Malteng, Globaltimurnn.com — Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Provinsi Maluku angkatan pertama menjadi momentum penting dalam memperkuat pengaderan, membangun soliditas organisasi, serta menyiapkan kader yang tangguh untuk masa depan Partai Gerindra.
Ketua Pengurus Cabang Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Kota Ambon, Dr. (Cand.) Yashmin Seiff, SH., MBA., AESTH., Dipl. M.Kn., menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, diklat perdana ini menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen para kader dalam membangun organisasi yang solid.
Yashmin mengungkapkan, PIRA Kota Ambon turut mengambil bagian dalam kepanitiaan kegiatan tersebut. Ia menilai, kerja sama yang terbangun antara panitia dan peserta menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga. Kerja sama tim sangat solid, dan para peserta pun menyampaikan rasa puas. Tidak ada hal-hal yang mengecewakan selama kegiatan berlangsung,” ungkap Yashmin usai kegiatan, Minggu (11/10/2026).
Diklat yang diikuti lebih dari 300 peserta dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku itu berlangsung sejak pembukaan hingga penutupan. Berbagai tahapan dilalui peserta, mulai dari penyampaian materi pelatihan hingga prosesi api unggun yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Menurut Yashmin, semangat peserta yang mampu mengikuti seluruh tahapan hingga selesai merupakan gambaran komitmen dan kesungguhan kader dalam menjalani proses pengaderan.
“Mereka tetap tangguh sampai selesai. Semangat mereka luar biasa. Peserta tidak pulang dengan tangan hampa, melainkan membawa bekal ilmu yang akan dikembangkan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Meski memberikan apresiasi atas pelaksanaan diklat perdana tersebut, Yashmin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak kader, termasuk kaum perempuan.
Ia menilai, keterlibatan perempuan dalam proses pengaderan partai merupakan hal penting agar kaderisasi berjalan lebih inklusif dan mampu memperkuat peran perempuan dalam organisasi.
“Karena peserta kali ini mayoritas laki-laki, kami berharap ke depannya kaum perempuan juga dapat mendapatkan kesempatan yang sama. Kehadiran peserta perempuan akan melengkapi keberadaan Laskar Gerindra secara keseluruhan,” tegasnya.
Baginya, pengaderan melalui pendidikan dan pelatihan tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai dan tanggung jawab sebagai kader partai.
Melalui kegiatan tersebut, para kader diharapkan mampu memahami bagaimana menjaga nama baik organisasi, menunjukkan sikap yang bertanggung jawab, serta berkontribusi secara positif dalam menjalankan tugas di lingkungan Partai Gerindra.
“Pengaderan melalui pelatihan seperti ini sangat penting. Di sinilah para kader belajar sejak dini bagaimana bersikap, menjaga marwah partai, dan memahami segala hal yang diperlukan di lingkungan Partai Gerindra,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yashmin menekankan bahwa keberhasilan pengaderan tidak hanya bergantung pada kader-kader muda yang dipersiapkan untuk masa depan, tetapi juga membutuhkan dukungan para pengurus senior dan anggota legislatif yang telah lebih dahulu berkiprah.
Menurutnya, perpaduan pengalaman para senior dengan semangat dan kemampuan kader muda merupakan kekuatan penting untuk menjaga keberlanjutan organisasi.
“Dari merekalah akan lahir kader-kader tangguh di masa depan. Namun, kami tidak mengabaikan para pengurus dan anggota dewan yang telah terlebih dahulu berkiprah. Semangat dan dukungan mereka sungguh luar biasa. Di sinilah terlihat bahwa kita semua berada dalam satu keluarga besar yang kuat, keluarga Partai Gerindra,” tambahnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui diklat tersebut tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi terus diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat dan dalam pelaksanaan tanggung jawab organisasi di setiap daerah.
Yashmin juga menegaskan komitmen kader Gerindra di Maluku untuk mendukung kebijakan dan langkah strategis Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, serta memperkuat konsolidasi organisasi dalam menghadapi agenda politik dan pemerintahan ke depan.
Di tingkat daerah, ia turut menyampaikan harapan agar Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa, dapat mempersiapkan diri secara matang untuk kembali memimpin Maluku pada periode kedua.
“Kita harus tetap bersatu, solid, dan maju bersama. Tidak ada yang tertinggal. Di Maluku khususnya, kami selalu bergandengan tangan, dan demikian pula halnya dengan seluruh kader Gerindra di Indonesia,” pungkasnya.
Diketahui, Diklat Laskar Gerindra tidak hanya dilaksanakan di Provinsi Maluku, tetapi juga digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas pengaderan partai secara nasional.
Melalui pelaksanaan diklat ini, diharapkan lahir kader-kader yang memiliki disiplin, wawasan, dan semangat pengabdian, sekaligus mampu menjaga soliditas organisasi serta berkontribusi bagi masyarakat sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. (Za)
