, jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, Forkopimda, serta seluruh peserta audiensi. (Rdks) 

Selengkapnya

25 Tahun Imamat Mgr. Zeno Ngutra, Gubernur Maluku Dorong Gereja Perkuat Pembinaan Generasi Muda

Oktober 06, 2026


Tual
, globaltimurnn.com - 25 Tahun Imamat Mgr. Zeno Ngutra, Gubernur Maluku Dorong Gereja Perkuat Pembinaan Generasi Muda

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengapresiasi 25 tahun perjalanan Imamat Uskup Diosis Amboina, Mgr. Zeno Ngutra, PR. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut merupakan panggilan suci sekaligus wujud pengabdian dalam melayani Tuhan dan umat.

Hal itu disampaikan Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku,Drs. Titus F.L Renwarin  pada perayaan Hari Ulang Tahun Imamat ke-25 Mgr. Zeno Ngutra bertempat di Kota Tual, Selasa, 6 Oktober 2026.

Gubernur menilai, perjalanan Imamat selama seperempat abad patut disyukuri karena menjadi bagian dari karya ilahi dalam pelayanan kepada umat.

“Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan spiritual sebagai fondasi kehidupan sosial yang harmonis,” demikian pesan Gubernur dalam sambutannya.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku, kata Gubernur, akan terus membuka ruang kolaborasi dan kerja sama dengan para pemimpin agama dalam memperkuat landasan spiritual masyarakat.

Menurutnya, sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah dan pemimpin rohani akan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan kemajuan daerah serta masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Lewerissa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Keuskupan Amboina atas dukungan serta doa yang terus mengiringi perjalanan panggilan Imamat Mgr. Zeno Ngutra selama 25 tahun.

Ia berharap momentum perayaan tersebut semakin menguatkan Mgr. Zeno Ngutra dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh komunitas keuskupan serta terus menghadirkan berkat bagi keluarga dan masyarakat Maluku.

Menutup sambutannya, Gubernur Lewerissa menyampaikan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga generasi muda dan kehidupan sosial masyarakat.

Pertama, Gubernur menyoroti maraknya praktik prostitusi, judi online, dan penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat menjerumuskan generasi muda menuju kehancuran masa depan.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya peningkatan peran imam, pastor, suster, dan frater dalam membimbing umat, khususnya generasi muda.

Kedua, Gubernur mengajak umat menjadikan gereja sebagai pusat peradaban, pembinaan akhlak, serta kajian iman Kristiani.

Ketiga, ia mendorong peningkatan sinergitas antarumat dan tokoh agama dalam menjaga kedamaian serta ketertiban sosial di tengah masyarakat.

Gubernur berharap seluruh pemimpin agama dan masyarakat terus memperkuat kebersamaan, sehingga kehidupan sosial di Maluku tetap terjaga dalam suasana damai, harmonis, dan saling menghormati.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membimbing dan menyertai kita, kini dan sampai selama-lamanya,” tutup Gubernur.

Hadir Pada Kesempatan tersebut, Bupati Maluku Tenggara Haji M. Thaher Hanubun, Walikota Tual Haji Akhmad Yani Renuat, Uskup Diosis Amboina MGR. Zeno Ngutra, Forkopimda Maluku Tenggara dan Kota Tual, Para Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan Pimpinan Organisasi Masyarakat, Para Pastor, Suster, Frater, Dewan Pastoral Paroki, Pimpinan Kelompok Kategorial serta tamu undangan lainnya. (Rdks) 
Selengkapnya

Suarakan Suara Rakyat Ke Jakarta, Lewat Seruan Aksi, Ketua GPP-MBD Dilepas Secara Adat Oleh Sejumlah Tokoh Adat MBD

Oktober 06, 2026

Nus Termas Ketua GPP-MBD

MBD
, globaltimurnn.com - Kurang lebih sebanyak 200 Mahasiswa dan masyarakat Maluku Barat Daya yang sedang menunggu kehadiran ketua GPP-MBD di ibu Kota Negara Jakarta, guna melakukan aksi damai menuntut keadilan pada masyarakat MBD dan Tanimbar terkait blok Masela. 


Hal ini disampaikan ketua GPP-MBD Nus Termas kepada media ini lewat pesan whatsapp-nya pagi ini menjelaskan bahwa" Dirinya secara pribadi dan masyarakat MBD sebagai ketua GPP-MBD bersama HPMKB akan berjuang menyuarakan suara hati masyarakat, meminta keadilan Pemerinta pusat terhadap gak masyarakat yang diduga dikebiri dan di rampok oleh pihak - pihak yang terindikasi mencari keuntungan sendiri tanpa melihat hak rakyat. Ungkapnya


Disampaikan-nya" Sebelum berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan suara dan tuntutan masyarakat Maluku Barat Daya terkait ketidakadilan yang kami rasakan dalam persoalan Proyek LNG Abadi Blok Masela, dirinya bersama rekan - rekan memutuskan untuk datang langsung ke pusat pemerintahan Republik Indonesia.


