Amalatu, Globaltimurnn.com - Satu oknum anggota TNI AD dari satuan Zidam Kodam XV/Pattimura dengan muka penuh miras secara arogan dan brutal datangi Polsek Amalatu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten SBB lansung main hantam anggota Polsek yang sedang lakukan pemeriksaan mengambil keterangan terhadap masyarakat yang terlibat perkelahian di Desa Rumahkay.
Informasi yang diterima media ini dari sumber terpercaya bahwa insiden yang terjadi tersebut tepatnya sekitar pukul 20 : 00 Wit, kemarin malam, bertempat di ruang SPKT Polsek Amalatu. Senin 26/10/2026
Diketahui oknum anggota TNI AD dari satuan Zidam Kodam XV/Pattimura itu bernama Kopral. Devi Akerina.
Dari informasi kronologis yang diterima media ini pagi tadi, oknum TNI AD tersebut secara brutal saat sudah dipengaruhi miras datangi ruang SPKT Polsek Amalatu tanpa bertanya apapun lansung menghantam salah satu anggota Polsek yang sedang melakukan tugas pemeriksaan.
Padahal salah satu oknum anggota Polsek yang di pukul hanya sekedar bertanya dengan nada lembut "Bapak ada perlu apa? Tanpa berkompromi atau membalas pertanyaan anggota Polsek oknum anggota TNI AD tersebut lansung melabrak anggota Polsek tersebut, tepat mengenai pelipis kiri.
Setelah insiden itu terjadi anggota Polsek tanggulangin lain mencoba melerai, dan berhasil oknum Anggota TNI AD tersebut dibawah keluar dari ruang Polsek, diwaktu bersamaan sebagai penanggungjawab di Polsek, Kapolsek Amalatu Iptu. Lodewyk. R. Alfons sempat keluar dan menegur secara baik oknum anggota TNI tersebut, namun teguran itu tidak dihiraukan, Kopral DA kembali masuk ke Mako Polsek dan sempat di tegur oleh anggota Polsek yang lain dengan bahasa bahwa "bapak pulang sudah karena sudah mabuk" Sangat disayangkan teguran itu disambut dengan pukulan yang dilayangkan Kopral DA ke wajah anggota Polisi tersebut.
Setelah layangkan pukulan ke wajah anggota Polsek Kopral DA lansung melarikan diri dari Polsek menuju arah kampung dan menghilang.
Hingga berita ini tayang, belum ada konfirmasi dari satuan Zidam Kodam XV/Pattimura, media ini terus membuka ruang konfirmasi dan klarifikasi bagi pihak yang disebutkan dalam pemberitaanRdks, sementara Kapendam XV/Pattimura Letkol Inf. Adi Swastika dalam keterangan konfirmasi-nya mengakui benar adanya insiden tersebut dan pihaknya sedang menunggu laporan lengkapnya, karena menurutnya kronologisnya masih belum jelas.
Insiden ini menunjukan moral seorang prajurit TNI yang bermoral tidak baik mencoreng nama institusi TNI AD ke muka publik, sebagai pemicu konflik antar institusi Negara, masyarakat meminta Pangdam XV/Pattimura bertindak tegas oknum tersebut harus di proses sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Pihak Kepolisian lebih memilih tenang dan tidak mudah terprovokasi, karena sinergitas TNI, Polri terus di sanjung dan ditinggikan, demi Bangsa dan Negara. (Rdks)
