Halut, Globaltimurnn.com — Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar rapat perdana Koordinasi Pemantauan, Pengawalan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (P4ED), sekaligus menyepakati pemenuhan dan pemutakhiran data pendukung untuk penginputan pada website Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (6/10/2026).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Ferdi Tjandua (FTJ), Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, mulai pukul 09.00 WIT, dipimpin langsung Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., dan dihadiri jajaran Forkopimda serta pimpinan OPD Pemkab Halut.
Dalam arahannya, Bupati Piet Hein Babua mengatakan, P4ED merupakan upaya pemerintah daerah bersama seluruh OPD untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui koordinasi dan sinergi lintas sektor.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Halmahera Utara menunjukkan perkembangan signifikan. Dari sebelumnya mengalami kontraksi, pertumbuhan ekonomi kini meningkat hingga sekitar 11,05 persen.
Bupati menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus dirasakan masyarakat dan tidak hanya bergantung pada sektor industri maupun pertambangan.
Karena itu, Pemkab Halut akan mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan hortikultura, termasuk melalui penyediaan bibit cabai serta penyusunan skema pengembangan pertanian.
Selain itu, pemerintah daerah akan menginventarisasi petani yang lahannya terdampak kebakaran untuk selanjutnya disiapkan bantuan bibit pala. Pemkab juga merencanakan proses kloning bibit pala agar dapat dikembangkan dan disalurkan kepada masyarakat pada tahun berikutnya.
“Peningkatan produktivitas komoditas pala diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” demikian poin arahan Bupati.
Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan P4ED tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pimpinan daerah, tetapi sangat bergantung pada implementasi dan kinerja seluruh OPD di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti meningkatnya kejadian kebakaran dalam beberapa hari terakhir. Ia meminta jajaran kepolisian melakukan langkah penanganan sesuai ketentuan apabila ditemukan pihak yang terindikasi berkaitan dengan kejadian tersebut.
Sementara itu, Kepala BPS Halmahera Utara, Arifin M. Kahar, SST., M.Stat., memaparkan kondisi dan perkembangan ekonomi daerah. Struktur ekonomi Halut masih ditopang sejumlah sektor utama, antara lain pertambangan dan penggalian, pertanian, kehutanan dan perikanan, serta perdagangan.
Data yang dipaparkan menunjukkan sektor perdagangan tumbuh sekitar 7,35 persen, industri 18,20 persen, dan pertanian sekitar 9,24 persen, sementara pertumbuhan ekonomi daerah mencapai sekitar 11,05 persen.
Kepala Bappeda Halut, Hernefer Fortunatus Tjandua, AP., M.H., menyampaikan bahwa Pemkab akan menyiapkan berita acara serta merumuskan langkah konkret pelaksanaan P4ED.
Setiap OPD diminta menyiapkan dan memutakhirkan data sesuai bidang tugas masing-masing untuk mendukung pemantauan dan evaluasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada akhir rapat, Bupati kembali menegaskan pentingnya hilirisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga meminta ketersediaan data ekonomi yang diperbarui secara berkala, termasuk data triwulanan, sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pemerintah daerah. (GIO).


