Habiskan Milyaran Rupiah, Setahun Pekerjaan, Jembatan Wai Parang Tak Kunjung Rampung, Publik Desak APH Jangan Tinggal Diam - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar



Sabtu, 29 Agustus 2026

Habiskan Milyaran Rupiah, Setahun Pekerjaan, Jembatan Wai Parang Tak Kunjung Rampung, Publik Desak APH Jangan Tinggal Diam


SBB
, Globaltimurnn.com - Rp. 14.934.906.316.74 selama kurang lebih 359 hari kalender waktu pekerjaan sesuai nilai kontrak sejak 11 September 2025, hingga detik ini pekerjaan jembatan Wai Parang di Desa Waisarissa, Kecamatan Kairatu Barat, tidak kunjung rampung, tahun anggaran 2025-2026.


Pekerjaan jembatan Wai Parang merupakan pekerjaan jembatan dari anggaran Negara APBN lewat Kementerian Pekerjaan Umum, direktorat jenderal bina marga, balai pelaksanaan jalan nasional maluku, yang dikerjakan oleh PT. Patrik Pratama sebagai kontraktor pelaksana, Konsultan pengawas PT. Aci Pratama konsultan KSO CV. Berko Konsultan teknik. 


359 hari kalender waktu kerja namun hingga mencapai 3 kali adendum pun jembatan tersebut tidak rampung, mestinya Jika 3 kali adendum sebelumnya mengakibatkan penambahan nilai kontrak (pekerjaan tambah/kurang), akumulasi nilai akhir tidak boleh melebihi 10% dari nilai kontrak awal.


Diduga kuat yang terjadi pada pekerjaan jembatan Wai Parang yang di kerjakan oleh kontraktor PT. Patrik Pratama sudah melakukan tindakan pelanggaran hukum yang mana dinilai akumulasi nilai akhir sudah melebihi 10% dari nilai kontrak awal, namun tidak ada tindakan hukum oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini Kejaksaan maupun pihak penegak hukum lainnya. 


Publik mendesak Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat dan Kejati Maluku untuk segera turun tangan ambil sikap hukum, guna kontraktor segera diperiksa dan jika ditemukan ada tindakan pidana maka kontraktor harus di proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. 


Masyarakat SBB sudah gerah dan keluh akibat jembatan tersebut tidak rampung - rampung hingga detik ini, sementara diduga anggaran sudah 100% cair, bahkan sudah 3 kali adendum namun belum juga rampung. 

Lokasi galian C yang dikerup habis ratusan red, anggaran tak tau kemana

Lebih ironis lagi masyarakat sekitar mempertanyakan galian C yang diambil oleh kontraktor guna kebutuhan penimbunan jembatan tersebut yang sudah mencapai ratusan red, namun perlu dipertanyakan anggaran galian C -nya disetor ke pihak mana? 


Material galian C yang dikerup ratusan red di kali Wai Aru Desa Kamal, Kecamatan Kairatu Barat, rakyat pertanyakan bayaran-nya ke siapa? Hal ini pun kemudian disoroti, dan menjadi catatan bagi pihak yang berwewenang untuk mengusut tuntas, agar kontraktor nakal harus dijera hukum. 


Milyaran rupiah ludes, jembatan tak kunjung Rampung, kontraktor enak - enak saja, seperti sedang cuek - cuek saja, masyarakat setiap hari telan abu yang beterbangan. 


Hingga berita ini dirilis dan di muat, belum ada keterangan klarifikasi pihak kontraktor maupun kontraktor pengawas, media ini tetap membuka ruang bagi pihak - pihak tertentu sesuai pemberitaan ini, untuk memberikan keterangan klarifikasinya. (***) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT