Oleh: H. Arifin Ketua Koperasi Pengrajin Genteng Jatiwangi (KOPEGJA)
![]() |
| Foto : Dari Jatiwangi untuk Indonesia: 37 IKM Didorong Raih SNI, Majalengka Bidik Kebangkitan Industri Genteng Nasional |
MAJALENGKA, globaltimurnn.com – Sentra Genteng Jatiwangi yang selama puluhan tahun menjadi ikon industri kerakyatan di Kabupaten Majalengka tengah memasuki babak baru. Sebanyak 37 Industri Kecil dan Menengah (IKM) pengrajin genteng kini menjalani pembinaan intensif menuju Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), menyusul keberhasilan delapan IKM yang telah lebih dahulu memperoleh sertifikat tersebut.
Langkah ini bukan sekadar proses administrasi atau pemenuhan regulasi. Lebih dari itu, sertifikasi SNI merupakan pintu masuk bagi transformasi industri genteng rakyat menuju standar mutu yang lebih tinggi, pasar yang lebih luas, dan daya saing yang lebih kuat di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan perumahan nasional.
Program percepatan sertifikasi ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik, Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) Kementerian Perindustrian.
Saat ini sekitar 200 usaha genteng di Majalengka telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sementara 45 IKM telah diusulkan mengikuti proses sertifikasi SNI. Delapan di antaranya telah berhasil memperoleh sertifikat dan menjadi pelopor transformasi industri genteng di kawasan Jatiwangi.
Hasil evaluasi lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar IKM sebenarnya telah memiliki kualitas produksi yang baik. Tantangan utama yang masih dihadapi bukan terletak pada kualitas bahan maupun proses pembakaran, melainkan pada konsistensi ukuran produk, pengendalian mutu, dan penyempurnaan proses produksi agar sesuai dengan standar nasional.
Pendampingan yang dilakukan pada 2–4 Juni 2026 terhadap 37 IKM memberikan gambaran yang optimistis. Sentra Genteng Jatiwangi memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang menjadi kawasan industri genteng modern berbasis kualitas. Ketersediaan bahan baku masih sangat memadai dengan dukungan sumber tanah liat dan pasir yang melimpah.
Dari sisi kapasitas produksi, Jatiwangi juga menunjukkan kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Produksi mencapai sekitar 104 ribu genteng per hari dengan kapasitas pembakaran lebih dari 5,3 juta genteng per minggu. Angka tersebut menempatkan Jatiwangi sebagai salah satu sentra produksi genteng terbesar di Indonesia.
Meski demikian, berbagai perbaikan tetap harus dilakukan. Beberapa IKM masih menghadapi persoalan pada proses pengeringan yang menyebabkan retak rambut maupun deformasi produk akibat pengendalian kadar air yang belum optimal. Selain itu, penerapan sistem pengendalian proses dan pencatatan produksi juga perlu diperkuat agar kualitas produk semakin konsisten.
Namun demikian, hasil pengujian mutu memberikan kabar menggembirakan. Seluruh sampel yang dianalisis telah memenuhi persyaratan geometrik sesuai SNI 9360:2025. Fakta ini menunjukkan bahwa industri genteng Jatiwangi berada di jalur yang tepat menuju standardisasi nasional.
Bagi KOPEGJA, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik. Ini merupakan bukti bahwa pengrajin genteng lokal memiliki kemampuan untuk bersaing dan berkembang apabila memperoleh pendampingan, akses teknologi, serta dukungan kebijakan yang memadai.
Ke depan, fokus utama pembinaan adalah memperkuat konsistensi proses produksi, meningkatkan akurasi ukuran, memperluas penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta membangun budaya mutu di seluruh rantai produksi. Dengan langkah tersebut, target mayoritas IKM memenuhi persyaratan SNI dalam enam bulan mendatang dinilai realistis untuk dicapai.
Lebih jauh lagi, keberhasilan program ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan industri genteng rakyat Indonesia. Di tengah derasnya persaingan industri bahan bangunan, pengrajin lokal harus mampu menunjukkan bahwa produk dalam negeri memiliki kualitas, daya tahan, dan standar yang tidak kalah dengan produk lain di pasar nasional.
Majalengka memiliki sejarah panjang sebagai rumah bagi industri genteng rakyat. Kini saatnya sejarah tersebut ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi masa depan. Dengan dukungan pemerintah, lembaga standardisasi, koperasi, dan seluruh pelaku usaha, Jatiwangi memiliki peluang besar untuk menjadi model nasional pengembangan industri kerakyatan berbasis mutu dan standardisasi.
Dari Jatiwangi untuk Indonesia, kebangkitan industri genteng nasional sedang dibangun. Bukan hanya untuk mempertahankan warisan industri rakyat, tetapi juga untuk memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan perumahan, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi nasional. (Rdks)
