Ambon, Globaltimurnn.com — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi keluarga besar Kodam XV/Pattimura untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun karakter prajurit yang berintegritas, disiplin dan dekat dengan rakyat.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Ittihad, Belakang Kota, Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (02/09/2026), berlangsung dalam suasana religius dan penuh kekhidmatan.
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., yang diwakili Irdam XV/Pattimura Brigjen TNI Muhammad Ali, S.H., M.H., hadir bersama jajaran prajurit dan PNS Kodam XV/Pattimura.
Turut hadir Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD XV/Pattimura, Pengurus Yayasan Kartika Jaya Cabang XIII, Pengurus Dharma Pertiwi Daerah Q unsur Persit, serta perwakilan anggota Cabang Seatap.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1448 H/2026 M tersebut mengangkat tema “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 H/2026 M Kita Mantapkan Tekad Bersama Rakyat, TNI Prima dan Kuat, Siap Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Berdaulat.”
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan prajurit tidak hanya dibangun melalui kemampuan profesional dan kesiapan dalam menjalankan tugas, tetapi juga melalui karakter, moral dan keteguhan iman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Serda Munawir. Lantunan ayat suci Al-Qur'an kemudian mengantarkan seluruh jamaah mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi dengan penuh kekhusyukan.
Dalam sambutan Pangdam XV/Pattimura yang dibacakan Irdam, disampaikan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar peringatan sejarah kelahiran Rasulullah SAW. Momentum tersebut harus menjadi sarana untuk menggali dan mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, akhlak Rasulullah SAW memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan seorang prajurit, terutama dalam menjalankan amanah, menjaga integritas, meningkatkan kedisiplinan dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
Peringatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang introspeksi bagi setiap prajurit untuk terus meningkatkan keimanan, kualitas ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.
Nilai-nilai keteladanan Rasulullah, lanjutnya, diharapkan mampu membentuk prajurit Kodam XV/Pattimura yang semakin religius, profesional, berintegritas dan humanis.
Hal itu juga menjadi bagian penting dalam menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat. Prajurit dituntut tidak hanya siap menjalankan tugas, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat, merespons persoalan dan membantu mengatasi berbagai kesulitan rakyat.
Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian disampaikan Ustadz Dr. H. Much. Mualim, M.H.I., M.A.
Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi momentum untuk menghadirkan kembali akhlak Rasulullah dalam kehidupan nyata.
Ia menekankan sejumlah sifat Rasulullah yang dinilai penting untuk diterapkan oleh setiap prajurit, antara lain kejujuran, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab dan kesetiaan dalam menjalankan amanah.
Menurutnya, tugas seorang prajurit merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, loyalitas dan integritas. Karena itu, kekuatan seorang prajurit tidak hanya terletak pada kemampuan fisik dan profesionalitas, tetapi juga pada karakter dan moral yang dimilikinya.
Keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi bagian dari kehidupan, bukan hanya dikenang ketika memperingati Maulid, menjadi pesan penting dalam tausiyah tersebut.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama keluarga besar Kodam XV/Pattimura pun menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan.
Nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi energi positif dalam membentuk pribadi prajurit yang kuat secara mental dan spiritual, sekaligus semakin dekat dengan masyarakat.
Dengan semangat keteladanan Rasulullah SAW, keluarga besar Kodam XV/Pattimura diharapkan mampu terus menjaga profesionalisme, memperkuat integritas serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa, negara dan rakyat. (Za)