Kami tidak datang dengan kebencian, Kami tidak datang untuk mencari pertentangan, Kami datang membawa suara rakyat, harapan masyarakat, dan amanat dari tanah leluhur. Ucapnya tegas


Termas menyampaikan" Sebelum melangkahkan kaki menuju Jakarta, dirinya meluangkan waktu bersama keluarga besar Babar, di tanah leluhur yang menyimpan sejarah, air mata, dan pengorbanan para pendahulu.


Di tempat ini, kami kembali bertanya kepada diri kami sendiri"

- Apakah kami harus diam dan menjadi penonton di atas kekayaan kami sendiri?

- Ataukah kami harus berdiri, bersuara, dan berjuang dengan cara yang bermartabat demi masa depan anak cucu kami?


Bagi kami, perjuangan ini bukan sekadar tentang hari ini, Ini adalah perjuangan tentang keadilan, keterlibatan, kesempatan, dan masa depan masyarakat Maluku Barat Daya, Hari ini menjadi hari bersejarah yang tidak boleh kami lupakan. Tuturnya


Termas menambahkan" Di tempat ini, kami mengenang para korban dan mereka yang telah mendahului kami, Kami menundukkan kepala, memanjatkan doa, dan mengingat kembali sejarah yang telah diwariskan kepada kami.


Kami percaya bahwa perjuangan hari ini tidak berdiri sendiri" Ada sejarah, Ada air mata, Ada pengorbanan, Ada amanat leluhur yang harus kami teruskan kepada generasi berikutnya.


DARI TANAH BABAR/MBD KAMI MENUJU JAKARTA

Dari tanah Babar, tempat sejarah berbicara, kami melangkah menuju Jakarta, Dari tanah leluhur, kami membawa amanat, Dari kampung-kampung, kami membawa harapan, Dari rakyat, kami membawa suara, Kami percaya, Tuhan menyertai langkah perjuangan ini, Kami memohon restu dan kekuatan agar perjalanan kami berjalan dengan baik dan perjuangan kami tetap berada di jalan yang benar, Dari tanah leluhur, menuju pusat negeri, Dari sejarah, untuk masa depan.


KAMI BUKAN PENONTON, KAMI INGIN BEKERJA DAN TERLIBAT, MALUKU BARAT DAYA BUKAN PULAU KOSONG.

Kami datang dengan damai, Kami bersuara dengan bermartabat, Kami berjuang untuk masa depan anak cucu kami, Tuhan menyertai langkah kami, Leluhur merestui amanat yang baik, Tanah Babar menjadi saksi, Jakarta akan mendengar suara Maluku Barat Daya.


PELEPASAN ADAT DI PUSAT NEGERI

Dan ketika kaki kami tiba di Jakarta, pusat pemerintahan Republik Indonesia, kami tidak lupa dari mana kami berasal, Kami datang dari pulau-pulau yang jauh, Kami datang dari tanah Babar, Kami datang dari Maluku Barat Daya, Kami datang membawa suara masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada perjuangan ini, Di hadapan pusat negeri, kami akan menyampaikan amanat yang kami bawa dari tanah leluhur.


Termas juga mengatakan" Siri pinang menjadi simbol persaudaraan, Sopi menjadi bagian dari tanda adat dan penghormatan, Doa menjadi kekuatan, 13.000 tanda tangan menjadi perwakilan suara rakyat Maluku Barat Daya, Dan perjuangan menjadi tanggung jawab kami, Kami tidak membawa dendam, Kami tidak membawa permusuhan, Kami membawa martabat, persaudaraan, dan harapan, Kami ingin pemerintah Republik Indonesia mendengar suara kami.


Secara tegas Termas mengatakan" Kami ingin PT INPEX, SKK Migas, dan seluruh pihak yang terlibat dalam Proyek LNG Abadi Blok Masela memahami bahwa masyarakat Maluku Barat Daya bukan penonton di tanahnya sendiri. Sebutnya  (Rdks) 


Selengkapnya

Di Tepian Pantai, Kapolres SBB Silaturahmi dengan Pemerintah Desa Murnaten

Oktober 06, 2026


Piru
, globaltimurnn.com - Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A., melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan Pemerintah Desa Murnaten dan sejumlah tokoh masyarakat, Selasa (6/10/2026).


Kegiatan tersebut mengambil tempat di salah satu tepian pantai di Desa Murnaten. 


Dalam kesempatan itu, Kapolres SBB berdialog langsung dengan Kepala Desa Murnaten Ahasferus Latue, Ketua BPD Frans Touwe, Staf BPD Felderina Touwe, serta sejumlah unsur pemerintah desa dan masyarakat.


Dalam penyampaiannya, Kapolres SBB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga hubungan silaturahmi dan kerukunan antarumat beragama. Ia juga menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.


Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bersifat menghasut atau provokatif. Setiap informasi yang diterima, kata dia, perlu terlebih dahulu dicek kebenarannya dan apabila berpotensi mengganggu Kamtibmas agar segera dilaporkan kepada pihak Kepolisian.


“Jika ada informasi yang menghasut, cek kebenarannya dan segera laporkan kepada pihak Kepolisian,” pesan Kapolres.


Selain itu, Kapolres SBB mengajak Pemerintah Desa Murnaten bersama masyarakat untuk terus menjaga solidaritas dan memperkuat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.


Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kedekatan antara Kepolisian dengan pemerintah desa serta masyarakat.


Dialog yang dibangun diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Desa Murnaten.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Murnaten Ahasferus Latue, Tokoh masyarakat desa murnaten, Leonardus Ulate, E.S.Hut., Ketua BPD Murnaten Frans Touwe, Ketua BPD Eti Lexy Tuheteru, Staf BPD Desa Murnaten, Staf BPD Desa Eti, Bhabinkamtibmas Desa Eti Aipda D. Salenusa, serta Bhabinkamtibmas Desa Murnaten Bripka J.R. Molle. (Rdks) 

Selengkapnya

P4ED Halut Dimulai, Bupati Piet Hein Babua Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Masyarakat

Oktober 06, 2026


Halut
, Globaltimurnn.com — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar rapat perdana Koordinasi Pemantauan, Pengawalan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (P4ED), sekaligus menyepakati pemenuhan dan pemutakhiran data pendukung untuk penginputan pada website Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (6/10/2026).


Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Ferdi Tjandua (FTJ), Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, mulai pukul 09.00 WIT, dipimpin langsung Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., dan dihadiri jajaran Forkopimda serta pimpinan OPD Pemkab Halut.


Dalam arahannya, Bupati Piet Hein Babua mengatakan, P4ED merupakan upaya pemerintah daerah bersama seluruh OPD untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui koordinasi dan sinergi lintas sektor.


Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Halmahera Utara menunjukkan perkembangan signifikan. Dari sebelumnya mengalami kontraksi, pertumbuhan ekonomi kini meningkat hingga sekitar 11,05 persen.


Bupati menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat dan tidak hanya bergantung pada sektor industri maupun pertambangan.


Karena itu, Pemkab Halut akan mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan hortikultura, termasuk melalui penyediaan bibit cabai serta penyusunan skema pengembangan pertanian.


Selain itu, pemerintah daerah akan menginventarisasi petani yang lahannya terdampak kebakaran untuk selanjutnya disiapkan bantuan bibit pala. Pemkab juga merencanakan proses kloning bibit pala agar dapat dikembangkan dan disalurkan kepada masyarakat pada tahun berikutnya.


“Peningkatan produktivitas komoditas pala diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” demikian poin arahan Bupati.


Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan P4ED tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan daerah, tetapi sangat bergantung pada implementasi dan kinerja seluruh OPD di lapangan.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti meningkatnya kejadian kebakaran dalam beberapa hari terakhir. Ia meminta jajaran kepolisian melakukan langkah penanganan sesuai ketentuan apabila ditemukan pihak yang terindikasi berkaitan dengan kejadian tersebut.


Sementara itu, Kepala BPS Halmahera Utara, Arifin M. Kahar, SST., M.Stat., memaparkan kondisi dan perkembangan ekonomi daerah. Struktur ekonomi Halut masih ditopang sejumlah sektor utama, antara lain pertambangan dan penggalian, pertanian, kehutanan dan perikanan, serta perdagangan.


Data yang dipaparkan menunjukkan sektor perdagangan tumbuh sekitar 7,35 persen, industri 18,20 persen, dan pertanian sekitar 9,24 persen, sementara pertumbuhan ekonomi daerah mencapai sekitar 11,05 persen.


Kepala Bappeda Halut, Hernefer Fortunatus Tjandua, AP., M.H., menyampaikan bahwa Pemkab akan menyiapkan berita acara serta merumuskan langkah konkret pelaksanaan P4ED.


Setiap OPD diminta menyiapkan dan memutakhirkan data sesuai bidang tugas masing-masing untuk mendukung pemantauan dan evaluasi pertumbuhan ekonomi daerah.


Pada akhir rapat, Bupati kembali menegaskan pentingnya hilirisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga meminta ketersediaan data ekonomi yang diperbarui secara berkala, termasuk data triwulanan, sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pemerintah daerah. (GIO).

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT