Ambon, Globalrimurnn.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon dari Fraksi Partai Demokrat, Fadly Toisutta, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum (PU), serta Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA), Arnold Ritiauw, atas alokasi anggaran sebesar Rp322 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Maluku.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadly Toisutta melalui sambungan telepon kepada wartawan, Rabu (15/07/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air di Maluku.
Menurutnya, alokasi anggaran tersebut merupakan bukti nyata perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan di kawasan timur Indonesia, khususnya Provinsi Maluku.
"Sebagai wakil rakyat Kota Ambon, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum, dan khususnya Bapak Arnold Ritiauw selaku Dirjen Sumber Daya Air yang telah memperjuangkan alokasi anggaran sebesar Rp322 miliar untuk Maluku. Ini merupakan langkah yang sangat positif bagi pembangunan daerah," ujar Fadly.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Dirjen SDA telah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan sejumlah kawasan rawan banjir di Kota Ambon.
Menurutnya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku telah diarahkan untuk segera melakukan pekerjaan fisik di sejumlah sungai yang selama ini menjadi penyebab banjir, sehingga persoalan tersebut dapat ditangani secara bertahap.
"Pak Dirjen telah menginstruksikan Balai Wilayah Sungai Maluku agar segera melaksanakan pekerjaan fisik di lokasi-lokasi yang menjadi penyebab banjir. Ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Kota Ambon agar ke depan persoalan banjir bisa diminimalkan bahkan diatasi secara menyeluruh," katanya.
Fadly menjelaskan, sedikitnya terdapat lima titik di Kota Ambon yang menjadi prioritas penanganan karena sering terdampak banjir dan longsor, di antaranya kawasan Batu Merah, Waiheru, Benteng, serta beberapa lokasi lainnya yang selama ini terkendala akses alat berat untuk normalisasi sungai.
Ia berharap seluruh pekerjaan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Harapan kita, setelah pekerjaan ini dilakukan, kawasan-kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir dapat tertangani dengan baik sehingga masyarakat merasa lebih aman dan nyaman," ujarnya.
Sebagai putra daerah Maluku yang kini dipercaya menjabat Dirjen SDA, lanjut Fadly, Arnold Ritiauw dinilai memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan di tanah kelahirannya.
Karena itu, ia optimistis pembangunan infrastruktur sumber daya air di Maluku akan terus mendapat perhatian pemerintah pusat.
Lebih lanjut, Fadly berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi terus dilakukan secara merata hingga ke kawasan Indonesia Timur, termasuk Kota Ambon.
Menurutnya, pemerataan pembangunan merupakan bagian penting dalam mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Kami berharap pembangunan infrastruktur terus berlanjut dan dilakukan secara merata. Indonesia tidak hanya dibangun dari ibu kota, tetapi juga dari desa-desa, daerah kepulauan, dan wilayah timur Indonesia. Karena itu, Maluku dan Kota Ambon juga harus menjadi bagian dari prioritas pembangunan nasional," tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Fadly mengharapkan agar alokasi anggaran infrastruktur untuk Maluku terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, mengingat masih banyak kebutuhan pembangunan yang harus diselesaikan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Menteri PU, dan Dirjen SDA atas perhatian yang diberikan kepada Maluku. Semoga pembangunan ini terus berlanjut dengan dukungan anggaran yang semakin besar sehingga mampu mempercepat kemajuan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan Kota Ambon yang lebih aman dari ancaman banjir dan memiliki infrastruktur yang semakin baik," tutupnya.(Za)
