Namlea, Globaltimurnn.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali tunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui panen sawi yang dilangsungkan bersama petugas dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Desa Waplau dan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS), Rabu (17/06/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan agenda penyuluhan pertanian dengan melibatkan kelompok tani dari warga binaan.
Panen tersebut sebelumnya merupakan hasil dari upaya dan perawatan yang dilakukan warga binaan dengan pendampingan petugas. Kegiatan ini merupakan wujud nyata Lapas Namlea dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan warga binaan dalam mengelola dan membudidayakan sawi sehingga menghasilkan panen melimpah.
“Kesuksesan panen sawi 25 ikat hari ini membuktikan bahwa warga binaan mampu membuat perubahan positif meskipun mendekam didalam Lapas dengan kegiatan yang bermanfaat dan produktif.
Meskipun terlihat sederhana, skill pertanian dan bercocok tanam sangat berguna bagi warga binaan terlebih ketika mereka sudah bebas dan bergabung dengan masyarakat,” ungkap Marasabessy.
Ia menambahkan warga binaan tidak hanya mendapatkan skil tetapi juga premi atas hasil kerja yang dilakukan. “Hak warga binaan adalah mendapatkan premi atas apa yang mereka kerjakan salah satu contohnya seperti dari bidang pertanian ini. Setiap panen, pasti mereka dapatkan upah sesuai dengan omset panen,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator BPP Waplau, Apitum Buton, menyampaikan kunjungannya di Lapas Namlea dilakukan sebagai pengenalan awal petugas YBTS yang akan melakukan program penyuluhan kepada warga binaan.
“Petugas YBTS yang sebelumnya sudah pindah tugas dan bergantian dengan petugas yang baru. Selama beberapa pekan kedepan, petugas YBTS akan melakukan serangkaian penyuluhan pada lahan percontohan yang ada di Lapas sehingga semakin memperkaya ilmu pertanian warga binaan,” tuturnya. (Za)

