
Foto : 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠𝐚𝐭𝐢 𝐇𝐔𝐓 𝐤𝐞-𝟕𝟕, 𝐆𝐌𝐈𝐇 𝐆𝐞𝐥𝐚𝐫 𝐒𝐲𝐮𝐤𝐮𝐫 𝐑𝐞𝐤𝐨𝐧𝐬𝐢𝐥𝐢𝐚𝐬𝐢: 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐚𝐬𝐢𝐡, 𝐋𝐮𝐩𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐫𝐛𝐞𝐝𝐚𝐚𝐧 𝐌𝐚𝐬𝐚 𝐋𝐚𝐥𝐮
Tobelo, Globaltimurnn.com – Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) merayakan Hari Ulang Tahun ke-77 sekaligus menggelar Ibadah Syukur Rekonsiliasi Tahun 2026 di Lapangan WKO, Desa WKO, Kecamatan Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (6/6/2026). Mengusung tema “Bersama dalam Syukur, Bersatu dalam Kasih, Melangkah dalam Rekonsiliasi”, kegiatan ini dihadiri ribuan orang yang terdiri dari jemaat, pelayan Tuhan, pejabat daerah, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Ferni Rahael S., Si.Teol, dengan khotbah disampaikan oleh Pdt. Sefnat Hontong M.Th. Turut hadir dalam perayaan ini Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua M.Si, Bupati Halmahera Barat James Uang, Ketua DPRD Halmahera Utara Christina Lesnussa, Ketua Umum Sinode GMIH Jalan Kemakmuran Pdt. Dr. Demianus Ice M.Si, Ketua Umum Sinode GMIH Jalan Pusat Pelayanan WKO Pdt. Anselmus Puasa M.Th, serta unsur TNI dan Polri antara lain Pasi Log Kodim 1508/Tobelo Kapten Inf. Frans Komea dan Kasat Sabara Polres Halut Iptu Rojiono Tjuluku.
Dalam sambutannya, Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas perjalanan panjang GMIH yang kini menginjak usia 77 tahun, yang dinilainya sebagai cerminan kedewasaan dan kematangan berorganisasi maupun melayani umat. Ia menekankan momen ini sebagai titik tolak untuk memperkokoh persatuan dan mengubah perbedaan masa lalu menjadi pelajaran berharga demi masa depan yang lebih baik.
“Perbedaan yang pernah terjadi hendaknya tidak lagi menjadi penghalang, tetapi menjadi pelajaran. Mari kita kedepankan kasih, pengampunan, dan semangat persaudaraan,” ujar Bupati Piet Hein.
Pemerintah Daerah, lanjutnya, berkomitmen penuh mendukung proses rekonsiliasi dan penyatuan GMIH, termasuk melalui dukungan anggaran dan fasilitasi yang diperlukan agar persatuan utuh dapat segera terwujud. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama ini pelayanan pemerintah belum maksimal, namun berjanji akan terus berupaya mendukung pembangunan rohani dan keharmonisan masyarakat.
“Lupakan luka dan perbedaan masa lalu, melangkahlah bersama dalam semangat persaudaraan dan kasih Kristus. Semoga GMIH semakin kuat, bersatu, dan menjadi berkat bagi daerah ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Sinode GMIH Jalan Pusat Pelayanan WKO, Pdt. Anselmus Puasa M.Th, mengenang perjalanan sekitar 13 tahun yang penuh dinamika, di mana perbedaan pandangan dan kepengurusan pernah mewarnai kehidupan bergereja. Namun, ia bersyukur kesadaran bersatu mulai tumbuh sejak 2023, dideklarasikan 2024, dan terus dipelihara hingga kini sebagai anugerah Tuhan.
“Kita belajar saling memahami dan berkomitmen maju bersama. Momentum HUT ini mengajak kita memelihara semangat rekonsiliasi, bekerja sama, dan setia melayani agar cita-cita penyatuan utuh segera terwujud demi kemuliaan nama Tuhan,” tegasnya.
Melalui pesan Suara Gembala, Ketua Umum Sinode GMIH Jalan Kemakmuran, Pdt. Dr. Demianus Ice M.Si, mengingatkan seluruh umat bahwa GMIH adalah milik Tuhan, bukan milik kelompok, suku, atau perorangan. Keyakinan ini harus menjadi dasar berpikir dan bertindak setiap jemaat.
“Di usia ke-77 ini, kita ditegurkan kembali akan pentingnya pengampunan dan persatuan. Jika masih ada perbedaan, letakkanlah di hadapan Tuhan dan bangunlah rekonsiliasi dengan hikmat. Ke depan, kita akan menggelar Sidang Bersama sebagai wadah menyatukan harapan dan mewujudkan GMIH yang utuh serta misioner,” ungkap Pdt. Demianus. (𝐆𝐈𝐎).