Perkuat Pembinaan Spiritual, Lapas Namlea Gandeng Kemenag Buru Bentuk Karakter Warga Binaan - globaltimurnn.com

Deskripsi gambar

Sabtu, 17 Oktober 2026

Perkuat Pembinaan Spiritual, Lapas Namlea Gandeng Kemenag Buru Bentuk Karakter Warga Binaan


Namlea
, Globaltimurnn.com — Menjalani masa pembinaan di balik jeruji bukan berarti kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri. Melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buru terus berupaya menanamkan keimanan, membangun karakter, serta menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Islam yang berlangsung di Masjid Sultan Al-Akhyar Lapas Namlea, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini turut dihadiri penyuluh Kemenag Buru, Muhammad Tahir, bersama seluruh warga binaan Muslim.


Pembinaan ini menjadi bagian penting dari proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga pada pembentukan kepribadian, penguatan mental, dan perubahan perilaku agar warga binaan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.


Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengatakan bahwa kerja sama dengan Kemenag Buru merupakan bentuk komitmen bersama dalam memenuhi hak warga binaan untuk memperoleh pembinaan dan perawatan rohani sesuai agama serta keyakinan masing-masing.


Menurutnya, pendekatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri, menumbuhkan sikap positif, serta memperkuat nilai moral selama warga binaan menjalani masa pembinaan.


“Lapas Namlea dan Kemenag Buru berkomitmen untuk menumbuhkan karakter warga binaan yang berkepribadian religius dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selama di dalam lapas, mereka tidak hanya sekadar menjalani hukuman, melainkan juga mengikuti pembinaan mental dan spiritual,” ungkap Marasabessy.


Dalam kegiatan tersebut, penyuluh Kemenag Buru, Muhammad Tahir, mengajak warga binaan untuk menjadikan setiap ujian kehidupan sebagai momentum introspeksi diri, memperbaiki kesalahan, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Ia mengingatkan bahwa rasa syukur, kesabaran, serta kesungguhan dalam bertobat merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan, termasuk ketika seseorang berada dalam situasi sulit.


“Dalam kondisi apa pun, termasuk ketika sedang terpuruk, kita tidak boleh menjauh dari Allah SWT dan amalan yang kita lakukan, termasuk bapak-bapak sekalian yang sedang menjalani pembinaan di sini. Mungkin Allah memiliki rencana lain yang lebih mulia agar bapak-bapak terhindar dari dosa yang lebih besar dengan berada di sini. Oleh karena itu, tetaplah bersyukur dan bertobat, serta tingkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT,” pesan Tahir.


Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi penguatan bagi warga binaan untuk tidak larut dalam penyesalan, melainkan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri, memperkuat keyakinan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


Pembinaan kerohanian sendiri merupakan salah satu unsur pembinaan kepribadian yang secara berkelanjutan dilaksanakan Lapas Namlea. Melalui kegiatan ini, warga binaan diarahkan untuk meningkatkan pemahaman agama, menyadari kesalahan masa lalu, serta membangun sikap dan perilaku yang lebih bertanggung jawab.


Kolaborasi antara Lapas Namlea dan Kemenag Buru juga mencerminkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek kemanusiaan. Pendampingan spiritual diharapkan mampu membantu warga binaan menemukan kembali arah hidup dan menumbuhkan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Dengan penguatan mental dan spiritual yang dilakukan secara konsisten, Lapas Namlea berharap warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik, memiliki kepribadian yang semakin matang, serta siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih religius, mandiri, dan bertanggung jawab.(Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT