Geser, Globaltimurnn.com — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser. Melalui aksi bakti sosial lanjutan, jajaran Lapas Geser kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Arbey, Pulau Seram Laut, Kecamatan Seram Timur, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyaluran bantuan sebelumnya. Langkah ini dilakukan setelah petugas menemukan sejumlah wadah penampungan air milik warga yang belum terisi secara maksimal, sehingga diperlukan distribusi tambahan untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan.
Dengan menggunakan speed boat, tim Lapas Geser membawa pasokan air bersih menuju pesisir Dusun Arbey. Petugas kemudian mendatangi pemukiman warga untuk mengisi kembali jeriken, drum, dan tempat penampungan air lainnya yang masih kosong atau belum terisi penuh.
Upaya tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata Lapas Geser terhadap kesulitan masyarakat dalam memperoleh air bersih akibat kemarau panjang. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, kegiatan ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial di wilayah kepulauan.
Kepala Lapas Kelas III Geser, Nober Hasanda, menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak boleh berhenti selama masih ada warga yang membutuhkan pertolongan. Karena itu, penyaluran lanjutan dilakukan agar masyarakat yang belum memperoleh pasokan air secara maksimal tetap mendapatkan perhatian.
Bakti sosial ini adalah panggilan hati. Kami tidak ingin berhenti di tengah jalan ketika tahu masih ada wadah warga yang kosong. Kepedulian sosial dan semangat saling membantu harus menjadi napas dalam setiap langkah jajaran Lapas Geser. Menghadapi musibah kemarau ini, kami hadir untuk memastikan tidak ada saudara kita yang merasa berjuang sendirian, tegas Nober.
Sementara itu, Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi Lapas Geser, M. Yusuf Kilkoda, yang turut terlibat langsung dalam penyaluran bantuan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan pemerataan dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, kehadiran kembali petugas di Dusun Arbey merupakan upaya memastikan warga yang sebelumnya belum mendapatkan air dalam jumlah memadai dapat menerima bantuan sesuai kebutuhan penampungan mereka.
“Kami kembali ke Dusun Arbey untuk memastikan keadilan pasokan. Melihat senyum warga saat jeriken dan drum mereka terisi penuh adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Ini adalah aksi murni kemanusiaan, di mana kita hadir bukan hanya membawa air, tetapi juga membawa kehangatan dan rasa peduli bagi sesama,” ungkap Yusuf.
Apresiasi juga disampaikan warga setempat atas perhatian dan kesediaan jajaran Lapas Geser untuk kembali membantu mereka. La Bula Siolimbona, salah seorang warga Dusun Arbey, mengaku bersyukur karena petugas kembali datang setelah sebelumnya masih terdapat tempat penampungan air yang belum terisi penuh.
“Kami sangat bersyukur atas kepedulian dari Lapas Geser. Kemarin beberapa wadah kami memang belum terisi penuh, namun hari ini petugas kembali datang untuk memenuhinya. Perhatian dan ketulusan ini sangat berarti bagi kami yang sedang kesulitan air bersih. Semoga ketulusan dan kepedulian ini dibalas dengan keberkahan,” tuturnya.
Aksi sosial tersebut sekaligus mempertegas peran Lapas Geser yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan tugas pemasyarakatan, tetapi juga berupaya hadir memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Melalui penyaluran air bersih secara berkelanjutan, Lapas Geser berharap semangat kebersamaan dan kepedulian antarsesama terus tumbuh, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan akibat kondisi alam.
Bagi warga Dusun Arbey, bantuan tersebut menjadi dukungan berarti dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari di tengah kemarau panjang. Sementara bagi jajaran Lapas Geser, kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa nilai kemanusiaan, solidaritas, dan gotong royong harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat. (Za)
