Ambon, Globaltimurnn.com — Majelis Taklim (MT) BKPRMI Maluku menggelar rapat bersama pengurus dan anggota sebagai langkah awal memperkuat koordinasi, mempererat silaturahmi, serta membahas program kerja masing-masing bidang setelah pelaksanaan kegiatan pelantikan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Hanie, Tial, pada Sabtu (17/10/2026), pukul 14.00 WIT, dan dihadiri Ketua MT BKPRMI Maluku, Sekretaris, Bendahara, serta para ketua bidang bersama anggota.
Rapat dibuka oleh Sekretaris MT BKPRMI Maluku, Dewi Hitimala, dan diawali dengan kegiatan taaruf atau perkenalan antarpengurus dan anggota. Kegiatan ini bertujuan membangun kedekatan, memperkuat kebersamaan, serta menciptakan komunikasi yang baik dalam menjalankan tugas organisasi.
Selanjutnya, rapat dilanjutkan dengan pemaparan program kerja sementara yang disampaikan oleh sekretaris dan ketua. Program tersebut kemudian dibahas bersama para ketua bidang dan anggota sebagai bahan awal untuk menyusun serta mematangkan rencana kegiatan organisasi ke depan.
Dalam pembahasan tersebut, setiap bidang diharapkan kembali melakukan koordinasi internal bersama anggotanya untuk meninjau dan menyempurnakan program kerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Adapun bidang yang terlibat dalam rapat tersebut meliputi Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Bidang Usaha, Bidang Syiar, Bidang Pendidikan, serta Bidang Hubungan Masyarakat (Humas).
Selain membahas program kerja, rapat juga menyepakati pelaksanaan pengajian rutin satu kali dalam sebulan, yakni pada minggu ketiga setiap hari Jumat, mulai pukul 15.00 WIT hingga selesai. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan rohani sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di antara pengurus dan anggota MT BKPRMI Maluku.
Dalam rapat tersebut, pengurus turut membahas laporan keuangan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pelantikan dan Maulid Nabi Muhammad SAW sebelumnya.
Berdasarkan laporan yang disampaikan, dana pemasukan tercatat sebesar Rp5.000.000. Sementara itu, pengeluaran dilaporkan sebesar Rp5.987.000 ditambah Rp315.000, sehingga total pengeluaran mencapai Rp6.302.000.
Dengan demikian, terdapat kekurangan dana sebesar Rp1.302.000. Dalam laporan tersebut, kekurangan dana dicatat ditutupi oleh Ketua Umum sebesar Rp987.000 dan Bendahara Umum sebesar Rp315.000.
Pembahasan keuangan ini menjadi bagian dari evaluasi bersama agar pengelolaan dana organisasi ke depan dapat dilakukan secara tertib, transparan, dan bertanggung jawab.
Pengurus juga mengingatkan seluruh nama yang tercantum dalam surat keputusan (SK) kepengurusan, baik yang hadir maupun tidak hadir saat pelantikan, untuk memenuhi kewajiban iuran sesuai kesepakatan awal sebesar Rp120.000 per orang, termasuk biaya konsumsi dan pin. Dana yang terkumpul dari kewajiban tersebut selanjutnya akan dimasukkan ke dalam kas organisasi guna mendukung pelaksanaan program kerja.
Rapat yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut ditutup pada pukul 16.00 WIT dengan doa bersama.
Melalui pertemuan ini, MT BKPRMI Maluku diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat koordinasi antarpengurus, serta merealisasikan program-program yang bermanfaat bagi pembinaan keagamaan dan pemberdayaan umat. (Za)


