SBB, globaltimurnn.com - Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A, menerima kunjungan silaturahmi Raja Neniari bersama perangkat pemerintahan desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemuda Desa Neniari, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIT.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Kapolres SBB tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan silaturahmi sekaligus membahas perkembangan situasi masyarakat serta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Desa Neniari.
Rombongan yang hadir dipimpin Raja Neniari, Aser J. Lekalaete didampingi Sekdes Neniari Manfred Lekalaete, BPD Neniari Frejon Naene dan Dominggu Lumatalale, tokoh adat Mely Lekalaete dan Anton Akolo, tokoh agama Melky Remaur, Ketua Pemudi Desa Neniari Wely Akolo, staf desa Aleka Paty dan Frangkias Titabano, Marinyo Desa Neniari Ledrik Sasake, serta Ketua RT 03 Desa Neniari Bony Lumatalale.
Dalam pertemuan tersebut, AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A. menekankan pentingnya peran Pemerintah Desa bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.
Kapolres mengajak Pemerintah Desa untuk terus membangun kebersamaan di tengah masyarakat serta mengimbau warga agar tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat hendaknya dapat diselesaikan secara cepat dan tepat melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu stabilitas Kamtibmas,” ujar Kapolres SBB.
Kapolres SBB juga meminta agar komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Desa Neniari dengan jajaran Kepolisian terus ditingkatkan. Dengan komunikasi yang baik, setiap perkembangan maupun permasalahan yang terjadi di masyarakat dapat segera disampaikan dan ditangani secara bersama-sama.
Silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi bagian dari upaya Polres SBB untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Seram Bagian Barat. (Rdks)

