Ambon, Globaltimurnn.com — Aroma kopi dan aktivitas pembukaan gerai baru mewarnai suasana Indogrosir Ambon, Kamis (01/10/2026). Hari itu, Point Coffee resmi membuka outlet terbarunya, menghadirkan bukan sekadar tempat untuk menikmati secangkir kopi, tetapi juga ruang baru bagi masyarakat untuk bertemu, bersantai, sekaligus menjadi bagian dari geliat usaha dan ekonomi Kota Ambon.
Grand opening Point Coffee di Indogrosir Ambon menjadi penanda bertambahnya pilihan ruang nongkrong bagi masyarakat. Dengan konsep yang disebut lebih nyaman dan fresh, outlet tersebut menawarkan beragam pilihan produk, mulai dari aneka minuman kopi, roti savory hingga berbagai makanan ringan.
Di tengah aktivitas masyarakat yang terus bergerak, kedai kopi kini tidak lagi hanya menjadi tempat membeli minuman. Ia berkembang menjadi ruang perjumpaan—tempat orang berbincang, bertukar ide, bertemu rekan kerja, hingga sekadar mengambil jeda dari kesibukan sehari-hari.
Konsep itulah yang turut dibawa Point Coffee melalui kehadiran outlet barunya di Indogrosir Ambon.
Grand opening tersebut turut dihadiri Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., bersama unsur Forkopimda, perwakilan TNI, manajemen Indogrosir Ambon, manajemen Point Coffee dan para tamu undangan.
Namun, di balik peresmian sebuah gerai kopi, terdapat cerita yang lebih besar tentang bagaimana sebuah kota terus mencari ruang bagi pertumbuhan ekonominya.
Bagi Pemerintah Kota Ambon, kehadiran sebuah usaha baru, sekecil apa pun skalanya, tetap memiliki arti.
Bodewin menyampaikan apresiasi kepada manajemen Indogrosir dan Point Coffee karena telah memilih Kota Ambon sebagai salah satu lokasi pengembangan usaha.
Menurutnya, investasi yang masuk ke daerah dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menggerakkan perekonomian, terutama melalui sektor perdagangan dan jasa.
Kota Ambon, kata Bodewin, memiliki karakter sebagai kota dengan potensi ekonomi yang kuat pada sektor jasa, perdagangan dan pariwisata. Dengan keterbatasan sumber daya alam, pengembangan ekonomi kota perlu diarahkan pada sektor-sektor yang memang menjadi kekuatan perkotaan.
Karena itu, Ambon tidak cukup hanya menjadi tempat orang tinggal.
Kota ini, menurut Bodewin, harus terus dibangun menjadi tempat yang nyaman untuk berinvestasi, bekerja, belajar, menjalankan usaha, sekaligus menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat.
Di titik inilah kehadiran Point Coffee menjadi bagian dari cerita yang lebih luas.
Sebuah gerai baru berarti ada aktivitas ekonomi baru. Ada pekerja yang terlibat, ada pemasok yang bergerak, ada pelanggan yang datang dan ada interaksi ekonomi yang berlangsung setiap hari.
Tetapi bagi Bodewin, pertumbuhan usaha tidak berhenti pada bertambahnya jumlah gerai.
Ada satu hal yang menurutnya tidak kalah penting: masyarakat lokal harus ikut merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi tersebut.
Karena itu, ia berharap setiap pelaku usaha yang membuka bisnis di Kota Ambon dapat memberikan kesempatan kerja kepada warga lokal, terutama untuk posisi yang tidak membutuhkan keahlian khusus.
Pekerjaan seperti pramuniaga dan posisi lainnya yang tidak membutuhkan keterampilan spesifik, menurutnya, dapat menjadi ruang bagi masyarakat Kota Ambon untuk memperoleh kesempatan kerja.
Sementara tenaga kerja dengan keahlian tertentu dapat didatangkan dari daerah lain apabila kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi oleh tenaga kerja lokal.
Harapan tersebut, ditegaskan Bodewin, bukan dimaksudkan untuk membatasi kesempatan masyarakat dari daerah lain.
Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan bahwa pertumbuhan investasi di Kota Ambon juga membuka pintu bagi masyarakat yang tinggal di kota ini.
Sebab, ketika sebuah usaha tumbuh di tengah masyarakat, manfaat pertumbuhannya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha, tetapi juga oleh lingkungan di sekitarnya.
Ada pula sisi lain yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Ambon: tanggung jawab sosial dunia usaha.
Bodewin mengingatkan bahwa kemudahan yang diberikan pemerintah kepada para pelaku usaha perlu berjalan bersama dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya diharapkan hadir untuk menjalankan aktivitas bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Dengan demikian, keberadaan sebuah usaha dapat menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat.
Harapannya, Point Coffee tidak hanya tumbuh sebagai sebuah jaringan gerai, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi Kota Ambon yang memberikan manfaat lebih luas.
Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, tempat minum kopi telah berkembang menjadi bagian dari kehidupan sosial. Ruang-ruang seperti Point Coffee memungkinkan masyarakat memiliki tempat untuk berhenti sejenak, bertemu, berbicara dan membangun relasi.
Namun, dari sudut pandang pemerintah, cerita tentang sebuah gerai baru tidak berhenti pada meja, kursi dan secangkir kopi.
Di dalamnya terdapat cerita tentang investasi, kesempatan kerja, perputaran ekonomi dan harapan agar dunia usaha ikut tumbuh bersama masyarakat.
Karena itu, Bodewin berharap kehadiran Point Coffee dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar sekaligus ikut menggerakkan roda perekonomian Kota Ambon.
Ia juga mengajak pemerintah, pelaku usaha, TNI-Polri dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga Ambon sebagai kota yang aman, nyaman dan damai. Lingkungan yang kondusif dinilai penting agar aktivitas ekonomi dapat terus tumbuh dan berkembang.
Pada akhirnya, sebuah gerai kopi mungkin hanya membutuhkan ruang untuk berdiri.
Tetapi ketika ruang itu hadir di sebuah kota, ia dapat menjadi bagian dari cerita yang lebih besar: tentang orang-orang yang bekerja, masyarakat yang beraktivitas, pelaku usaha yang berinvestasi, dan sebuah kota yang terus mencari cara untuk tumbuh.
“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami menyampaikan selamat dan sukses kepada semua pihak yang berkaitan dengan outlet ini. Kiranya usaha ini dapat tumbuh, berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta turut mengambil bagian dalam menggerakkan perekonomian Kota Ambon,” pungkas Bodewin. (Za)


