
Foto : Proses Identifikasi Korban Dukono Berlanjut, Bupati Pastikan Pemda Berikan Pendamping Penuh
Halut, Globaltimurnn.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara memastikan akan terus mendampingi seluruh rangkaian proses identifikasi jenazah korban erupsi Gunung Dukono hingga tuntas dan dapat diserahkan kepada pihak keluarga. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Bupati Piet Hein Babua menyusul ditemukannya sejumlah potongan tubuh korban di lokasi kejadian.
Dalam proses evakuasi dan pemilahan sisa jenazah yang dilakukan Tim Identifikasi Korban (DVI), ditemukan dugaan bagian rahang yang diduga kuat berasal dari dua korban warga negara asing (WNA). Bagian tubuh tersebut ditemukan di antara tumpukan serpihan tulang yang bercampur dengan material vulkanik sisa letusan gunung berapi.
Menanggapi temuan tersebut, Bupati Piet Hein Babua menegaskan bahwa Pemda Halut akan bekerja sama erat dengan kepolisian dan pihak terkait lainnya guna menjamin penanganan korban berjalan secara profesional dan manusiawi.
“Kami memastikan seluruh proses penanganan korban mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah. Kami juga menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Semoga proses identifikasi ini segera selesai sehingga dapat memberikan kepastian hukum dan ketenangan batin bagi keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Piet Hein.
Sementara itu, Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, menjelaskan bahwa kondisi fisik korban mengalami kerusakan yang sangat parah akibat paparan panas dan material vulkanik. Kondisi ini membuat identifikasi visual maupun fisik menjadi sangat sulit dilakukan. Oleh karena itu, pemeriksaan DNA menjadi langkah mutlak yang harus ditempuh.
“Temuan bagian rahang ini menjadi salah satu petunjuk ilmiah yang sangat penting dalam proses pencocokan data. Meskipun begitu, proses laboratorium memerlukan waktu dan ketelitian tinggi. Kami memperkirakan hasil pasti dari tes DNA baru dapat diketahui sekitar dua minggu ke depan,” jelas Stephen.
Sambil menunggu hasil identifikasi final, koordinasi antara kepolisian dan pemerintah daerah terus diintensifkan, baik terkait penanganan jenazah maupun mitigasi pasca-bencana. Selain itu, pemerintah daerah kembali mengimbau masyarakat lokal maupun wisatawan untuk tetap waspada dan mematuhi rekomendasi otoritas setempat. Aktivitas di zona bahaya dan area rawan erupsi Gunung Dukono tetap dilarang demi keselamatan bersama. (𝐆𝐈𝐎).