JAKARTA, globaltimurnn.com – Memasuki usia lima tahun, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) mulai memantapkan langkah menghadapi Pemilu 2029. Partai yang dideklarasikan pada 28 Oktober 2021 itu menawarkan diri sebagai kendaraan politik alternatif bagi tokoh bangsa yang ingin berkompetisi dalam kontestasi kepemimpinan nasional.
Ketua Umum PKN I Gede Pasek Suardika menegaskan, politik seharusnya tidak hanya menjadi arena bagi elite kekuasaan dan kelompok bermodal besar. Menurutnya, masyarakat biasa juga memiliki hak konstitusional yang sama untuk ikut menentukan arah pembangunan Indonesia.
“Saatnya orang biasa ikut menentukan arah republik ini,” menjadi pesan utama PKN dalam menatap perjalanan politik lima tahun ke depan.
Pasek mengatakan, PKN tengah mempersiapkan diri untuk kembali menjadi peserta Pemilu 2029 sekaligus membuka peluang bagi tokoh yang ingin maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden melalui partainya.
PKN, lanjut dia, mengusung nasionalisme kenusantaraan sebagai landasan perjuangan. Prinsip tersebut diterjemahkan melalui dorongan memperkuat otonomi daerah, mengembalikan hak keuangan daerah, memperbaiki pembagian dana bagi hasil, serta menolak sentralisasi kekuasaan yang dinilai berlebihan.
Selain menyiapkan strategi elektoral, PKN juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, mulai dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. PKN menilai kedua program tersebut perlu dievaluasi secara mendasar agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Terkait MBG, PKN mendukung pemenuhan gizi siswa, tetapi menolak skema pelaksanaan yang dinilai berisiko menimbulkan persoalan tata kelola. PKN mengusulkan pengelolaan berbasis sekolah dengan pengawasan pemerintah serta prioritas bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Di bidang politik, PKN juga mendorong pembenahan regulasi pemilu agar selaras dengan putusan Mahkamah Konstitusi dan menjamin persaingan yang adil bagi seluruh partai politik peserta pemilu.
Bagi Pasek, perjalanan lima tahun PKN bukan semata-mata tentang membangun kekuatan elektoral, melainkan memperluas akses masyarakat terhadap ruang pengabdian politik.
“PKN bersiap bukan menjadi partainya wong cilik, tetapi memang lahir, tumbuh, dan berkembang menjadi partainya orang-orang biasa yang punya niat ikut mengabdi dan berjuang memperbaiki negeri,” demikian arah perjuangan yang ditegaskan Pasek.
Dengan Pemilu 2029 sebagai sasaran berikutnya, PKN berupaya membangun posisi sebagai alternatif di tengah persaingan politik nasional. Tantangannya adalah menerjemahkan gagasan tersebut menjadi kekuatan organisasi, dukungan publik, dan hasil elektoral yang nyata. (Rdks)
