Piru, globaltimurnn.com - Kemegahan dan rasa haru mewarnai peresmian serta pentahbisan Gedung Gereja Jemaat GPM Getsemani yang terletak di Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pada Minggu (30/8/2026).
Rangkaian acara yang dimulai pukul 11.15 WIT tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, pimpinan TNI/Polri, tokoh agama, hingga ratusan warga jemaat yang antusias menyaksikan momen bersejarah ini.
Kehadiran Jajaran Pimpinan Daerah dan Forkopimda, Rombongan Panglima Kodam (Pangdam) XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han, tiba di lokasi disambut langsung oleh pejabat daerah dan jajaran Kodim 1513/SBB.
Turut mendampingi Pangdam di antaranya Kapoksahli XV/PTM Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Rafles Manurung, Waasinteldam XV/Ptm Letkol Inf. Rudolf Paulus, serta Dantim Intelrem 151/Bny Mayor Inf. Abd. Wahab Tuahena.
Penjemputan turut dihadiri Dandim 1513/SBB Letkol Arh Jaka Putra Dinda, Danpom Masohi Letkol Cpm Faisal, Danramil 1513-03/Kairatu Kpt Inf Tupamahu, dan Pasi Intel Kodim 1513/SBB Kpt Inf Agung Prabowo.
Selain jajaran TNI, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., didampingi Ibu, Ketua Sinode GPM Maluku Pdt. S. I. Sapulette, M.Si., Ketua Klasis Seram Barat Pdt. Heinart Talarima, M.Th., Kalapas Kelas IIB SBB Hery Kusbandono, Wakapolres SBB Kompol Pieter Fredy Matahelumual, Kepala Desa Piru O. Manupassa, serta Majelis Jemaat dan sekitar 500 tamu undangan.
Prosesi Pentahbisan dan Penyerahan Kunci Prosesi diawali dengan laporan dari Panitia Pembangunan, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pentahbisan.
Momen simbolis peralihan dan penyerahan tanggung jawab pelayanan ditandai dengan penyerahan kunci dari Ketua MPH Sinode GPM kepada Ketua MPK Seram Barat, yang kemudian diteruskan kepada Ketua Majelis Jemaat GPM Getsemani.
Ketua Sinode GPM, Pdt. S. I. Sapulette, M.Si., dalam arahannya menekankan pentingnya pembinaan mental dan spiritual jemaat agar sejalan dengan megahnya bangunan fisik gereja yang baru ditahbiskan tersebut.
Pesan Toleransi dan Sinergi dari Pangdam XV/Pattimura Dalam sambutannya, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan bahwa kehadirannya merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung pembangunan rohani serta menjaga toleransi di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
"Gereja bukan sekadar bangunan fisik, Gedung Gereja GPM Getsemani ini adalah rumah doa, tempat persekutuan, pendidikan iman, dan pusat kegiatan sosial.
Sejalan dengan semangat Kodam XV/Pattimura 'Saka Mese Nusa, Satu Hati Membangun Negeri', mari kita jaga persatuan, gotong royong, dan jadikan gereja ini tempat pembinaan generasi muda serta perekat persatuan di Desa Piru," ujar Pangdam.
Pangdam juga mengapresiasi kebersamaan Jemaat GPM Getsemani yang selama ini aktif menjadi mitra TNI, termasuk dalam aksi kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan bersama Babinsa Koramil Piru.
Sementara itu, dalam sambutan-nya, Gubernur Maluku menyampaikan" 11 Tahun Perjuangan Iman dan Seruan Menjaga Alam.
Selain itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas selesainya pembangunan gereja yang memakan waktu perjuangan selama 11 tahun sejak 5 Agustus 2015.
Gubernur menggarisbawahi bahwa gereja ini berdiri di atas tanah milik TNI AD, yang menjadi bukti nyata sinergi, toleransi, dan persatuan anak bangsa tanpa membeda-bedakan kelompok.
"Nama Getsemani mengajarkan kita tentang iman yang berdoa dan berjuang, tetap percaya meski berat dan tidak menyerah dalam ujian.
Lewat semangat 'Par Maluku Pung Bae', mari kita jaga persaudaraan satu di Bumi Saka Mese Nusa. Makin indah gedung gereja ini, harus makin erat pula persekutuan kita," tutur Gubernur.
Tak hanya soal pembinaan moral dan rohani, Gubernur Hendrik Lewerissa juga memberikan imbauan penting terkait kelestarian lingkungan. Beliau mengingatkan warga untuk tidak membakar hutan atau lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Jika melihat titik api, warga diminta segera melapor kepada aparat TNI/Polri demi menjaga keamanan dan kelestarian daerah.
Rangkaian acara diakhiri dengan doa syukur bersama, Seluruh prosesi peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja GPM Getsemani Desa Piru berakhir pada pukul 13.30 WIT dalam suasana yang aman, khidmat, dan lancar. (Yan)




