
Foto : Mardika Ditata, Kemacetan Diburu, Pemkot Ambon Minta Sopir Angkot Tinggalkan Kebiasaan Lama
Ambon, Globaltimurnn.com – Setiap pagi hingga sore hari, kawasan Pasar Mardika selalu dipenuhi aktivitas masyarakat. Pedagang, pembeli, pekerja, hingga pelajar bertemu dalam denyut kehidupan pusat ekonomi Kota Ambon. Namun di balik keramaian itu, kemacetan masih menjadi keluhan yang hampir setiap hari terdengar, Rabu (03/06/2026).
Pemerintah Kota Ambon kini berupaya mengubah kondisi tersebut melalui penataan angkutan umum yang lebih disiplin dan teratur.
Walikota Ambon sebelumnya telah menginstruksikan agar tidak ada kendaraan umum yang mengambil maupun menurunkan penumpang dalam radius 100 meter dari terminal. Kebijakan ini bertujuan mengembalikan fungsi terminal sebagai pusat aktivitas transportasi sekaligus mengurangi titik-titik kemacetan yang selama ini muncul akibat kendaraan yang berhenti sembarangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Yan Duminggus Suitella, mengatakan pihaknya telah bergerak melakukan penataan dan pengawasan di lapangan.
Menurutnya, perubahan mulai terlihat setelah kendaraan diarahkan masuk ke area terminal. Namun pemerintah masih membutuhkan dukungan dari para pengemudi agar proses penataan dapat berjalan maksimal.
"Kalau semua kendaraan memanfaatkan terminal sebagaimana mestinya, arus lalu lintas akan jauh lebih lancar dan masyarakat juga merasa lebih nyaman," katanya.
Dishub menegaskan bahwa pengawasan akan dilakukan secara rutin. Bagi pengemudi yang masih bertahan dengan kebiasaan lama, pemerintah telah menyiapkan langkah penegakan hukum mulai dari tilang hingga pengamanan kendaraan.
Namun bagi pemerintah, tujuan utama bukanlah memberikan sanksi, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas yang memberikan manfaat bagi semua pihak.
Kemacetan yang berkurang akan mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.
Kini, wajah baru Mardika yang lebih tertib perlahan mulai dibangun. Tantangannya tinggal satu: apakah seluruh pengguna jalan siap berubah dan ikut menjaga keteraturan yang sedang diwujudkan bersama?. (Za)