Sambut Piala Dunia 2026, Pemkot Ambon Siapkan Konvoi Persaudaraan untuk Satukan Euforia Warga - globaltimurnn.com

Jumat, 29 Mei 2026

Sambut Piala Dunia 2026, Pemkot Ambon Siapkan Konvoi Persaudaraan untuk Satukan Euforia Warga

Foto : Sambut Piala Dunia 2026, Pemkot Ambon Siapkan Konvoi Persaudaraan untuk Satukan Euforia Warga

Ambon
, Globaltimurnn.com – Semarak menyambut Piala Dunia 2026 mulai terasa kuat di Kota Ambon. Berbagai bendera negara peserta tampak menghiasi jalan-jalan dan permukiman warga, menandakan besarnya antusiasme masyarakat terhadap pesta sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut, Jumat (29/05/2026). 


Di tengah tingginya euforia itu, Pemerintah Kota Ambon mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Piala Dunia sebagai ruang mempererat persaudaraan, bukan memunculkan perpecahan akibat perbedaan dukungan antar tim favorit.


Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Ricard Luhukay, menjelaskan bahwa pesan yang disampaikan Walikota Ambon saat membuka Turnamen Gawang Mini Perempuan di Stadion Galala beberapa waktu lalu merupakan bentuk ajakan menjaga keseimbangan antara semangat mendukung tim favorit dan rasa cinta terhadap bangsa sendiri.


Menurutnya, masyarakat bebas mengekspresikan dukungan kepada negara peserta Piala Dunia, namun simbol negara Indonesia tetap harus mendapat penghormatan utama.


“Pak Wali hanya mengingatkan bahwa semangat mendukung negara favorit jangan sampai menggeser rasa hormat kita kepada Merah Putih. Silakan pasang bendera negara peserta, tetapi identitas kita sebagai bangsa Indonesia harus tetap menjadi yang utama,” ujar Luhukay kepada wartawan di Balai Kota Ambon. 


Sebagai bagian dari upaya menjaga suasana tetap harmonis, Pemerintah Kota Ambon tengah menyiapkan agenda konvoi damai yang akan melibatkan berbagai komunitas pendukung sepak bola di kota ini. Kegiatan tersebut dirancang menjadi simbol kebersamaan antar fans, sekaligus menunjukkan wajah Ambon yang menjunjung tinggi nilai hidup orang basudara.


Menurut Luhukay, konvoi tersebut bukan sekadar perayaan sepak bola, tetapi juga ruang mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang memiliki pilihan tim berbeda-beda.


“Kami ingin semua fans bisa menikmati atmosfer Piala Dunia dengan damai. Tidak boleh ada sekat karena beda dukungan. Sepak bola harus menjadi pemersatu, bukan alasan munculnya konflik,” katanya.


Dispora Kota Ambon juga berencana menggelar pertemuan bersama seluruh pimpinan komunitas fans dan pecinta sepak bola sebelum kegiatan berlangsung. Dalam forum tersebut, seluruh pihak akan diajak menyatukan komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan selama rangkaian kegiatan berlangsung.


Tak hanya itu, Pemerintah Kota Ambon juga membuka peluang dilakukannya deklarasi damai serta penandatanganan komitmen bersama antar komunitas sebagai bentuk kesepakatan menjaga situasi tetap kondusif sepanjang perhelatan Piala Dunia.


Rencana konvoi damai tersebut nantinya akan mendapat pengawalan dari aparat keamanan, termasuk pihak kepolisian dan TNI, guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.


Selain menjadi ajang hiburan masyarakat, Pemerintah Kota Ambon melihat momentum Piala Dunia sebagai peluang strategis memperkenalkan identitas daerah melalui konsep sport tourism dan branding kota di tingkat nasional maupun internasional.


Menurut Luhukay, antusiasme masyarakat Ambon yang dikenal fanatik terhadap sepak bola memiliki daya tarik tersendiri yang bisa menjadi perhatian publik luar daerah.


“Kalau suasana ini dikemas dengan baik dan tertib, Ambon bisa mendapat perhatian luas. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi bagaimana kita menunjukkan karakter masyarakat Ambon yang penuh semangat dan menjunjung persaudaraan,” ungkapnya.


Ia juga menyebutkan bahwa media nasional hingga lembaga penyiaran seperti TVRI dan RRI direncanakan ikut terlibat dalam mendukung kemeriahan suasana Piala Dunia di Kota Ambon.


“Ini kesempatan memperlihatkan kepada dunia bahwa Ambon punya ciri khas sendiri dalam menikmati sepak bola. Kita harus bangga dengan identitas daerah kita,” tandasnya.


Pertemuan teknis bersama komunitas fans dijadwalkan berlangsung beberapa hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Sejumlah hal seperti rute konvoi, jumlah peserta, pola pengamanan hingga agenda deklarasi persaudaraan akan dibahas secara bersama-sama agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa pesan damai bagi masyarakat. (Za)

Post Top Ad

TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI MEDIA KAMI, SEMOGA BERMANFAAT