Suarakan Suara Rakyat Ke Jakarta, Lewat Seruan Aksi, Ketua GPP-MBD Dilepas Secara Adat Oleh Sejumlah Tokoh Adat MBD - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Selasa, 06 Oktober 2026

Suarakan Suara Rakyat Ke Jakarta, Lewat Seruan Aksi, Ketua GPP-MBD Dilepas Secara Adat Oleh Sejumlah Tokoh Adat MBD

Nus Termas Ketua GPP-MBD

MBD
, globaltimurnn.com - Kurang lebih sebanyak 200 Mahasiswa dan masyarakat Maluku Barat Daya yang sedang menunggu kehadiran ketua GPP-MBD di ibu Kota Negara Jakarta, guna melakukan aksi damai menuntut keadilan pada masyarakat MBD dan Tanimbar terkait blok Masela. 


Hal ini disampaikan ketua GPP-MBD Nus Termas kepada media ini lewat pesan whatsapp-nya pagi ini menjelaskan bahwa" Dirinya secara pribadi dan masyarakat MBD sebagai ketua GPP-MBD bersama HPMKB akan berjuang menyuarakan suara hati masyarakat, meminta keadilan Pemerinta pusat terhadap gak masyarakat yang diduga dikebiri dan di rampok oleh pihak - pihak yang terindikasi mencari keuntungan sendiri tanpa melihat hak rakyat. Ungkapnya


Disampaikan-nya" Sebelum berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan suara dan tuntutan masyarakat Maluku Barat Daya terkait ketidakadilan yang kami rasakan dalam persoalan Proyek LNG Abadi Blok Masela, dirinya bersama rekan - rekan memutuskan untuk datang langsung ke pusat pemerintahan Republik Indonesia.


Kami tidak datang dengan kebencian, Kami tidak datang untuk mencari pertentangan, Kami datang membawa suara rakyat, harapan masyarakat, dan amanat dari tanah leluhur. Ucapnya tegas


Termas menyampaikan" Sebelum melangkahkan kaki menuju Jakarta, dirinya meluangkan waktu bersama keluarga besar Babar, di tanah leluhur yang menyimpan sejarah, air mata, dan pengorbanan para pendahulu.


Di tempat ini, kami kembali bertanya kepada diri kami sendiri"

- Apakah kami harus diam dan menjadi penonton di atas kekayaan kami sendiri?

- Ataukah kami harus berdiri, bersuara, dan berjuang dengan cara yang bermartabat demi masa depan anak cucu kami?


Bagi kami, perjuangan ini bukan sekadar tentang hari ini, Ini adalah perjuangan tentang keadilan, keterlibatan, kesempatan, dan masa depan masyarakat Maluku Barat Daya, Hari ini menjadi hari bersejarah yang tidak boleh kami lupakan. Tuturnya


Termas menambahkan" Di tempat ini, kami mengenang para korban dan mereka yang telah mendahului kami, Kami menundukkan kepala, memanjatkan doa, dan mengingat kembali sejarah yang telah diwariskan kepada kami.


Kami percaya bahwa perjuangan hari ini tidak berdiri sendiri" Ada sejarah, Ada air mata, Ada pengorbanan, Ada amanat leluhur yang harus kami teruskan kepada generasi berikutnya.


DARI TANAH BABAR/MBD KAMI MENUJU JAKARTA

Dari tanah Babar, tempat sejarah berbicara, kami melangkah menuju Jakarta, Dari tanah leluhur, kami membawa amanat, Dari kampung-kampung, kami membawa harapan, Dari rakyat, kami membawa suara, Kami percaya, Tuhan menyertai langkah perjuangan ini, Kami memohon restu dan kekuatan agar perjalanan kami berjalan dengan baik dan perjuangan kami tetap berada di jalan yang benar, Dari tanah leluhur, menuju pusat negeri, Dari sejarah, untuk masa depan.


KAMI BUKAN PENONTON, KAMI INGIN BEKERJA DAN TERLIBAT, MALUKU BARAT DAYA BUKAN PULAU KOSONG.

Kami datang dengan damai, Kami bersuara dengan bermartabat, Kami berjuang untuk masa depan anak cucu kami, Tuhan menyertai langkah kami, Leluhur merestui amanat yang baik, Tanah Babar menjadi saksi, Jakarta akan mendengar suara Maluku Barat Daya.


PELEPASAN ADAT DI PUSAT NEGERI

Dan ketika kaki kami tiba di Jakarta, pusat pemerintahan Republik Indonesia, kami tidak lupa dari mana kami berasal, Kami datang dari pulau-pulau yang jauh, Kami datang dari tanah Babar, Kami datang dari Maluku Barat Daya, Kami datang membawa suara masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada perjuangan ini, Di hadapan pusat negeri, kami akan menyampaikan amanat yang kami bawa dari tanah leluhur.


Termas juga mengatakan" Siri pinang menjadi simbol persaudaraan, Sopi menjadi bagian dari tanda adat dan penghormatan, Doa menjadi kekuatan, 13.000 tanda tangan menjadi perwakilan suara rakyat Maluku Barat Daya, Dan perjuangan menjadi tanggung jawab kami, Kami tidak membawa dendam, Kami tidak membawa permusuhan, Kami membawa martabat, persaudaraan, dan harapan, Kami ingin pemerintah Republik Indonesia mendengar suara kami.


Secara tegas Termas mengatakan" Kami ingin PT INPEX, SKK Migas, dan seluruh pihak yang terlibat dalam Proyek LNG Abadi Blok Masela memahami bahwa masyarakat Maluku Barat Daya bukan penonton di tanahnya sendiri. Sebutnya  (Rdks) 


Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT