Masohi, globaltimurnn.com - Negara saat ini sedang mengalami efisiensi anggaran yang berlaku pada semua instansi baik pemerintah maupun institusi negara dan bahkan dari pusat hingga Desa dan bahkan pengaruhnya hingga instansi vertikal.
Hal tersebut tidak mempengaruhi anggaran makan minum bagi warga binaan pada rumah tahanan (Rutan) kususnya Rutan kelas II Masohi. Jelas Idris Kelkoda kepada sejumlah awak media siang kemarin saat ditemui diruang kerjanya Rutan Masohi, Selasa 30/06/2026
Dalam penjelasan-nya Kelkoda menyampaikan" kenaikan BBM terkoneksi dan terkolaborasi dengan kondisi harga barang makan minum dan transportasi saat ini, tetapi tidak mempengaruhi persoalan makan minum warga binaan di dalam rutan,- Ucapnya
Pasalnya" Kerena anggaran Bama' (bahan makan) itu telah di tetapkan dan di anggarkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Hukum dan Ham (Kementerian IMIPAS)." Sebutnya
Lebih lanjut Kelkoda mengatakan" jumlah warga binaan rutan kelas ll B Masohi sekarang ini mencapai 98 orang dan terhitung untuk satu warga binaan dalam sehari saja itu dapat di anggarkan dengan biaya makan minum dalam sehari sebesar 25000 (dua puluh lima ribu rupiah) terhitung tiga kali makan dan minum dalam sehari pagi, siang ,dan malam. Jelasnya
"Dan itu adalah merupakan hak mereka yang tidak bisa di salah gunakan oleh siapapun termasuk diri saya, karena dapat dikenakan sangsi hukum yang berlaku di negara kita ini,sebab itu adalah kejahatan dan Saya sangat berhati -hati karena bisa di pidanakan dengan pasal terkait korupsi. Tegasnya
Kelkoda juga menambahkan" Meskipun demikian menyusul adanya Pemotongan anggaran yang terjadi dalam konteks kekinian, itupun kalau ada kelebihan anggaran 200- 300 juta kami harus kembalikan ke kas negara. Pungkasnya (V374)
