SBB, Globaltimirnn.com - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus menunjukkan komitmen dan keseriusan yang tinggi dalam memerangi angka stunting di wilayah bertajuk "Saka Mese Nusa".
Tidak sekadar memantau dari balik meja kerja, Bupati SBB turun langsung menyambangi rumah-rumah warga secara door to door guna memastikan intervensi penurunan stunting berjalan tepat sasaran.
Aksi nyata yang dipimpin langsung oleh orang nomor satu di Kabupaten SBB ini menyasar sejumlah desa yang menjadi lokus penanganan stunting.
Dengan berjalan kaki menyusuri pemukiman warga, Bupati mendatangi satu per satu rumah yang memiliki anak balita terindikasi stunting maupun ibu hamil.
Dalam kunjungan langsung tersebut, Bupati SBB tidak hanya melihat kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak secara dekat, tetapi juga menyerahkan langsung bantuan paket pemenuhan gizi tambahan berupa susu, telur, serta asupan nutrisi penting lainnya.
Langkah door to door ini sengaja diambil guna melihat secara objektif kondisi riil di lapangan, mulai dari pola asuh, ketersediaan air bersih, hingga sanitasi lingkungan yang menjadi faktor pendukung kesehatan keluarga. Menurut Bupati, penanganan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan rapat-rapat koordinasi, melainkan membutuhkan aksi konkret dan sentuhan langsung di tengah masyarakat.
"Kita harus memastikan bahwa setiap bantuan gizi ini benar-benar sampai ke tangan anak-anak kita yang membutuhkan.
Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menurunkan angka stunting di SBB demi melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan kuat," tegas Bupati di sela-sela kunjungannya.
Selain memberikan bantuan gizi, Bupati bersama tim dinas kesehatan dan kader posyandu yang mendampingi juga memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif, pola makan bergizi seimbang, serta pentingnya rutin membawa anak ke posyandu terdekat.
Aksi jemput bola yang dilakukan Bupati SBB ini mendapat apresiasi dan respons positif dari masyarakat setempat.
Warga mengaku senang dan terbantu karena merasa diperhatikan langsung oleh pimpinan daerah, sekaligus memotivasi para ibu untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak mereka demi memutus mata rantai stunting di Bumi Saka Mese Nusa. (Yan)
