globaltimurnn.com: Pemkot
Deskripsi gambar



Tampilkan postingan dengan label Pemkot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemkot. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Agustus 2025

Buka Silo Expo, Walikota Kota Ambon Ajak Semua Bergerak Bersama Bangun Kota

Agustus 09, 2025

Foto : Buka Silo Expo, Walikota Kota Ambon Ajak Semua Bergerak Bersama Bangun Kota 

Ambon
, Globaltimurnn.com — Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena resmi membuka Silo Expo Season IV di Pattimura Park, Kota Ambon, Maluku, Jumat (8/8/2025). Ajang tahunan ini disokong berbagai sponsor, mulai dari Pemerintah Kota Ambon, Surya Nation, Telkom Indonesia, BNI, BFI Finance, The Body’s, Sastra Motor, KFC, hingga You.C100.


Dalam sambutannya, Wattimena menegaskan komitmen pemerintah untuk mengangkat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya mereka yang baru merintis usaha.


Pemerintah Kota menyalurkan bantuan modal Rp 2 juta per pelaku usaha, serta membantu pengurusan izin dan sertifikasi halal melalui kerja sama dengan Kementerian Agama. 


Kalau UMKM tumbuh subur, ekonomi Kota Ambon akan terus terjaga. Dalam situasi krisis sekalipun, UMKM bisa bertahan dan menjadi penopang perekonomian,” tegas Wattimena.


Wattimena menilai, pameran seperti Silo Expo bukan sekadar tempat jual-beli produk, tetapi juga ruang kolaborasi. Para pelaku UMKM dapat saling bertukar informasi, memperluas jejaring, dan memperkuat daya saing.


Tak hanya itu, Pemkot Ambon kini tengah membangun ekosistem ekonomi kreatif di Pantai Wainitung Talak dengan memanfaatkan kontainer-kontainer sebagai pusat kegiatan kreatif komunitas lokal. Konsep ini menggabungkan UMKM, musik, tari, hingga pertunjukan seni sebagai bagian dari penguatan branding “Ambon City of Music”.


Wattimena mengungkapkan kebanggaannya karena Ambon yang tergabung dalam UNESCO Creative Cities Network berhasil meraih predikat “excellent” di hampir semua indikator penilaian.


Momentum seperti ini menjadi kekuatan mempertahankan branding Ambon sebagai Kota Musik. Hanya 1-2 indikator yang belum sempurna, dan ini peluang yang harus kita maksimalkan,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Wattimena juga mengajak organisasi kepemudaan, termasuk Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), untuk aktif berinovasi dan membuat kegiatan bermanfaat bagi masyarakat luas.


Ia menargetkan transaksi dua hari pelaksanaan expo bisa menembus puluhan juta rupiah. Menurutnya, transaksi kecil yang terkumpul dari pelaku UMKM akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi kota.


Menjelang perayaan HUT ke-450 Kota Ambon bulan depan, tema besar yang diusung adalah “Bergerak Bersama Par Ambon, Maluku, Deng Indonesia, Pungbai”.


Bukan hanya pemerintah, semua yang hidup di kota ini bertanggung jawab memajukan Ambon. Mari bergerak bersama demi Ambon, Maluku, dan Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.


Acara pembukaan ditutup dengan peninjauan stan-stan UMKM yang dipersiapkan oleh Gereja Silo sebagai bagian dari rangkaian kegiatan expo. (ZAHRA)

Selengkapnya

Senin, 04 Agustus 2025

Buka FGD RDTR & KLHS, Walikota Ambon : Tata Ruang Harus Dukung Investasi dan Lingkungan

Agustus 04, 2025

Foto : Buka FGD RDTR & KLHS, Walikota Ambon : Tata Ruang Harus Dukung Investasi dan Lingkungan

Ambon
, Globaltimurnn.com - Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk wilayah perencanaan Baguala-Leitimur Selatan dan wilayah Nusaniwe. Kegiatan ini berlangsung di 


Biz Hotel, dan dibuka secara resmi oleh Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, Selasa (5/8/2025).


Pembukaan kegiatan ditandai dengan ketukan palu oleh Walikota, serta dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Ambon Moritz Tamaela, Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, para staf ahli, asisten, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan, serta seluruh jajaran Dinas PUPR Kota Ambon.


Dalam sambutannya, Walikota Bodewin Wattimena mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas terselenggaranya kegiatan strategis ini. Ia menekankan pentingnya RDTR dalam mendorong kemudahan investasi dan penataan ruang berkelanjutan, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.


"Undang-undang ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan investasi, khususnya akibat tumpang tindih pengaturan ruang. Karena itu, RDTR menjadi syarat penting dalam percepatan investasi daerah," tegas Walikota.


Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon saat ini telah memiliki satu RDTR yang telah ditetapkan sejak tahun 2021, mencakup wilayah dari perbatasan Halong–Galala (Bank PLN) hingga Museum Siwalima. Namun, untuk menjawab kebutuhan pembangunan dan investasi yang lebih luas, penyusunan RDTR diperluas ke wilayah Baguala-Leitimur Selatan dan Nusaniwe.


"Dengan penyusunan RDTR di dua wilayah ini, maka kita akan memiliki tiga wilayah perencanaan dengan RDTR. Tinggal Teluk Ambon yang masih menjadi tantangan, karena persoalan batas wilayah dengan Kabupaten Maluku Tengah masih harus diselesaikan," jelasnya.


Lebih lanjut, Walikota mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota juga tengah menyusun dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang nantinya akan sinkron dengan RDTR. Menurutnya, kedua dokumen ini menjadi landasan penting dalam mengatur pemanfaatan ruang di Kota Ambon, baik untuk investasi maupun pembangunan lainnya.


Ia berharap para stakeholder yang terlibat dalam FGD kali ini benar-benar memberikan masukan yang konstruktif agar proses penyusunan RDTR berjalan efektif dan tepat sasaran.


"Jangan sampai setelah RDTR ditetapkan, masih muncul persoalan saat orang ingin mendirikan bangunan atau membuka usaha. RDTR harus menjadi pedoman utama dan tidak lagi perlu pembahasan terpisah dalam forum penataan ruang," tegasnya.


Walikota juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dari Badan Pertanahan Nasional, camat, serta stakeholder lainnya. Ia berharap seluruh pihak memberikan masukan terkait potensi ruang serta tantangan lingkungan yang akan dikaji dalam KLHS.


"Kalau disusun dengan baik, kita tidak akan mengalami kendala di kemudian hari ketika ada pembangunan atau investasi di wilayah ini. Harapan kami, RDTR ini dapat mengatur ruang-ruang kota secara komprehensif," menyampaik


Walikota juga menyampaikan apresiasi kepada tim ahli penyusun materi teknis RDTR dan KLHS, serta para narasumber yang hadir baik secara luring maupun daring. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerja kolaboratif demi mewujudkan pembangunan Kota Ambon yang lebih tertata dan berkelanjutan. (Zahra)

Selengkapnya

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT