Ambon, Globaltimurnn.com – Respons cepat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon kembali ditunjukkan dalam menangani kebakaran sampah di kawasan Perumahan Pemda, Halong Atas, Kota Ambon, Jumat (14/08/2026) sore kemarin.
Menariknya, dalam penanganan tersebut, petugas pemadam kebakaran perempuan turut ambil bagian di tengah upaya memadamkan api. Kehadiran para Srikandi Damkar ini menjadi bagian dari tim yang bergerak cepat memastikan kobaran api tidak merembet dan membahayakan lingkungan sekitar.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.05 WIT. Informasi yang diterima petugas menyebutkan, api berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian membesar dan berpotensi mengancam kawasan di sekitarnya.
Mendapat laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Passo dengan kekuatan lima personel.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.10 WIT. Dengan respons yang cepat, tim langsung melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar tidak meluas ke area lainnya.
Di tengah kepulan asap dan kondisi api yang harus segera dikendalikan, para petugas bekerja bersama tanpa membedakan peran. Petugas perempuan pun turut turun langsung ke lapangan, memperlihatkan bahwa tugas pemadaman kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab laki-laki, tetapi juga dapat dijalankan dengan sigap oleh para Srikandi Damkar.
Berkat kesigapan seluruh personel, api berhasil dikendalikan. Setelah dilakukan pemadaman dan pemeriksaan di sekitar lokasi, situasi dinyatakan aman pada pukul 16.30 WIT.
Peristiwa tersebut diketahui dipicu oleh pembakaran sampah. Meski terlihat sederhana, pembakaran sampah tanpa pengawasan dapat dengan cepat berubah menjadi ancaman, khususnya ketika dilakukan di sekitar permukiman atau berdekatan dengan material yang mudah terbakar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon kembali mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah. Api yang tidak terkendali dapat merembet ke bangunan maupun lingkungan sekitar dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kehadiran para Srikandi Damkar dalam penanganan tersebut juga menjadi gambaran bahwa di balik setiap respons cepat pemadam kebakaran, terdapat kerja tim yang solid—baik personel laki-laki maupun perempuan—yang siap berada di garis depan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Masyarakat pun diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula petugas dapat bergerak untuk mencegah api meluas. (Za)
