Musik, Baju Cele, dan Goyang Wayase: Cara Santika Premiere Ambon Merayakan 451 Tahun Kota Ambon - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar

Senin, 07 September 2026

Musik, Baju Cele, dan Goyang Wayase: Cara Santika Premiere Ambon Merayakan 451 Tahun Kota Ambon


Ambon
, Globaltimurnn.com — Pagi di Gandaria Restaurant, lantai 5 Hotel Santika Premiere Ambon, Senin (07/09/2026), awalnya berjalan seperti biasa.


Para tamu menikmati sarapan. Sebagian berbincang di meja masing-masing, sementara staf hotel sibuk memastikan setiap kebutuhan tamu terpenuhi, Namun, suasana pagi itu perlahan berubah.


Di tengah aktivitas sarapan, suara musik mulai terdengar. Para staf Hotel Santika Premiere Ambon tampil dengan wajah penuh semangat. Mereka datang bukan sekadar untuk menghibur, tetapi membawa suasana Kota Ambon ke dalam ruang sarapan.


Hari itu, Kota Ambon tengah merayakan usia ke-451 tahun, Perayaan sederhana tersebut diawali dengan Welcoming Speech dari Public Relations Manager Hotel Santika Premiere Ambon, Audra Pattiasina. Ia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk Kota Ambon sekaligus mengajak para tamu menjadi bagian dari perayaan yang sarat dengan nuansa budaya lokal.


“Selamat HUT ke-451 Kota Ambon,” menjadi pembuka sebelum suasana Gandaria Restaurant semakin hidup, Ketika Musik Ambon Mengisi Ruang Sarapan, Tidak lama kemudian, giliran Security Team Hotel Santika Premiere Ambon tampil melalui Vocal Group Tanase.


Lagu-lagu bernuansa Ambon mengalun. Suara para staf memenuhi ruangan dan menghadirkan warna yang berbeda dari suasana sarapan pagi pada umumnya.


Musik menjadi cara sederhana untuk mengingatkan bahwa Ambon memiliki identitas yang kuat sebagai kota yang tumbuh bersama musik, budaya, dan kehidupan masyarakatnya.


Para tamu yang sebelumnya menikmati sarapan dengan suasana tenang mulai memberikan perhatian. Senyum dan tepuk tangan pun terdengar ketika penampilan berlangsung.


Para staf kemudian tampil mengenakan Baju Cele, pakaian tradisional Maluku yang menjadi salah satu simbol identitas budaya daerah, Dan ketika Goyang Wayase dimulai, batas antara staf hotel dan tamu seolah menghilang, Gerakan demi gerakan diikuti bersama. Ada yang langsung mengikuti dengan percaya diri, ada pula yang masih mencoba menyesuaikan gerakan sambil tertawa.


Gandaria Restaurant berubah menjadi ruang kecil tempat orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal dapat bergembira bersama, Bagi Audra Pattiasina, momen tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pertunjukan.


Menurutnya, HUT ke-451 Kota Ambon menjadi kesempatan bagi Hotel Santika Premiere Ambon untuk menghadirkan budaya lokal dalam bentuk yang sederhana, tetapi dapat dirasakan langsung oleh para tamu.


Bagi kami, merayakan HUT ke-451 Kota Ambon bukan hanya tentang mengucapkan selamat ulang tahun, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan Ambon melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita musik, tarian, keramahan, dan kebersamaan.


Menurut Audra, ketika para tamu ikut bernyanyi dan bergoyang bersama staf, budaya tidak lagi sekadar menjadi sesuatu yang ditampilkan untuk dilihat, Budaya menjadi pengalaman yang dirasakan.


«“Ketika tamu ikut menyanyi dan bergoyang bersama staf, di situlah kami merasa budaya benar-benar hidup dan menjadi bagian dari pengalaman yang mereka bawa pulang,” ujarnya.»


Bagi sebuah hotel, pengalaman tamu memang tidak selalu harus dibangun melalui kemewahan, Terkadang, pengalaman justru lahir dari hal-hal sederhana: sapaan yang hangat, musik yang familiar, pakaian tradisional, tarian, tawa, dan kesempatan untuk ikut merasakan kehidupan sebuah kota.


Audra menambahkan, penampilan para karyawan juga menjadi bentuk ekspresi dalam menghadirkan konsep hospitality from the heart.


Pelayanan, menurutnya, bukan hanya tentang memastikan tamu mendapatkan kenyamanan selama berada di hotel. Lebih jauh, pelayanan juga dapat menjadi ruang untuk berbagi kegembiraan dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah.


“Kami ingin para tamu tidak hanya menikmati sarapan, tetapi juga merasakan sedikit jiwa Ambon. Karena keramahan bagi kami bukan hanya tentang pelayanan, tetapi juga tentang berbagi kegembiraan, budaya, dan rasa memiliki terhadap kota yang kita cintai,” tambahnya. 


Ajakan untuk mengikuti Goyang Wayase membuat suasana menjadi semakin cair. Tamu dan staf bergerak bersama, menciptakan momen spontan yang dipenuhi tawa dan energi positif.


Tidak ada panggung besar, Tidak ada jarak, Hanya ada musik, tarian, budaya, dan kebersamaan, Sebuah Ucapan untuk Kota yang Terus Bertumbuh. 


Bagi Hotel Santika Premiere Ambon, perayaan HUT ke-451 Kota Ambon menjadi bagian dari cara mereka untuk terus hadir dalam berbagai momentum penting kota ini.


Perayaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa identitas Ambon dapat dihadirkan dalam berbagai ruang, termasuk di tengah aktivitas hospitality.


Musik Ambon yang mengalun di ruang sarapan, Baju Cele yang dikenakan para staf, hingga Goyang Wayase yang dilakukan bersama tamu menjadi sebuah cerita kecil tentang Ambon.


Cerita tentang kota yang tidak hanya memiliki usia panjang, tetapi juga memiliki budaya yang terus hidup dan diwariskan melalui generasi.


Pagi itu, para tamu mungkin datang ke Gandaria Restaurant untuk menikmati sarapan, Namun mereka pulang dengan sesuatu yang lebih.


Sebuah pengalaman tentang Ambon—tentang musiknya, budayanya, keramahannya, dan cara orang-orangnya merayakan kebersamaan. 


Ambon Beyond 451 Merayakan perjalanan, merangkul identitas, bersama membentuk masa depan. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT