Ambon, Globaltimurnn.com — Suara tabuhan tifa mengiringi dimulainya Open Tournament Domino 101 Orado Maluku Piala Panglima TNI di Lapangan Merdeka Ambon, Minggu (27/09/2026).
Turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI tersebut secara resmi dibuka oleh Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., bersama sejumlah pejabat dan tamu undangan.
Ajang olahraga domino ini mempertandingkan dua kategori, yakni kategori eksekutif dan kategori umum. Sebanyak 256 tim dengan total 542 peserta ambil bagian dalam kompetisi tersebut, yang berasal dari kalangan TNI-Polri maupun masyarakat umum.
Pembukaan ditandai dengan prosesi pemukulan tifa oleh Pangdam XV/Pattimura bersama sejumlah pejabat yang hadir.
Sejumlah pejabat turut menyaksikan kegiatan tersebut, di antaranya Kasdam XV/Pattimura, Irdam XV/Pattimura, Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Danrindam XV/Pattimura, Wadankodaeral IX/Ambon, Sekda Provinsi Maluku, serta Wali Kota Ambon.
Hadir pula Ketua Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Orado) Pengprov Maluku, M. Azis Tunny, bersama jajaran pengurus.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan video conference (vicon) bersama Mabes TNI yang dipimpin oleh Aspers Panglima TNI.
Dalam sambutannya, Ketua Orado Pengprov Maluku M. Azis Tunny mengatakan, turnamen tersebut merupakan bagian dari event nasional yang dilaksanakan secara serentak di 101 kota dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI.
Ia menyampaikan apresiasi kepada TNI atas dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen domino tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi agenda olahraga yang berkelanjutan.
Sementara itu, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menilai olahraga domino memiliki potensi untuk semakin berkembang di Maluku.
Selain mudah dijangkau berbagai kalangan, permainan domino menurutnya juga dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan berpikir dan kerja otak.
Pangdam berharap domino dapat semakin dikenal dan berkembang di tengah masyarakat, bahkan menjadi aktivitas positif yang dapat hadir hingga tingkat RT/RW.
Namun, ia mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Pangdam juga menegaskan bahwa kegiatan olahraga domino tersebut tidak boleh disertai taruhan maupun perjudian dalam bentuk apa pun.
Sebagai bagian dari upaya pembinaan olahraga dan pencarian bibit atlet, Pangdam menyampaikan rencana untuk kembali menggelar event serupa pada akhir tahun.
Ajang tersebut diharapkan dapat menjadi wadah untuk menemukan sekaligus membina atlet-atlet domino potensial dari Maluku agar mampu berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.
Dalam turnamen ini, panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah bagi para pemenang.
Juara pertama berhak mendapatkan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Sementara Juara II memperoleh uang tunai Rp5 juta, Juara III Rp3,5 juta, dan Juara IV Rp2,5 juta.
Dengan antusiasme ratusan peserta, Open Tournament Domino 101 Orado Maluku Piala Panglima TNI diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi antara TNI-Polri dan masyarakat melalui olahraga. (Za)

