Ambon, Globaltimurnn.com — Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Maluku mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi semakin meluas di tengah kondisi cuaca panas dan kemarau berkepanjangan.
Ajakan tersebut disampaikan melalui imbauan bertajuk “Sadar Bahaya Karhutla” yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran, menjaga lingkungan, serta melindungi keselamatan bersama.
Dalam imbauan tersebut, Ketua PD AMPG Provinsi Maluku Zeth Pormes, mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan bukan hanya mengakibatkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengancam permukiman warga, mengganggu aktivitas masyarakat, serta menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menganggap remeh tindakan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering dan api mudah merambat.
Melalui pesan edukasi yang disampaikan, AMPG Provinsi Maluku mengajak masyarakat memperhatikan empat langkah penting dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Pertama, tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diimbau menggunakan cara yang lebih aman dalam mengelola lahan agar api tidak merambat ke kawasan hutan maupun permukiman penduduk.
Kedua, tidak membuang puntung rokok sembarangan. Puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi sumber api, terutama apabila dibuang di kawasan yang dipenuhi rumput kering, dedaunan, atau material mudah terbakar.
Ketiga, menghindari pembakaran sampah saat cuaca panas dan kering. Pembakaran sampah yang tidak diawasi berpotensi menimbulkan api yang sulit dikendalikan dan memicu kebakaran lebih luas.
Keempat, segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas. Pelaporan sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum api menyebar dan menimbulkan kerugian lebih besar.
AMPG Provinsi Maluku menekankan bahwa upaya mencegah karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat diharapkan tidak hanya menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing, tetapi juga saling mengingatkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, kepedulian dan partisipasi warga dalam melaporkan kejadian kebakaran menjadi bagian penting untuk mendukung upaya penanganan oleh petugas terkait.
Pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih baik daripada harus menghadapi dampak kebakaran yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, kerugian material, hingga membahayakan keselamatan masyarakat.
Melalui imbauan ini, PD AMPG Provinsi Maluku berharap tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla, khususnya selama musim kemarau.
Pesan yang ingin ditegaskan adalah menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan tidak membakar lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, menghindari pembakaran sampah saat cuaca kering, serta segera melaporkan titik api, masyarakat dapat mengambil bagian nyata dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di Maluku. (Za)
