Aksi Kemanusiaan! Orantata Group dan LSM Beta Puang Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Ke Pulau ay - globaltimurnn.com
Deskripsi gambar


Senin, 31 Agustus 2026

Aksi Kemanusiaan! Orantata Group dan LSM Beta Puang Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Ke Pulau ay


Banda
, globaltimurnn.com — Krisis air bersih yang melanda sejumlah pulau di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, mendorong berbagai pihak untuk turun tangan membantu masyarakat terdampak.


Orantata Group bersama LSM Beta Puang yang berkedudukan di Kota Ambon turut mengambil bagian dalam upaya penanggulangan krisis air tersebut. Aksi kemanusiaan ini dilakukan melalui kerja bersama para donatur, relawan dari Komunitas Kaki Baminya, serta masyarakat Desa Walling Spanciby.


Koordinator Orantata Group dan LSM Beta Puang, Rusandi Asdi, mengatakan distribusi air bersih ke Pulau Ay telah dilakukan sejak Sabtu, 29 Agustus 2026.


Menurut Rusandi, gerakan tersebut lahir dari kepedulian warga Banda yang tergerak untuk membantu meringankan kesulitan masyarakat Pulau Ay yang tengah menghadapi kekeringan dan keterbatasan air bersih, dampak dari fenomena El Nino.


“Ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kita bersama. Ketika saudara-saudara kita di Pulau Ay mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, kita merasa terpanggil untuk membantu semampu yang kita bisa,” ujar Rusandi saat dikonfirmasi, Senin, 31/08/2026.


Dalam proses pendistribusian, masyarakat dan para relawan mengisi air bersih ke dalam plastik loin serta jeriken dengan berbagai ukuran. Air tersebut kemudian diangkut menggunakan armada laut menuju Pulau Ay untuk selanjutnya disalurkan kepada warga.


Distribusi bantuan air bersih tersebut dilakukan selama dua hari dengan melibatkan dua armada laut.


Rusandi menyebut, total air bersih yang berhasil diangkut dan disalurkan ke Pulau Ay mencapai kurang lebih 5.000 liter.


“Kurang lebih 5.000 liter air bersih yang kita angkut ke Pulau Ay menggunakan dua armada laut. Prosesnya dilakukan bersama-sama, mulai dari pengisian, pengangkutan sampai distribusi kepada masyarakat,” jelasnya.


Ia mengapresiasi dukungan para donatur, relawan, komunitas, serta masyarakat yang ikut membantu kegiatan tersebut.


Menurutnya, persoalan krisis air bersih di wilayah kepulauan membutuhkan kepedulian dan kolaborasi banyak pihak. Kondisi geografis yang terdiri atas pulau-pulau membuat penyaluran bantuan membutuhkan dukungan transportasi laut dan kerja sama masyarakat.


Rusandi berharap bantuan serupa dapat terus dilakukan selama masyarakat masih menghadapi keterbatasan air bersih.


“Kami berharap gerakan ini bisa menjadi pemicu bagi kita semua untuk terus peduli. Semoga ke depan semakin banyak pihak yang ikut membantu, sehingga kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan bisa sedikit demi sedikit terpenuhi,” harapnya.


Warga Bersyukur Dapat Bantuan Air Bersih

Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Pulau Ay. Warga mengaku bersyukur karena bantuan air bersih yang disalurkan sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kekeringan.


Salah satu warga, Dodi Rahim, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Pulau Ay.


“Sebagai masyarakat, kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan air bersih ini. Air sangat kami butuhkan untuk penuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi dalam kondisi seperti sekarang. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Dodi.


Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat Banda, para donatur, relawan dan organisasi yang telah bersama-sama membantu warga yang sedang mengalami kesulitan.


Menurut Dodi, bantuan air bersih tidak hanya meringankan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bukti kuatnya rasa persaudaraan dan solidaritas antarmasyarakat di wilayah Kepulauan Banda.


“Kami berharap bantuan seperti ini bisa terus berlanjut selama kondisi kekeringan masih terjadi. Mudah-mudahan semakin banyak pihak yang peduli kepada masyarakat di pulau-pulau yang mengalami kesulitan air,” ujarnya.


Krisis air bersih yang terjadi di Pulau Ay dan sejumlah wilayah kepulauan lainnya menjadi perhatian bersama. Kolaborasi antara masyarakat, komunitas, lembaga sosial, donatur dan relawan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan. (Tim) 

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT