Namlea, Globaltimurnn.com – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea melalui sinergi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buru.
Terbaru, Lapas Namlea menerima bantuan stok obat-obatan dari Unit Kefarmasian Dinkes Kabupaten Buru, Kamis (13/08/2026). Bantuan tersebut menjadi bagian dari kerja sama lintas sektor untuk memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan warga binaan di Klinik Pratama Lapas Namlea tetap terpenuhi.
Beragam jenis obat diterima dalam bantuan tersebut, mulai dari antibiotik, analgesik dan pereda nyeri, obat untuk gangguan pencernaan dan pernapasan, obat alergi, antiseptik hingga multivitamin.
Petugas Klinik Pratama Lapas Namlea, Fransky Uneputty, mengatakan seluruh bantuan akan dimanfaatkan untuk menambah persediaan obat di bagian farmasi dan ruang obat Klinik Pratama Lapas Namlea.
“Kami sebelumnya sudah mengajukan permohonan bantuan obat-obatan kepada Dinkes dan hari ini kami menerima sesuai dengan jenis obat yang kami lampirkan sebelumnya,” ujar Fransky.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Namlea, Sofian Ahmad, menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan obat-obatan di klinik selama ini dilakukan melalui kerja sama dengan Dinkes maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Buru.
Ia pun memberikan apresiasi atas perhatian dan langkah konkret Dinkes Kabupaten Buru yang secara proaktif membantu memenuhi ketersediaan obat bagi warga binaan.
Menurut Sofian, ketersediaan obat menjadi hal penting karena warga binaan tetap membutuhkan penanganan medis ketika mengalami berbagai keluhan kesehatan, seperti demam, flu, batuk maupun gangguan kesehatan lainnya.
“Stok obat di klinik harus selalu tersedia untuk kebutuhan perawatan bagi warga binaan yang mengalami gangguan kesehatan seperti demam, flu, batuk, dan keluhan kesehatan lain yang memerlukan penanganan melalui terapi obat-obatan,” katanya.
Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi selama menjalani masa pidana.
Karena itu, pihaknya akan terus membangun koordinasi dan sinergi dengan Dinkes Kabupaten Buru maupun pemerintah daerah guna memastikan pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas Namlea berjalan secara optimal.
“Kami terus menjalin sinergitas dengan Dinkes Kabupaten Buru agar pelayanan kesehatan bagi warga binaan dapat tetap berjalan dengan optimal. Meskipun sedang menjalani hukuman, kami wajib memprioritaskan kesehatan mereka,” tegasnya.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan obat-obatan, tetapi juga semakin memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh warga binaan Lapas Kelas III Namlea. Dengan dukungan lintas sektor yang berkelanjutan, pemenuhan hak kesehatan warga binaan dapat terlaksana secara lebih maksimal. (Za)
