Ambon, Globaltimurnn.com - Namanya bukan sekadar nama, ia adalah sebuah contoh tentang keberanian, pengabdian, dan rekam jejak kepemimpinan yang teruji oleh waktu.
Publik mungkin mengenalnya sebagai pahlawan yang dengan gagah berani melumpuhkan teroris dalam peristiwa bom Sarinah pada 2016. Namun, bagi masyarakat Seram Bagian Barat, ia adalah anak kampung yang memilih pulang untuk mengabdikan diri. Ungkap Likko Junus Salah satu tokoh masyarakat SBB yang akrap di sapa Bapak Unu kepada sejumlah awak media lewat pesan whatsaap-nya
Kata Likko" Untung Sangadji bukanlah politikus karier yang haus kekuasaan, Panggilan untuk maju sebagai calon Bupati justru lahir dari desakan masyarakat yang merindukan perubahan nyata. Ucapnya
Di usianya yang ke-60 tahun, ia memilih meninggalkan masa pensiunnya yang nyaman untuk menjawab kegelisahan rakyatnya sendiri. Sebut Likko
Dikatakan-nya" Seringkali, sosok aparat keamanan dipandang hanya menguasai satu bidang, Untung Sangadji adalah pengecualian. Dengan gelar Insinyur (Ir.) dari Fakultas Teknik Perkapalan Universitas Pattimura, ia adalah teknokrat yang memahami secara teknis bagaimana membangun infrastruktur dan mengelola potensi maritim SBB. Jelasnya
Ia bukan sekadar pemimpin lapangan, ia adalah pemimpin yang mampu menerjemahkan data dan konsep menjadi aksi nyata di lapangan. Tutur Likko
Likko menambahkan" Perpaduan antara disiplin seorang perwira polisi dan ketajaman analisis seorang insinyur inilah yang membuatnya unik.
Kiprahnya di Aceh dan Merauke bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang pembangunan ekonomi kerakyatan. Di Aceh, ia merintis program pengalengan hasil laut dan pemanfaatan sungai untuk listrik skala kecil.
Di Merauke, wilayah dengan tantangan geografis yang mirip dengan SBB, ia sukses mendorong perikanan modern dan sertifikasi tanah bagi masyarakat adat.
Ini adalah bukti nyata bahwa ia tidak hanya pandai berjanji, tetapi telah terbukti mampu mengubah sumber daya alam menjadi kesejahteraan. Jelas Likko
Berbeda dengan calon pemimpin lainnya yang sering menjanjikan langit, Untung Sangadji datang dengan 17 rencana final yang terstruktur.
Bukan konsep mentah, melainkan program yang sudah memiliki logika, lokasi, hingga calon pelaksana, Visinya jelas, swasembada pangan melalui pertanian dan buah-buahan, optimalisasi sektor perikanan sebagai tulang punggung ekonomi, serta pemberdayaan UKM dan seni budaya sebagai perekat ekonomi bangsa.
Ia datang dengan peta jalan, bukan hanya mimpi
Kabupaten Seram Bagian Barat membutuhkan sosok yang mampu memutus rantai kebuntuan pembangunan.
Masyarakat lelah dengan kepemimpinan yang hanya retorika. Untung Sangadji adalah jawaban atas kegelisahan itu, Ia adalah figur yang menggabungkan keberanian seorang prajurit, kecerdasan seorang insinyur, dan empati seorang anak daerah yang ingin melihat kampung halamannya bangkit.
Diakhir keterangan-nya Likko menyampaikan" Memilih Untung Sangadji berarti memilih kepemimpinan yang sudah teruji, bukan yang sedang belajar, Ini adalah momen untuk mengubah wajah Seram Bagian Barat, dari daerah yang kaya potensi menjadi daerah yang benar-benar sejahtera, Saatnya SBB melangkah maju, bersama Untung Sangadji. (Red)
